
"saya boleh gabung di sini ?"
Kontan ke empat manusia yang tengah asik menikmati makan siang di kantin perusahaan itu menatap ke sumber suara.
"eeh...pak Indra.silahkan pak"Iyan menarik kursi di sebelahnya di ikuti anggukan yang lainnya.
Setelah pak Indra duduk mereka kembali menyantap makanan tapi tidak se berisik sebelumnya.
"oh ya An."panggil Indra mengalihkan perhatian Ana pada makanannya "yang kemaren itu,beneran pacar kamu ?"
Anya menyenggol bahu Ana seakan mengatakan.Ditanyain tuh?
"haa..maksudnya pak" Ana yang masih tidak mengerti.
Pak Indra meletakan peralatan makannya dan fokus menatap Ana."Yang waktu itu datang saat kita semua mau makan siang."
"oh.."Ana meringis memikirkan jawaban yang tepat saat semua mata menatapnya.
Ana menatap Indra beberapa saat.Ia jadi teringat ucapan Anya kalau saat mereka makan siang Pak Indra menanyakan siapa itu Kaivan.Anya dengan entengnya menjawab kalau kekasih Ana itu seorang pengusaha properti bernama Kaivan Hutama.
Saat itu Pria yang terkenal cukup dingin itu hanya diam tanpa menunjukan ekspresi apa pun.
Jadi,kalau saat ini pria itu berani menanyakan tentang hubungannya berarti rumor yang selalu Anya bilang itu benar adanya?
"tidak usah di jawab kalau kamu tidak mau."melihat Ana yang terdiam cukup lama pria takut membuat Ana tersinggung"salah saya menanyakan hal yang pribadi."
__ADS_1
"i...iya pak, mas Kaivan memang pacar saya."Akhirnya Ana menjawab walaupun dengan ringisan.
Pria itu diam sesaat lalu mengangguk - anggukan kepalanya."Padahal selama ini saya perhatikan kamu terlihat cuek dengan setiap laki - laki yang mendekati kamu dan selalu sendirian,ternyata udah punya pacar."
"uuhhuukk..."Mila tersedak dan segera menenggak minuman yang di berikan oleh Iyan.
"maaf..maaf." ucapnya sambil menyeka mulutnya dengan tisu.
Kondisi mereka jadi canggung sebelum suara seseorang menginterupsi.
"hai...boleh kita gabung juga ?" Tanpa di persilahkan pun pemilik suara itu pun duduk di sebelah Pak Indra dan dua buntutnya mengambil tempat di hadapan mereka.
Ana dan kawan - kawan saling pandang dan kembali pada kegiatannya masing - masing.
"lagi pengen nyobain menu di kantin."jawab pria itu tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya.Ia fokus pada makanan yang sebenarnya sudah tak berselera lagi.
"Kapan - kapan kalau makan di luar boleh ajakin kita donk pak."dengan centil Dara tertawa dan di sambut dua buntutnya.
Indra hanya tersenyum formal lalu meminum airnya dan segera beranjak."loh pak.Makanannya belum habis kok udah mau pergi."Dara menunjuk piring pria itu yang hanya tersentuh tak sampai separuhnya.
"saya sudah kenyang,silahkan lanjutkan makan kalian.permisi."Pria itu segera berlalu pergi.
Dara cemberut melihat kepergian Pria incarannya padahal ia sengaja menurunkan egonya untuk duduk dengan orang - orang yang norak ini.
"fffpphh.."Anya berusaha menahan tawanya.
__ADS_1
Dara menatapnya dengan tajam sambil menancapkan daging kegarpunya.Setelah tidak terlihat lagi keberadaan pak Indra kontan tawa mereka ( Anya,Iyan dan Mila ) meledak hingga mereka jadi pusat perhatian orang lain.
Bahkan tawa Mila paling besar sambil memegang perutnya.
Ana hanya tersenyum saja dan kembali fokus dengan makanannya.
"BERISIK" ucap wanita itu dengan muka jutek.
Anya menggunakan tisu untuk mengelap air matanya "Agresif banget sih Lo...Pak Indra sampai takut tuh."
Meledak lagi tawa mereka bahkan Iyan tak segan - segan memukul meja.
Berdiri dengan kasar Dara beranjak pergi tanpa menyudahi makan siang dan di ikuti teman -
temannya dengan pandangan mengancam.
\=\=\=\=
holla readersss...
Mungkin Pak Indra takut cewek agresif Dar....
makanya jangan nyelonong donk..kaburkan targetnya wkwkwk...
see you next episode
__ADS_1