
Kaivan mengepalkan tangannya saat mendengar kabar kalau Putri Hutama sudah mulai berani mengganggu wanitanya.
"terima kasih Jer,gue akan bereskan secepatnya."Ia masih terhubung dengan sahabatnya.
Setelah menyelesaikan pembicaraan,Kaivan menekan intercom "Din, keruangan ku sekarang dan bawa laporan black file."Kaivan sebenarnya sudah memiliki hal yang akan membuat Putri di depak dari perusahaannya.
Tapi karena ia masih menghargai pamannya ia menahan diri.
"tolong panggil Putri Hutama ke ruangan saya."Setelah file yang di inginkan sudah sampai ke tangannya.
Didin beranjak keluar dan melaksanakan perintah atasannya itu.
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Putri Hutama dengan wajah sumringah.
"Kai,kamu memanggilku?" Putri duduk di hadapan Kaivan setelah pria itu menunjuk sofa di hadapannya.Kaivan masih asik membaca file yang di pegang nya dan mendiamkan Putri.
Putri agak merinding setelah memasuki ruangan ini,entah AC-nya yang terlalu dingin atau memang suasananya yang mencekam.
"Apa kamu ingin menjelaskan sesuatu Padaku ?"Kaivan menatap Putri dengan tatapan dingin dangan menyilangkan kakinya.
"aku...aku rasa tidak ada yang perlu aku jelaskan."Putri bingung dengan apa yang Kaivan maksud"Apa terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui ?"
__ADS_1
Kaivan mengangguk dan menekan remote kontrol ke arah layar televisi di hadapannya,layar yang gelap menampilkan beberapa foto di hadapan Putri.
"Apakah itu mobil kamu?"
"banyak orang lain yang memiliki mobil yang sama denganku Kaivan."
"Baiklah "Kaivan kembali menekan remote lalu memperlihatkan seorang wanita di balik kemudi mulai dari wanita itu memakai kaca mata dan syal untuk menutupi penampilannya sampai wanita itu membuka kacamata dan memperlihatkan wajahnya.
Putri ternganga melihat wajahnya di sana.Apakah Kaivan tahu perbuatannya ?tidak mungkin.
"Kamu mengikuti ku ?"wajah yang mulai pucat itu menatap Kaivan.
Kaivan menunjuk Putri seakan - akan siap membunuhnya detik itu juga "Akan ku pastikan kamu menyesali perbuatan mu walau hanya menatap wajahmu di cermin."
\=\=\=\=
Kaivan memasuki lift yang sepi setelah jam makan siang.Ia ingin mengantarkan sendiri cemilan untuk kekasihnya setelah mengancam Putri yang membuat ia muak.Biasanya ia hanya akan melihat wajah Ana melalui foto di ponsel yang sering ia ambil diam - diam tapi kali ini ia ingin melihat wajah itu secara lansung.
Setelah dua lantai lift kembali terbuka dan Kaivan bergeser kebelakang karena cukup banyak karyawan yang masuk.
"Aku dengar salah satu staff marketing adalah wanita panggilan ya?" Seorang pria tidak berusaha mengecilkan suaranya.Alis Kaivan terangkat sebelah mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
"dengar - dengar sih gitu.dia bukan anak orang kaya tapi tiap hari di antar atau di jemput mobil yang berbeda terus."jawab si wanita yang berdiri di sebelahnya.
"Siapa namanya sih..aku mau coba"Pria tertawa senang.
"Kalau gue gak salah namanya Ana.di grup lagi rame tuh..."Alis Kaivan menukik tajam jadi yang di ceritakan dua tikus got ini wanitanya!!
Kaivan mengingat sejenak tentang perkataan orang - orang ini kalau Ana di antar jemput mobil dan itu adalah mobilnya.brengsek....pantas akhir - akhir ini Ana terlihat sungkan ia jemput antar.
Setelah lift sampai di lantai tujuan Kaivan.Pria itu beranjak keluar tetapi saat di depan pintu ia menatap dua orang itu.
"aahh for your information wanita yang di antar jemput mobil yang berbeda itu adalah kekasih saya.dan mobil saya memang sebanyak itu."Kaivan menatap tajam pria yang berani menanyakan nama nya tadi."ingin mencoba kekasih saya.ini, silahkan hubungi saya secara lansung."sambil memberikan sebuah kartu nama.
Kaivan berlalu pergi dan pintu lift kembali tertutup.Saat itu lah kedua orang yang berani menceritakan Ana melirik kartu nama dan lansung syok.
"Astaga....mampus.Dia Kaivan Hutama CEO HUTAMA LAND."
\=\=\=\=
holla readers....
see you next episode
__ADS_1