OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Memikirkan Saran


__ADS_3

Kaivan menatap Ana yang tidur memunggungi nya.Wanitanya itu jatuh tertidur kelelahan setelah percintaan hebat mereka tadi.


Sudah dua malam mereka menghabiskan waktu intim di pulau Rottnest ini.Dan selama itu juga Kaivan 'mengeksplor' Ana secara keseluruhan tanpa memikirkan beban pekerjaannya.


Di hari kedua mereka Disana,Kaivan mengganti kencan di tengah laut saat sunset yang sempat batal karena ulahnya.Kaivan sangat puas melihat senyum wanitanya yang bahagia.


Senyuman bahagia tak berhenti menghiasi wajah cantik itu.Cahaya jingga dan keungunan itu memantul di kulit Ana dan terlihat sangat seksi.Sialnya mereka bersama turis lainnya sehingga Kaivan tidak bisa macam - macam.Walaupun sangat ingin.


Pagi itu juga mereka juga sempat bersepeda dan tak sengaja bertemu hewan yang selalu tersenyum yang biasa di sebut hewan paling bahagia di dunia.


Ana bahkan sempat berfoto dengan quokka,mamalia berkantung khas Australia yang terdapat banyak di pulau Rottnest.


Hewan yang terlihat seperti tikus raksasa ini tengah melompat mencari makanan.Warnanya abu - abu coklat,memiliki hidung yang menyerupai kancing hitam dan telinga bulat berbulu.Seperti boneka yang membuat Ana kegirangan.

__ADS_1


Selain itu hewan yang murah senyum ini melompat mendekati Ana dan terlihat sangat senang di elus oleh wanita itu.Kaivan sebagai fotografer dadakan di mintai mengabadikan Moment itu.Lalu mereka singgah di Rottnest bakery.


Siangnya mereka snorkeling di swipwreck sites,dimana bangkai kapal yang tenggelam terkena karang di sekita pantai.Pulau Rottnest banyak terdapat karangnya,bangkai kapal itu lah yang menjadi daya tarik untuk di jelajahi.


Malamnya setelah pulang dari menikmati sunset,mereka mencicipi wine di Hotel Rottnest Bar dan Bistro.Sebelum akhirnya kembali ke penginapan.


Bercinta usai menikmati wine itu sensasinya juga luar biasa.Ada rasa manis dan pahit yang mereka rasakan setiap bibir mereka bertemu.


Singkatnya,di hari kedua itu mereka benar - benar menjelajahi pulau Rottnest.


Ia jadi teringat obrolan dengan Paman Demian saat mereka mengobrol di pesta pernikahannya.Waktu itu semua orang tengah menikmati hidangan dan Ana di ajak berkumpul di meja teman - temannya.


"Bagaimana kamu akan menghadapi Mariska itu?" Tanya pamannya yang sudah mengetahui perbuatan Mariska mulai perbuatan pada Adiknya hingga yang terakhir pada Ana.

__ADS_1


"kamu sudah membicarakannya dengan Paman mu? ini juga bersangkutan dengannya.Keluarga yang mungkin ia cintai."Ucap paman Demian.


Kaivan terdiam.Ia memang belum menceritakan perihal ini pada pamannya.Ia takut kalau Pamannya tidak percaya dan terlalu mencintai wanita itu.Walaupun ia sudah memiliki banyak bukti,tapi terkadang rasa cinta bisa membutakan seseorang.


Tapi Kaivan juga tidak bisa diam terus seperti ini.Ia juga harus mengedarkan pamannya kalau wanita yang telah bersamanya puluhan tahun itu tidak lebih dari seorang iblis.


Kaivan kemudian tersentak saat tepukan pada bahunya.Pamannya menepuk bahunya seakan mengetahui kegundahannya.


"coba kamu ajak paman mu itu bicara berdua.Lebih baik lagi kalau di rumah orang tua mu biar ia sadar dan teringat pada saudaranya.Lagi pula di sana ada Shopie yang sudah mengetahui semua hal itu."Saran Pamanya.


Kaivan menghela nafasnya kasar.Bagian tersulit dari masalah ini adalah memberitahu pamannya.Jika ia tidak menghormati Pamanya itu sudah lama Kaivan menjebloskan wanita itu kepenjara dan membiarkan wanita iblis itu membusuk Disana.


\=\=\=\=

__ADS_1


Holla readerss


see you next episode


__ADS_2