OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Hukum Tabur Tuai


__ADS_3

Pemandangan di hadapannya sebenarnya pemandangan yang sangat indah,andai semuanya baik - baik saja.


Tapi sejak hari itu,Putri tidak pernah lagi merasakan baik dalam artian yang sesungguhnya.Semua hal terlihat memuakkan di matanya.


Sejak ia mengetahui dirinya positif tertular penyakit itu.Ia mengurung diri di kamarnya hingga orang tuanya mengetahui dan membawanya berobat keluar negeri.


Awalnya ia optimis,berusaha untuk sembuh,namun penyakit sialan itu sepertinya menginginkan hal lain.Pada akhirnya ia mulai muak,bosan dan lelah.


Akhirnya ia hanya ingin sendirian,tanpa merepotkan siapa pun.Ia memutuskan berhenti dan tinggal di sebuah vila di Bali.


Vila yang ia tempati ini lansung menghadap ke pantai,memiliki pemandangan yang sangat indah tiap ia membuka pintu kamar.


Sampai hari ini,sulit untuk nya menerima keadaan.Ada hari - hari dimana ia sangat membenci dirinya sendiri.


Penyakit ini membunuhnya,secara fisik dan mental.Walau di luar terlihat biasa saja tapi Putri tidak bisa melupakan fakta bahwa ia mengidap penyakit ini.


"Putri ."


Panggilan itu berasal dari ayahnya yang sudah berdiri di bingkai pintu"obatnya sudah di minum?"


Putri mengangguk pelan"sudah pa."

__ADS_1


Perempuan dengan wajah pucat itu menatap ke jendela,menghindari tatapan papanya.Setiap mereka bertukar tatap,hanya tatapan sedih yang ia dapati di wajah tua itu dan Putri benci melihatnya.


"sayang,boleh papa bicara?"


"iya."


"Papa....akan menceraikan mamamu."


Pernyataan itu tak mengubah raut wajah Putri sedikit pun.Ia sudah terlalu lelah dengan semua hal.Mungkin papanya menyadari bagaimana liciknya sang mama.


Ia juga menjadi korban sang ibu yang terlihat begitu menyayanginya hanya di hadapan orang lain.Ia di tuntut sempurna,dan melakukan hal - hal yang sebenarnya tidak ia sukai.


Bahkan saat dalam masa pengobatan kemaren jika papanya kembali ke Indonesia,mamanya terus memaki mengatakan ia anak yang tidak berguna.


Sejak Putri bertemu Kaivan dan merasakan di sayang oleh pria itu,di situlah awal mula Putri tidak ingin lepas dari pria yang membuatnya merasa di butuhkan,di sayang tanpa harus menuntutnya ini dan itu.


"pa."ucapnya pelan.


"iya?"


"Apa aku masih bisa hidup seperti orang lain?"

__ADS_1


Keduanya saling diam,tak ada yang berani untuk memberikan harapan semu untuk mereka dan tak ada yang tahu jawabannya.


"Semua kesalahan yang telah aku lakukan selama ini.."Tatapan Putri terlihat menerawang,Teringat kembali semua perbuatan jahat dan tercelanya untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan."Pasti semua ini karmaku."


Ayahnya tak menjawab.Hanya beranjak duduk di sampingnya dan meletakan kepala Putri di bahunya.Mereka menatap pemandangan yang terhampar dalam diam.


Tak pernah sekalipun Petra membayangkan,Putrinya akan ada di posisi ini.


Sendirian tanpa ada yang mendampinginya kecuali dirinya sendiri.


Sementara itu di sebuah kamar kecil dan sempit,Mariska menatap kosong pada dinding kusam.Vonisnya sudah di tentukan tinggal hari - hari yang harus ia jalani untuk menyelesaikan masa hukumannya.


Entah itu karena memang selesai atau usianya dulu yang usai.Ia rak terlalu berharap lagi.


Dendam itu telah menutup nuraninya.Cinta yang awalnya murni berubah menjadi obsesi dan itu mulai merusak hidupnya.


Lihat lah,ia telah berhasil membunuh pujaan hati dengan istrinya,ia juga sudah hidup bahagia dengan suami yang mencintai dan anaknya yang cantik.Tapi dendam itu menghancurkan semuanya.


Sudah hukum alam,siapa yang menanam pasti akan menuai apa yang di tanaminya.


\=\=\=\=

__ADS_1


holla readerss...


see you next episode.


__ADS_2