
"Iya mas,aku udah di lift mau turun."
"oke..hati - hati ya sayang.maaf aku gak bisa jemput kamu."ucap Kaivan dengan penuh rasa bersalah.
"iya gak apa - apa mas kan aku di jemput supir kamu."
"hhmm...ya udah aku tutup dulu.i Miss u sayangku."
"bye mas.i Miss u too."
Ana menatap pantulan dirinya dari dinding lift apartment menuju lobi.Hari ini ia akan datang ke acara pernikahan sahabat Kaivan yang di gelar di salah satu hotel berbintang 5.
Ia mengenakan dress berwarna cream yang di kirim Kaivan kemaren ke apartment nya.Di tampah clutch berwarna senada sebagai pemanis penampilannya hari ini.
Ana di sambut senyuman ramah oleh sopir Kaivan yang membukakan pintu mobil.
"silahkan non."
"Terima kasih pak."Ana memasuki mobil tersebut dan segera berangkat ke tempat tujuan.
Ana memasuki ballroom hotel seorang diri dengan tatapan terkesima.ballroom hotel ini seperti di sulap menjadi sebuah taman dengan bunga kuning,hijau,dan pink yang mendominasi.Terlihat para tamu sudah mulai mengantre menyalami kedua pengantin di singgasana mereka.
Aahh.... pemandangan yang sangat indah' guman Ana.
Ia melirik kesana dan kesini mencari keberadaan pria yang katanya rindu itu.
__ADS_1
"Hai...Ana??"
Seorang pria menyapanya membuat Ana membalikan diri melihat keberadaan pria tersebut.
Dengan menggunakan baju batik yang entah mengapa sangat cocok dengannya tersenyum ramah."perkenalkan saya Jericho Darmawangsa temannya Kaivan"mengulurkan tangan.
Ana membalas uluran tangan pria tersebut" Dayana.." tersenyum kaku.
"kamu mencari Kaivan ?"
Ana mengangguk pelan.
"dia masih ada sedikit urusan.mau mencari makanan bersamaku ?"
Ana terlihat berpikir sejenak.Ia tak mengenal siapa pun di sini selain Kaivan.Apa pria ini...
Ana tersenyum lega dan menganggukkan kepalanya.Aahh manusia dan pikirannya..
Mereka mampir ke stand yang menyediakan Zuppa Soup yang aromanya membuat Ana lupa kalau ia sedang di perhatikan pria itu.
Setelah mendapatkan makanan yang mereka inginkan.Jericho membawa Ana duduk ke sebuah meja.
"silahkan di nikmati ."ucap pria itu lembut namun tegas.Entah kenapa setiap perkataan pria itu selalu Ana turuti.Siapa pria ini? seakan Ia bisa mengandalkan orang yang mendengarkan perkataanya.
Sambil menikmati makanannya Ana menatap kesekitar untuk mencari keberadaan Kaivan.
__ADS_1
Ia sedikit memicingkan matanya saat tak sengaja melihat sosok yang ia cari duduk membelakanginya berselang beberapa meja dan bersama beberapa orang wanita.
Ana seperti mengenal wanita tersebut.Itu bibi Mariska dan Putri tapi siapa wanita di sebelah Kaivan yang terlihat menatap kagum prianya.
"jangan berpikiran macam - macam nanti kamu akan tau sendiri dari Kaivan lansung."
Seakan tau apa yang Ana pikirkan Jericho berkata sambil menyantap makanannya.
"Kamu teman Kaivan sejak kapan?"Ana mencoba membangun percakapan dengan pria di sampingnya ini.
"Aku dan Kaivan kenal sejak kuliah S2 di Harvard tapi Auriga..."sambil menatap pengantin pria yang terlihat kaku di depan sana."Sudah mengenal Kaivan sejak SMA."
"Apakah Putri Hutama menyulitkan mu?"
Kenapa pria ini mengatakan hal itu.Apa ia tahu sesuatu???Ana menggeleng sebagai jawaban.
"aku harap kamu lebih berhati - hati dengan wanita ular itu."Tanpa di duga Jericho memperlihatkan ketidak sukaannya terhadap Putri secara terang - terangan.
"Dia seperti wanita lemah yang tidak bisa melakukan apa - apa tapi sungguh dia tidak lebih dari iblis yang siap membunuhmu kapan saja."
Ana bergidik ngeri mendengarkan ucapan pria itu.Kenapa pria di sampingnya ini terlihat sangat mengenal Putri Hutama.Apa ia tahu apa yang terjadi pada Ana belakangan ini..
\=\=\=\=
holla readers...
__ADS_1
ada yang bisa menebak apa yang terjadi pada Ana tanpa sepengetahuan Kaivan.
see you next episode