OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Rahasia terdalam


__ADS_3

"nangis aja,saya gak bakal gangguin kamu."Pak Indra menatap gedung - gedung tinggi di sekitar mereka.


Setelah meminjamkan Ana sapu tangan pria itu memberi jarak dua langkah dari Ana.


Ana sibuk menyeka air matanya menggunakan sapu tangan tersebut."terima kasih pak.Nanti setelah saya cuci akan saya kembalikan."


Pak Indra hanya mengangguk saja."sejak kapan Bapak disini,tadi saya gak lihat ada orang lain di sekitar sini."Ana sudah kembali ke setelan awal setelah merasa lebih baik.


"belum lama kok,saya sedang jenuh di ruangan jadi ingin cari angin disini,gak sengaja liat kamu menangis."Pak Indra menoleh ke arah Ana.Ana berharap wajahnya tak terlalu kacau seperti hantu kecil yang botak itu.


"sudah merasa lebih baik ?" Ana memaksakan senyum dan semoga tidak aneh untuk di lihat.


lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Kalau begitu saya permisi,pak"Ana melirik jam tangan ternyata ia sudah terlambat.


"silahkan."Pak Indra kembali menatap pemandangan di depannya yang hanya di batasi pagar besi sedada orang dewasa.


Ana bersyukur karena Pak Indra tak bertanya apa - apa tentang penyebab ia menangis.Sambil melangkah turun Ana menelpon Kaivan.


"ya sayang?" Kaivan selalu mengangkat panggilannya sebelum dering ke tiga.


Ana tersenyum mendengar suara laki - lakinya.Ah apa sebentar lagi Kaivan akan memutuskan hubungan mereka karena perjodohan itu.

__ADS_1


"mas sibuk ? apa nanti malam kita bisa bertemu."


"Ada apa dengan suaramu ?"


Ana seakan tersadar "eeh..gak kok mas.aku gak apa - apa "Pria itu menyadari perubahan suaranya yang sedikit serak siap menangis.


Kaivan terdengar suara ketikan komputer di seberang sana."hhmmm nanti mas kabari ya sayang.soalnya kerjaan mas sedang banyak - banyaknya"


Ana menghela nafas kecewa.Ia ingin segera menumpahkan semuanya bersama Kaivan.Sejak bersama pria itu Ana belajar berbagi bahkan sebelum Ana bercerita pun Kaivan seakan mengerti apa ada yang membebani wanitanya.


"ya udah.selamat bekerja mas"Ana memasuki lorong menuju ruang kerjanya.


"iya,kamu juga ya sayang."


\=\=\=\=


Kaivan telah mendapat laporan dari orang suruhan Jericho yang memantau Ana dari kejauhan.


Kalau Bibi Mariska menemui Ana di kantornya dan mereka mengobrol sejenak di kedai kopi.


Dari laporan tersebut Ana terlihat keluar dari kedai kopi setelah beberapa saat bicara dengan Bibi Mariska.


Apa yang telah di perbuat wanita itu sehingga Ana berlarian ke gedung kantornya?

__ADS_1


Ia kembali meraih ponselnya dan menghubungi seseorang."Bagaimana penyelidikan mu?"Tanpa menyapa orang tersebut terlebih dahulu.


"Kirimkan aku hasilnya ke email sekarang juga."Perintahnya


Kaivan selama ini memiliki kecurigaan terhadap Mariska.Wanita itu terlihat memiliki motif tersembunyi tapi cukup pintar menyembunyikan rahasianya.


Beberapa kali ia menyewa detektif swasta untuk membuntuti Mariska selalu mendapat hasil nihil.Wanita itu seperti mengetahui kalau ada yang mengikuti.


Kaivan sempat putus asa hingga ia bertemu dengan Jericho.Pria itu memiliki sesuatu yang tidak di miliki ia maupun Auriga.


Jericho memperkenalkan Kaivan dengan salah satu kaki tangan kepercayaannya.Seorang pria yang pandai dalam melacak dan ahli dalam hacker.


Sudah seminggu ini pria itu melakukan penyidikan terhadap Mariska.Kaivan terus bersabar menunggu kabar dari pria itu,semoga tidak mengecewakannya lagi.


Sebuah notifikasi muncul di layar komputernya.Ia membuka email dari orang tersebut.Sebuah fakta mengejutkan membuat Kaivan tidak bisa berkata - kata.


Jadi yang ia pikirkan selama ini benar adanya.Pantas saja beberapa kali wanita itu berusaha mencelakainya waktu ia masih kecil.


Kaivan mengepalkan kedua tangannya hingga buku - bukunya memutih."Tunggu pembalasanku,wanita sialan"geramnya dengan kilat di matanya.


\=\=\=\=


holla readerss...

__ADS_1


apa ya rahasia bibinya Kaivan itu???


see you next episode


__ADS_2