OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
like a baby


__ADS_3

Ana menatap perempuan di hadapannya ini dengan takjub.Ia sudah bersahabat dengan Anya cukup lama bahkan mereka sudah selayaknya saudara.Rasanya melihat Anya yang sedang 'mengomel', bercerita tentang pekerjaan saat Ana sedang cuti.


Wanita yang baru pulang kerja dan merathon meeting sejak pagi itu mampir ke penthouse Kaivan karena pria itu sedang perjalanan dinas ke Singapura sejak dua hari yang lalu.


Dan ia masih memiliki tenaga untuk bercerita dengan berapi - api.Apalagi setelah Ana bercerita tentang Mariska yang berniat menjodohkan Kaivan dengan seorang yang jauh di atasnya.


"astaga...nafas dulu yang benar.Kalau orang lain tidak tahu tentang apa yang Lo bicarakan.Mereka akan berpikir Lo yang berhadapan lansung dengan wanita ular itu."ucap Ana sambil menyodorkan jus buah naga yang baru saja di sajikan bibi Sarah beserta pudding coklat hasil kebosanan Ana tadi siang.


Anya meringis menampilkan gigi kelincinya yang lucu."gimana dong,abisnya gue kesal banget sama tuh perempuan."


"kalau gue punya kuasa seperti pak Kaivan,udah gua hajar itu perempuan."


"no.you can't.lebih baik menjauh dari pada menghadapi orang seperti itu."


Anya mengerucutkan bibirnya saat menyadari apa yang di katakan Ana ada benarnya.Orang seperti itu tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan.Semakin di lawan mereka akan semakin menjadi - jadi atau bahkan bisa berbuat nekat.

__ADS_1


Anya meluruskan kakinya di sofa bed dan memangku piring puding yang di sajikan bibi Sarah tadi.Hari ini Anya memang sengaja mampir setelah di hubungi Didin untuk menemani Ana di penthouse Kaivan setelah pulang kerja.


Sahabatnya itu tak tau ada sesuatu yang di kerjakan Kaivan untuk mengejutkannya.Dan Anya pastikan sahabatnya itu akan sangat terkejut atau bahkan menangis haru.


"Anyway....kapan acaranya akan di langsungkan." Anya mengalihkan topik pembicaraan karena tak ingin Ana mengingat tentang bibi Kaivan itu dan perjodohan yang wanita itu atur.


Ana hanya mengangkat bahu tapi tak urung ia tetap menjawab"Kaivan hanya mengatakan gue hanya perlu mempersiapkan diri."


"Gue hanya berharap Pak Kaivan benar - benar menepati janjinya dan mencintai lo dengan tulus."Anya menerawang,mengingat pembicaraan Kaivan dengan kedua orang tuanya beberapa hari yang lalu tanpa sepengetahuan Ana.


\=\=\=\=\=


Kaivan yang pulang pukul 2 dini hari itu melangkah perlahan masuk ke dalam kamar.Dimana Ana sudah tidur dengan pulas.


Kaivan mendapat kabar dari Anya kalau Ana tidak mengetahui rencananya sama sekali setelah Kaivan mengirim Anya untuk menemani wanita itu selagi ia menyiapkan banyak hal.

__ADS_1


"Mana yang harus aku masukan"Kaivan berdiri di lemari yang berisi pakaian Ana dengan koper berukuran sedang sudah terbuka dan siap ia isi.


Setelah memasukan beberapa potong baju Ana dan tentu saja pakaian dalam wanita itu,Kaivan beranjak ke alat make up dan skincare laku memasukan semua yang ia rasa Ana sering menggunakannya.


Ia menyerahkan kedua koper,miliknya dan milik Ana pada supir yang stand by menunggu untuk di masukan ke dalam mobil.


Kaivan kembali ke kamar dan menggendong wanita yang sama sekali tidak terganggu dalam gendongan Kaivan dan membawanya ke lobi.


"like a baby, my sleeping beauty ."Gumam Kaivan sebelum memasukan Ana ke dalam mobil.


"Bandara pak."ucap Kaivan setelah membuat Ana nyaman berada di pelukannya.Mobil pun meninggalkan pelataran lobi dan melaju menuju bandara.


\=\=\=\=


Holla readers ...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2