
"Bu,Bapak itu orang yang super sibuk.tapi,dia selalu menyempatkan diri memesan bunga di florist dan memilih sendiri cemilan untuk ibu"
Hening.Ana masih mencerna yang di katakan Dino alias Didin itu.
"saya yang menjadi saksi betapa bapak sangat mementingkan ibu.Dia selalu minta saran saya cemilan apa yang cocok untuk Yaya nya hari ini."
tambahnya lagi
"setelah menjemput ibu dan dinner Beliau akan kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya Bu,Bahkan Bapak jarang pulang.Subuh - subuh bapak juga sudah keliling Jakarta mencari menu sarapan untuk di makan bareng ibu."
Didin sangat mengingat kegilaan Kaivan itu.Karena ia yang menjadi korbannya.
"tapi.. tolong rahasiakan ini Bu,saya masih ingin bekerja."Dengan muka memelas Didin menatap Ana.
"Kenapa Kaivan melakukan nya? " monolog Ana
masih terdengar oleh Didin dan Anya.
"Saya juga kurang tau,ini pertama kalinya bapak berperilaku seperti ini."
"Bapak itu punya masa lalu yang cukup membuatnya trauma Bu,terutama jika menyangkut orang tua nya.jadi ,tolong tetap bersama Bapak ya Bu."
"Apa yang terjadi dengan orang tuanya "Anya bertanya.penasaran.
"Kalau saya tidak salah dengar orang tuanya meninggal karena kecelakaan saat usianya menginjak 8 tahun."
'pantas saja,waktu itu Kaivan lansung terlihat dingin' gumam Ana sambil melihat ke arah jendela.
Anya tersadar dari lamunannya tentang kejadian di resto Minggu lalu saat sebuah notifikasi masuk ke gadgetnya.
Kaivan H : can we meet up tonight ?
__ADS_1
Kaivan H : i'll pick you up after office hour
Dayana G : ok
Entah apa yang ada di kepala Ana sehingga mengiyakan ajakan Kaivan.
\=\=\=\=
"Hai sweety ." Kaivan mengangkat sebuket bunga mawar biru sementara tangan satunya lagi di dalam kantong celananya.
Penampilannya yang terlihat maskulin dengan kemeja putih yang sudah ia gulung hingga ke siku membuat orang - orang menatapnya kagum.Sayangnya,Kaivan yang hanya menatap ke arah Ana tidak menyadari akan hal tersebut.
Memberikan buket bunga dengan senyuman lebarnya Kaivan menuntun Ana menuju mobil yang sudah di bukakan pintu oleh sopirnya.
"Kita akan dinner di tempat yang spesial." Sambil menggenggam sebelah tangan Ana ia berujar dengan semangat.
Ana menatap Kaivan seolah bertanya, Dimana?
Ana hanya mengangkat bahu sambil menatap bunganya.
"Kenapa mawar biru ?"
"kamu tidak suka ?"
"suka,tapi dari semua banyak jenis bunga kenapa mas memberiku mawar biru ?"Ana mencium aroma nya yang wangi.
"mawar biru itu memiliki arti kepercayaan,aku berharap dengan mawar biru itu kamu mempercayai kalau aku ingin memulai hubungan kita kembali."
Hening.Ana menatap Kaivan yang menatapnya balik.
"Mawar ini langka dan unik.kamu lah definisi mawar biru itu menurutku."Kaivan mengecup tangan Ana.
__ADS_1
Ana menarik tangannya perlahan "Aku belum memberikan jawaban."
"it doesn't matter. take as much time as you want dear."Kaivan tersenyum hangat.
Sesampainya di tempat tujuan setelah sopir memarkirkan mobil.Kaivan membantu Ana keluar dari mobil dan masuk ke dalam sebuah tenda pinggir jalan.
Ana terkesan dengan konsep makan fine dinning di dalam tenda pinggir jalan itu.Dan ia baru menyadari kalau tempat seperti ini ada.
Kaivan mengajaknya duduk di meja yang sudah di reservasi entah kapan itu.
"wow....konsepnya keren ya."Ana melihat kagum sekitarnya.
"aku menemukan tempat ini gak sengaja.dan aku ingin mencoba menikmatinya sama kamu."
"kenapa denganku mas ?"
"karena bersama kamu,aku merasa aku yang apa adanya tanpa mengkhawatirkan hal lainnya.jadi aku ingin mencoba semua hal baru bersama mu."
Kaivan menggenggam tangan Ana.
"Bagaimana aku memulainya dengan mu sementara kamu hanya mengajak ku kembali bersama tanpa menjelaskan apa yang menjadi permasalahan kita sebelumnya.Apa yang menyebabkanmu terkesan dingin kepadaku hari itu."Ana menarik tangannya secara perlahan.
Dan malam itu Kaivan kembali terdiam dan Ana kembali kecewa karena Kaivan belum bisa terbuka dengannya.
\=\=\=\=
holla readerssss....
ayo Mas Kai belajarlah terbuka dengan Ana supaya hubungannya membaik.
see you next episode
__ADS_1