OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
permintaan maaf


__ADS_3

"Ana,gue mau bicara sebentar Sama Lo ."Ana menatap Dara seakan nih orang waras apa gak,tumben sekali bicara 'agak' pelan padanya.


Sore itu saat Ana di lobi kantor hendak pulang bersama teman - temannya menatap Aneh ke arah Dara yang terlihat menahan tangis.


"Iya,ada apa?" Ana menoleh ke arah Anya.Karena perempuan itu memegang lengannya."pasti drama baru lagi"Anya berbisik padanya menahan Ana yang berdiri mendekat pada Dara.


Melihat sikap Anya tersebut Dara lansung duduk bersimpuh di lantai."maafin gue ya,gue udah menyebarkan fitnah yang gak - gak tentang Lo."


Haaa!!!!! keempat pasang mata itu melotot.


"Jadi itu Lo.Sialan Lo ya Dar.Gue relain rambut gue di Jambak teman Dajjal Lo karena perbuatan jahat Lo."Mila yang paling marah bersiap maju ingin menghajar Dara,beruntung Iyan cepat menahan diri perempuan itu.


"apa motif Lo berbuat sejahat itu sama Ana.Dia jahatin Lo? ganggu hidup Lo?gila Lo ya Dar."Anya memaki Dara secara brutal.


Ana terlalu syok dengan semua hal yang terjadi.Jadi Dara lah dalang di balik hal buruk yang terjadi padanya akhir-akhir ini.


"Gue tahu gue salah,gue minta maaf karena melakukan hal jahat sama teman Lo pada."Dara menunduk menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


Ia memang terpaksa melakukan hal ini di tengah keramaian setelah tadi siang secara mendadak di panggil ke ruangan atasannya dan ia kena damprat kerena Pak Aiden mempunyai bukti bahwa dia lah yang telah memfitnah Ana.


Dara pikir hal itu tak akan mendapat perhatian dari atasan hanya masalah gosip receh karyawan,nyatanya ia di ancam akan di pecat jika tidak segera meminta maaf (mendapat maaf )kepada Ana di lobi kantor sepulang kerja.Jadi,disinilah ia duduk bersimpuh hingga mendapatkan maaf dari Ana.


Ia sempat berpikir apakah Ana mengenal Pak Aiden secara personal karena pria itu sendiri yang memiliki bukti atas perbuatannya.


Saat ia menatap Ana yang terlihat masih syok dan teman - temannya yang masih mengeluarkan sumpah serapah mereka.Dara menyatukan tangannya sebagai tanda ia benar - benar minta maaf.


Dara mendongak saat seseorang menggenggam tangannya"iya aku maafin,tolong jangan di ulangi lagi ya Dara."ucap Ana sambil membantu Dara berdiri.


"An,dia itu yang fitnah kamu lo.kalau kamu lupa."Mila seakan tidak terima dengan begitu mudahnya Ana memaafkan perbuatan Mak Lampir ini.


"nah,semua sudah beres dan jelas.jadi,sudah ya Gue gak mau ada keributan lagi."Ana terlihat risih orang - orang memperhatikan dia.Ada yang menatap iba,ada juga yang berbisik - bisik lalu menoleh ke arah Dara.


"terima kasih ya An.Gue gak akan ganggu Lo lagi "Dara segera mengulurkan tangan yang di sambut baik oleh Ana.


Gadis itu segera pergi karena orang - orang mulai membicarakannya secara terang - terangan.Ana yang menatap kepergian Dara masih bingung apakah gadis itu tulus atau hanya bersandiwara.

__ADS_1


Yang pasti Ana berharap semoga Dara tidak berbuat hal - hal yang mengganggunya lagi.


"Minimal Lo gampar itu nenek lampir,An"Mila masih tersungut - sungut dengan kepergian Dara.


"Gue malas jadi pusat perhatian.lo liat orang - orang pada ngerumuni kita."Ana menyandarkan kepalanya pada bahu Anya.


Anya yang mengerti kalau Ana memang tidak nyaman saat orang - orang mulai memperhatikannya mengusap bahu sahabatnya dengan lembut.


"Syukur lah tuh orang udah ngaku.eeh...tapi setan apa yang nyerempet dia sampai mau minta maaf sama Lo,An."


Seketika Ana menyadari sesuatu.


\=\=\=\=


Holla readersss...


setan bernama Kaivan Hutama mbak Anya hahahha.....

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2