
Sebenarnya Ana telah kembali dari toilet beberapa saat lalu.Ia mencari keberadaan Kaivan yang mejanya sudah di singkirkan ke pinggir bersama para orang tua pamit pulang.
Party till drop.
Rangkaian acara tersebut telah di acara terakhir yang di tunggu tamu undangan yang masih muda dan sebaya dengannya.
DJ dan turntable-nya sudah siap di tengah ballroom dan musik dengan suara cukup keras segera menghentak seisi ballroom.
Semua orang segera bergerak menuju dance floor.Ana segera memilih berdiri di pinggir dan menolah minuman beralkohol yang di tawarkan pramusaji.
Perempuan itu terkejut melihat suasana pesta itu berubah menjadi liar.Apa lagi banyak dari mereka yang menggunakan topeng tanpa segan bergoyang tanpa malu lagi.
"gak ikut ke dance floor ?"
Ana tak lansung menjawab.Ia menoleh dan mendapati seseorang yang mengunakan topeng berdiri di sampingnya.
"Gak,saya lebih suka disini."Jawab Ana pada akhirnya.
"sendiri ?"ucap pria itu lagi.
__ADS_1
Ana hanya mengangkat bahunya.Enggan meladeni pria itu.Ia berusaha menikmati musik untuk mengalihkan diri dari pria yang terlihat menatap Intens di sebelahnya dan itu cukup membuat risih.
\=\=\=\=
sementara itu di lain sisi Kaivan terlihat masih berdebat dengan Putri di sudut ballroom lainnya.
"aku melakukan semua ini karena aku mencintai kamu."
Kaivan mengernyitkan keningnya "sepertinya itu bukan cinta,itu hanyalah obsesi kamu.Lagi pula,aku telah mencintai wanita lain dan kamu tau siapa orangnya ."
"Bagaimana perempuan sialan itu merubah kamu begitu cepat?apa hubungan kita tak berarti apa - apa untuk mu.aku lebih dulu mengenalmu dari pada dia."
"Ada orang yang hanya di pertemukan untuk saling menyapa lalu memilih jalannya masing - masing dan itu adalah kita.semoga kamu segera menyadari atau kita akan merusak hubungan baik keluarga."Kaivan beranjak pergi karena ia merasa percakapan ini tak ada ujungnya.
Kaivan benar - benar terkejut saat kembali ke tengah ballroom dan suasananya benar - benar berubah.Ia hanya menggeleng pelan,tak menyangka pesta pertunangan sepupunya ini sudah meliar seperti ini.
Ia mencari sosok Ana tapi tidak juga ketemu.Laki - laki itu pun memutuskan untuk menelpon wanitanya walau ia tahu hal itu tak kan berhasil mengingat suara berisik dan sedikit tak mungkin mendengar panggilan masuk.
Kaivan membelah kerumunan orang - orang yang mulai mabuk.Ia tak sengaja menatap ke sudut karena melihat gaun yang di kenakan Ana namun di kelilingi orang - orang berjas hitam.
__ADS_1
"Ana " panggil Kaivan sambil mendekat kearah tersebut.
Mata Kaivan terbelalak menatap Ana yang terkulai lemas dan di tangkap oleh salah satu pria berjas hitam itu.Kaivan tidak mengenal orang - orang tersebut karena semua menggunakan topeng hitam.
"Sialan"
Kaivan memaki dan tak peduli sudah menabrak siapa saja.Geramannya semakin menjadi - jadi saat orang - orang tersebut membawa Ana dan tak terkejar olehnya.
"Jericho "panggilan itu serupa teriakan.Jericho yang sempat menjauhkan ponsel setelah mengangkat panggilan Kaivan tersebut heran.
"Siapkan seluruh anak buah Lo.Ana di culik entah bajingan mana yang berani melakukannya ."
Kaivan tengah kesetanan menyetir mobilnya.syukurlah jalanan saat ini cukup sepi untuk menaikan kecepatan dalam pengejarannya
Kaivan kesal karena sempat melonggarkan keamanan Ana,ia memutuskan untuk meliburkan bodyguard yang selalu memantau ana dari kejauhan.Ia pikir tidak akan ada yang berani mencelakai kekasihnya itu.
Seharusnya ia tidak membiarkan Ana seorang diri.
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss...
see you next episode