
Hingga sore tiba Ana belum juga mendapatkan kabar dari Kaivan.Kemana laki - laki itu??
apakah mungkin Kaivan sangat sibuk.Biasanya walau super sibuk Kaivan selalu sempat mengabarinya.
Ana berjalan gontai menuju halte terdekat lalu duduk menunggu angkutan umum.Ana selalu menggunakan kendaraan umum karena tempat kerjanya tidak jauh dari apartment.
Kecuali jika ia ingin pergi ke suatu tempat baru ia akan memesan taksi atau sejenisnya.
Sebelum memasuki gedung apartment nya Ana mampir ke warung nasi goreng di seberang karena malas untuk memasak makanan.
Sambil menunggu pesanan Ana mencoba menghubungi Kaivan lagi tapi nomornya di luar jangkauan.
Kemana menghilangnya pria itu???
\=\=\=\=
Yang tidak Ana ketahui Kaivan tengah mabuk dan mengamuk di club' The one dengan kedua sahabatnya.
"Wanita Sialan.....Gue akan bunuh Lo"Racau nya terus menenggak minuman lansung dari botolnya.
"Sialan...ternyata orang tua gue...."Ia terus saja marah - marah sambil meneteskan air mata.
Baik Jericho maupun Auriga tidak melerainya.Mereka tau Kaivan membutuhkan pelampiasan setelah mengetahui fakta tentang penyebab kematian orang tuanya.
__ADS_1
Mereka bahkan menahan Kaivan yang sejak tadi ingin datangi kediaman keluarga pamannya untuk memberi pelajaran lansung kepada Mariska.
Tapi menurut Jericho hal itu terlalu gegabah sehingga ia meminta Kaivan menenangkan diri dan menyusun rencana di club' milik Auriga.Tapi bukannya menenangkan diri malah sahabatnya itu melampiaskan kepada minum - minuman hingga mabuk sekalian ngamuk.
Pada akhirnya setelah kesadaran Kaivan habis ia jatuh tertidur di sofa dalam ruangan VIP club' yang biasanya mereka tempati.
Kedua sahabat Kaivan saling tatap lalu menghela nafas secara bersamaan."Lo gak pulang? gak di cariin istri Lo?"
"Rumah gue disini.Jangan nyuruh gue pulang."ujar Auriga cuek.Jericho menatap sahabatnya itu dalam diam.
"Lo sudah seharusnya berubah Riga.Apalagi sekarang dia hamil Anak Lo."
Auriga menarik rambutnya.Ia juga frustasi saat ini.Kakek memusuhi dia secara terang - terangan.Bahkan sekarang terkesan tidak memperdulikannya.
"i know,tapi sejujurnya gue jauh dari kata siap"Auriga menyenderkan punggung lebarnya kesadaran sofa.Ia hampir gila.
Jericho tertawa mengejek" Kalau belum siap berumah tangga kenapa Lo bikin anak,sialan."
Jericho memang tidak sebrengsek kedua sahabatnya.ia hanya memiliki satu mantan kekasih tapi ia lebih misterius dari mereka berdua.
"Sialan...."Auriga balas memaki (lebih tepatnya memaki dirinya sendiri)"it was just an accident and I didn't expect her to get pregnant with one act"
"bukannya Lo harus berbangga diri.kecebong Lo tokcer"Jericho tak menahan tawanya lagi.Lalu sebuah notifikasi masuk ke ponsel Jericho.
__ADS_1
Auriga ingin menimpuk sahabatnya itu dengan cushion di atas pahanya tapi ia tahan saat melihat ekspresi Jericho yang berubah kelam menatap layar ponselnya.
"ada apa?" tanya Auriga.
Jericho hanya menggeleng lalu menghubungi seseorang melalui ponselnya.
"cari data seseorang hingga bagian terkecilnya.aku ingin malam ini juga.datanya sudah ku kirim."Lalu ia mematikan telepon nya.
Jericho menenggak botol whisky di hadapan tanpa menggunakan gelas lagi.'Sialan...benar - benar sialan' batinnya.
Auriga hanya menggeleng kepala saja.mungkin orang - orang di luar sana menganggap mereka hidup enak dengan bergelimang harta tanpa adanya masalah kehidupan nyatanya mereka salah besar.
Semakin tinggi pohon itu makan semakin kuat angin menerpanya.
Lihatlah mereka bertiga.sekarat dengan masalah kehidupannya masing - masing.Mereka hanya manusia biasa yang tertatih menata hidup mereka yang kadang lebih kejam dari neraka.
\=\=\=\=
Holla readerss...
Hidup semua orang berbeda - beda dan pasti memiliki masalah nya masing - masing.
cheers ... untuk kita yang begitu kuat melewati setiap masalah.
__ADS_1
see you next episode