
Kaivan terbangun dengan kepala super berat dan pusing.Dimana dia sekarang?tempat ini bukanlah kamarnya.Lalu tangan seseorang melingkari perutnya.
"OH ****....."Kaivan lansung duduk tegak di atas ranjang menatap tangan yang berada di perutnya.Ya tuhan jangan bilang gara - gara tipsy ia sampai one night stand sama perempuan lain.Kalau Ana sih Kaivan tidak masalah.
Ia tak berani menatap kesamping Sampai suara dengkuran yang cukup keras memenuhi Indra pendengarnya.
"DAMN YOU AURIGA...." Kaivan lansung menendang sahabatnya itu hingga jatuh mencium lantai.
"Sialan Lo Kai.Kenapa sih ?"Auriga menggosok kening yang dengan anggunnya mencium lantai menimbulkan denyutan nyeri."Kayak anak perawan yang baru di nodai tau gak."Ia menaiki ranjang sambil misuh - misuh.
"Lo nodai gue bangsat.najis banget Lo ***** - ***** gue."Kaivan menutup bagian depan tubuhnya padahal Ia masih mengenakan pakaian lengkap.
"Berisik banget sih Lo pada."Suara bariton Jericho menginterupsi kegiatan dua manusia di atas ranjang.
Jericho yang berbaring di sofa duduk sambil memegang kepalanya.Semalam mereka bertiga sama - sama mabuk.Tapi hanya Kaivan yang entah itu tidur atau pingsan.
Baik Jericho maupun Auriga sama - sama menyeretnya ke kamar yang sengaja Auriga sediakan saat Ia tidak sempat pulang atau memang ingin menginap.
Setelah berhasil membaringkan Kaivan.Jericho yang malas keluar lagi memutuskan membaringkan tubuhnya ke sofa karena tidak mungkin berbaring di tengah - tengah Auriga dan Kaivan.Yang benar saja!!!!
\=\=\=\=
__ADS_1
Hari ini Kaivan bolos kerja dan Didin di minta mengatur ulang jadwalnya.Setelah mengumpat beberapa kali ia melihat panggilan dan pesan dari Ana,Kaivan memutuskan untuk lansung menemuinya secara lansung nanti setelah pulang kerja.
Sebenarnya bukan hanya Kaivan tapi juga dua manusia lainnya yang sedang berebut potongan buah mangga terakhir.Kaivan menggelengkan kepalanya,mereka sudah 'tua' tapi tingkahnya seperti anak kecil berebut mainan saja.
"apa lo sudah memiliki rencana untuk wanita tua itu"Jericho yang memasukan mangga ke dalam mulutnya setelah berhasil mengelabui Auriga.
Kaivan mengangguk sambil menyeruput kopinya."gue akan memikirkan cara paling kejam untuk membalasnya."Kilatan amarah masih tampak di mata Kaivan.
"Kalian benar,gue gak boleh gegabah dalam menghadapi penyihir licik itu."Kaivan menatap kedua sahabatnya.
\=\=\=\=
Ana melangkah lesu karena seharian ini Kaivan tidak menghubunginya.
Tiba - tiba ia menatap ujung sepatu seseorang."kenapa menggelengkan kepala ?" Ana mendongak saat mendengar suara itu.
"Mas...."Ana melotot melihat senyum tak bersalah Kaivan menghiasi wajahnya."kamu kemana aja !!"Ana hampir melompat ke pelukan Kaivan kalau tidak mengingat ia masih di depan gedung kantornya.
"merindukan aku ?"Kaivan tersenyum jahil.
Ana mengangguk."mas..gak kerja ya."Ana melihat penampilan Kaivan yang terlihat santai menggunakan kaus polo dan celana selutut.
__ADS_1
Kaivan mengangguk dan menggenggam tangan Ana untuk ia bawa ke arah mobilnya.
Setelah memastikan Ana duduk dengan nyaman Kaivan pindah ke pintu kemudi.Ana menatap Kaivan yang tak kunjung menjalankan mobilnya.
"ada apa mas?"
Kaivan bukannya menjawab malah membawa Ana dalam dekapannya."biarkan seperti ini sebentar saja."Kaivan menenggelamkan kepalanya ke leher Ana.
Ana tidak bertanya lagi hanya terus mengusap rambut hitam Kaivan dengan rindu yang sama.
"apa yang di bicarakan Mariska pada mu tempo hari ?" Ana menegang saat Kaivan melontarkan pertanyaan itu.
Apakah sudah saatnya mereka berpisah?
Apakah ia tidak bisa tetap bersama Kaivan?
Apa Kaivan akan memutuskannya?
\=\=\=\=
holla readersss ...
__ADS_1
wanita dan overtinking nya...
see you next episode