
Dokter kandungan yang di pilih oleh Kaivan Hutama masih muda,komunikatif,dan pastinya mematok harga tinggi.
Bukan ia yang menunggu dokter seperti pada umumnya,ia lah yang di tunggu dokter dengan senyum dan layanan yang sangat ramah.
Ana meneguk ludahnya saat pemeriksaan telah selesai.Ia dan Kaivan di persilahkan duduk.
"Selamat ya,bu.Kandungannya sehat dan sudah berjalan 4 Minggu."
Ana merasa ledakan bahagia pada dadanya.Kaivan tidak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya.Tangan mereka saling bertautan saat mendengarkan perkataan dokter kandungan tersebut.
"saya tidak mendeteksi adanya kekurangan dari janinnya.Hanya saja tolong perhatikan asupan gizi ibunya,ya."
Kaivan yang awalnya hanya diam mendengar dan memperhatikan mempertanyakan apakah ia mereka bisa melakukan hubungan suami - istri seperti biasa.
Jadilah Ana menunduk,menahan malu di sisa sesi konsultasi mereka dan berusaha menghalau rona merah di wajahnya.
\=\=\=\=\=
Senin pagi ini,Telinga Ana sudah pengang mendengar ceramah Kaivan.
"kamu hati - hati ya sayang.Nanti makan siangnya ,tunggu aku yang kirim aja.Tapi kalau kamu ingin sesuatu juga lansung kabari aku....."
"Mas...kamu udah bilang itu dari aku bangun tidur tadi Loh."Ana menggeleng sambil meletakan telunjuknya pada bibir Kaivan.
Pria itu meringis dan mengecup jari istrinya yang menempel di bibir."Mas cuma mau kamu baik - baik saja.maaf ya."
__ADS_1
Ana tersenyum lalu mengecup pipi suaminya."iya..makasih atas perhatian nya,ya.aku kerja dulu.Mas juga jangan skip makan siangnya."
Kaivan mengangguk dan membiarkan Ana keluar dari mobilnya.Pria itu menatap istrinya sampai menghilang ke dalam gedung kantornya.
Pria itu terus saja tersenyum.Mungkin orang lain yang melihatnya seperti ini akan menganggapnya gila.Apa Kaivan peduli,tentu saja tidak.
Ia memang terlalu bahagia sampai tidak bisa mengendalikan bibirnya untuk terus tersenyum.
Kaivan mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan membuka sosial media yang sangat jarang ia gunakan.Postingannya saja masih di bawah lima puluh.
Dan semua postingannya di isi dengan pemandangan dan Ana.
Setelah mencari dan memilih akhirnya ia memutuskan mengunggah foto Ana saat wanita itu merajut di balkon kamar mereka pada sore hari.
Kaivan benar - benar sangat bersyukur Ana hadir di dalam kehidupannya.Ia yang berada di ruang hampa seakan mendapat cahaya penolong setelah bertemu dengan Ana.Di tambah lagi wanita itu mewujudkan mimpi yang bahkan tak berani Kaivan impikan.
\=\=\=\=
Ana sempat terkejut bagaimana pelayan restoran tengah membagikan kotak makanan kepada teman - teman kerjanya.Bu Hana yang baru saja menerima bagiannya lansung menghampiri Ana dengan terkekeh.
"Makasih loh,An.traktiran makannya.Jarang - jarang bisa makan dari restaurant mahal ini."Sambil menatap kotak makanan yang harga teh tawarnya saja bikin kaum mendang - mending mundur teratur.
Ana tersenyum saja.Ia bingung harus menjawab apa.Semua ini adalah perbuatan sang suami."Silahkan di nikmati,bu.traktiran pak suami ini."
"please say thanks to him ya,na"
__ADS_1
Ana mengangguk dan menerima rentetan terima kasih dari rekan kerja lainnya.Tak lama,teleponnya berdering,menampilkan nama sang suami.
"sayang."sapa Kaivan begitu teleponnya di jawab Ana."Sudah makan siang?"
Ana menatap kotak makannya yang sudah pasti sesuai dengan anjuran dokter untuk ibu hamil."baru mau makan.Mas ,udah makan?"
"udah donk.Mas kan harus jadi suami siaga.Jadi gak boleh sakit."
Ana tertawa mendengar jawaban Kaivan."makasih ya mas,kamu juga traktir teman - teman kantorku."
"iya...anggap saja syukuran kecil - kecilan.ya udah,kamu makan dulu sana.Nanti keburu habis jam makan siangnya."
"oke mas.i love you."
Ana tak mendengar jawaban Kaivan lagi.Ia sempat menjauhkan ponsel untuk melihat apakah teleponnya masih terhubung.
"Mas...."
"i love you too,sayang."
\=\=\=\=
holla readerss...
see you next episode
__ADS_1