OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Mari kita Jalani Hubungan Aneh ini


__ADS_3

Ana menyadari pesona Kaivan memang sekuat itu.Dimana pun ia berada setiap mata selalu menatapnya kagum.Seorang laki - laki bertubuh tinggi tegap memiliki otot dengan tonjolan yang pas wajah adonis dan dompet yang tebal.Wanita mana yang tak menginginkan pria tersebut.


Setelah menjalani hubungan dengan Kaivan selama hampir sebulan ini.Mereka mulai membuka diri karena sering bertemu dan bercerita.


Meski tak seperti hubungan pada umumnya.Namun Ana merasa senang dan nyaman dengan perlakuan Kaivan terhadapnya.


Kaivan memang jarang melakukan gombalan atau rayuan seperti kebanyakan pria lain.Dia lebih lugas dan tegas dengan perasaannya.Justru hal itu membuat hati Ana tersentuh.Seperti malam ini mereka dinner bersama.


" Kenapa kamu mikir hubungan kita segitunya.padahal kita baru bertemu,mas?" Ana menatap Kaivan yang balas menatapnya.


" karena aku ngerasain apa yang gak aku rasain ke wanita lain,sayang" Ujarnya sambil tersenyum manis.


" emang apa yang mas rasain ?"


"apa adanya." Kaivan menautkan ke lima jarimya Kejari Ana.


"Apa adanya tu gimana??jelasin donk."


"aku gak merasa lelah berhadapan sama kamu.Kamu cantik,kamu menarik,kamu gak jaim kalau di ajak makan,gak macem - macem dan yang terpenting dari itu semua kamu tidak menuntut apapun dari ku"jelas Kaivan .


"aku membutuhkan seseorang seperti itu,pekerjaan ku memiliki beban yang besar jadi aku gak mau menghadapi drama dalam hubungan lagi.Dan di saat aku lelah dengan pekerjaanku,aku memiliki tempat untuk pulang."tambahnya lagi


"gimana? udah jelas belum ?" tanya Kaivan di saat respon Ana tak kunjung datang.


Wajah Ana berseri - seri.sambil mengangguk ia menguatkan tautan jari mereka.Ana akui,dia masih ragu kepada Kaivan.Tapi Ana tidak pernah berhenti merasakan bahagia sekujur tubuhnya semenjak bersama Kaivan.


"aku memiliki trauma dengan masa laluku jadi aku menutupi diri dari segala bentuk jenis hubungan.tapi bersamamu semua terasa begitu lancar." Ana menundukkan kepalanya"kamu seperti penyihir" sambungnya lagi.


" I'm your chosen one " Ucap Kaivan sedikit terinspirasi dari film Harry Potter.


Ana tertawa geli mendengarnya." sudah malam ayo kita pulang ."

__ADS_1


Dan di perjalanan pulang pun tangan mereka tetap bertaut seperti remaja yang kasmaran.


"Kamu tau tinggal di tower siapa ?" mata Kaivan tetap fokus ke jalan.


"Hutama Apartmen.punyamu tentu saja." Ana sudah mengetahui dari namanya saja.


"Kamu cepat belajar ternyata.kapan - kapan boleh aku main kesana?"


"tentu saja.gadungnya kan punya kamu ." Ana menghadap ke arah Kaivan.


" Maksud ku ke apartment mu,sayangku" Kaivan mencubit pipi Ana karena gemas sekali dengan gadis itu.


"Apart ku kecil.Uang tabungan ku hanya cukup membeli yang itu." ungkap Ana


" Tak masalah atau kamu mau aku sediakan penthouse sekalian ."


"no..no.. aku lebih menyukai yang kecil itu.lebih nyaman untukku."


" yang ini ?" Ana berusaha membukanya


" ambil sesuatu yang berpita pink ." ucap Kaivan lagi


Sebuah black card berpita pink di genggaman Ana." Itu untukmu.pinnya tanggal kita pertama bertemu."


" iiinnii...." Ana kehabisan kata - katanya karena terlalu syok.


" sekarang kamu wanitaku.aku mau kamu menggunakannya dengan baik."Kaivan terkekeh melihat ekspresi Ana


"tapi....ini terlalu berlebihan Mas." Ana sudah mendapatkan kembali suaranya


" aku tau tapi aku tidak menerima penolakan." Kaivan kembali menggenggam sebelah tangan Ana sementara tangan satunya memegang setir mobil." jadi,kapan aku boleh mampir?"

__ADS_1


" Kapan saja,asal borongkan aku jajanan di minimarket di sebelahnya."


lalu mereka berdua tertawa dengan keras.


Tanpa terasa mobil yang di kendarai Kaivan sudah sampai di depan lobby apartmen Ana.


" apa aku bisa menciummu " tanya Kaivan.


Ana berpikir sebentar lalu mengangguk perlahan.


Tanpa menunggu lagi Kaivan menyatukan bibir mereka.Awalnya hanya kecupan setelahnya menjadi ******* yang dalam dan menuntut.Ana membuka mulutnya dan mulai membalas ciuman Kaivan.*******,menghisap,hingga membuat Ana mendesah.


saat nafas keduanya hampir habis Kaivan melepaskan tautan bibir mereka dengan kening mereka yang bersatu.


" Benda ini sangat membuat aku kecanduan hingga rasanya sulit sekali berhenti."Ibu jari Kaivan mengusap bibir Ana yang bengkak akibat ulahnya.


Ana memberanikan diri membuka matanya dan menatap Kaivan."masuklah...selamat malam sayangku." seru Kaivan setelah mencuri satu kecupan lagi.


"call me when you get home."ujar Ana singkat setelah ia keluar dari mobil Kaivan.


"As always "jawab Kaivan sebelum kembali mengendarai mobilnya.


Sambil melambaikan tangan Ana melihat mobil Kaivan hilang di antara kerumunan mobil lainnya.


\=\=\=\=


selamat malam readerssss


follow IG othor ya @wewe_n19


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2