
Ana tidak tahu ternyata Kaivan semanja ini.Pria itu tiba - tiba minta di pilihkan baju kerja,di pasangkan dasi,dan sekarang Bahkan enggan menggunakan tangannya sendiri.
"suapi .."Pintanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari iPad.Ia membaca berita digital pagi ini kegiatan rutin yang selalu ia lakukan.
"ini hanya roti mas."
Kaivan menggeleng dan tetap minta di suapi.Setelah Ana mengolesi selai nanas ia menyodori roti tersebut kemulut Kaivan yang di sambut dengan suka cita oleh pria itu.
"hhhmmm.."Ia menikmati rotinya sambil mengangguk - angguk.
"kenapa kamu sangat menyukai selalu nanas ?"Ana kembali mengambil roti untuk di olesi selai coklat untuk dirinya sendiri.
"waktu kecil,aku tidak menyukai nanas,bentuknya aneh."jawab Kaivan."lalu bibi Sophie membuatkan sarapan roti yang di beri selai nanas.dan...ternyata aku menyukainya tanpa tahu kalau itu terbuat dari nanas."
Ana terkekeh mendengar cerita masa kecil Kaivan.Memang kebanyakan anak kecil melihat sesuatu dari bentuknya,tanpa tahu rasanya yang ternyata lezat.
"hari ini kamu akan melakukan apa ?"tanya Kaivan setelah ia mengurus cuti Ana lansung pada CEO tempat Ana bekerja.
"hhmm...menikmati liburku tentu saja."Jawab Ana cemberut.Ia masih tidak terima dengan cuti paksaan ini.
__ADS_1
Kaivan terkekeh lalu mengusap kepala Ana dengan sayang.ia beranjak dan mengenakan jasnya."kabari aku kalau ingin pergi ya.aku berangkat dulu."
"hati - hati mas."Ana mengantar Kaivan ke depan pintu.Sebelum beranjak pergi Kaivan meraih tubuh Ana dan mengecup bibirnya singkat.
"Seperti ini lah pagi yang aku inginkan."ucapnya setelah mencuri satu kecupan lagi.
\=\=\=\=
Siang ini Ana berjalan - jalan di Mall sekarang diri.Setelah membeli bahan - bahan untuk merajut Ana yang masih enggan untuk pulang memilih berjalan sebentar.
"Dayana.."seseorang menyapanya dari belakang.Ana menoleh dan mendapati Bibi Mariska tengah menatapnya "bisa kita bicara sebentar."
Ana terlihat berpikir sejenak.Wanita paruh baya itu terlihat lelah di balik make up tebalnya.Akhirnya Ana menganggukan kepala.
"apa kamu ingin memesan sesuatu."Saat pramusaji tiba wanita itu menyebutkan pesanannya.Ana hanya memesan virgin mojito dan pancake dengan toping eskrim vanila di atasnya.
"apa Tante masih ingin membicarakan tentang Mas Kaivan dengan Valarie ?"
wanita itu tersenyum miring mendengar betapa to the pointnya Ana.Ia sepertinya terlalu meremehkan wanita yang terlihat polos di hadapannya ini.Buktinya mereka hampir menikah Minggu ini kalau tidak di tunda karena kecelakaan yang di dalangi Putri,anaknya.
__ADS_1
Ia sangat kecewa dengan Putri yang sangat bodoh merusak dirinya sendiri dengan menjadi simpanan pria tua hingga mengidap penyakit mematikan.
tapi ia tak kan membiarkan rencananya gagal di tengah jalan saat ia sudah mengusahakan kehancuran Kaivan sedari ia kecil.
"Apa kamu masih merasa berjodoh dengan Kaivan,setelah apa yang terjadi padamu?"
Ana yang diam - diam mengirimkan pesan pada Kaivan menoleh.
"maksudnya ?"
"sepertinya kamu memang tidak berjodoh dengan Kaivan.lebih baik kamu tinggalkan dia dan biarkan Valarie yang menggantikan posisi mu."Jelasnya lalu menikmati minuman yang baru saja di sajikan.
"Bagaimana mungkin anda tetap menjodohkan laki - laki yang jelas telah memilih.Pernikahan kami tidak batal hanya di tunda."
"maka dari itu tinggalkan Kaivan,selagi pernikahan itu tidak terjadi.kamu harus tahu,sampai kapan pun kamu tidak akan pernah cocok dengan Kaivan."
ana kehabisan kata - kata mendengar penuturan bibi Kaivan ini.Ia sepertinya tidak bisa menahan diri lagi.
\=\=\=\=
__ADS_1
Holla readerss
see you next episode