OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Undangan


__ADS_3

"aku tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain,mas.Tapi aku pastikan perasaanku tetap dan selalu untukmu. Dan aku berhak menolak perasaan orang lain " Ucapan Ana saat itu terus terngiang oleh Kaivan hingga pria itu terus saja menarik sudut bibirnya.


Begini rasanya kasmaran kah??? dia seperti ABG baru jatuh cinta.Bahkan dengan penuh senyuman rapat yang hari ini harus nya sangat menegangkan berjalan dengan lancar tanpa Kaivan yang banyak maunya seperti biasa.


Kaivan bersiul - siul memasuki ruang kerjanya hingga pelukan dari belakang membuat ia terjingkat kaget.


"SIALAAANNN..."


Ia tidak sadar dari ruang rapat tadi Putri Hutama mengikutinya dengan muka siap memakan apa saja.


"Kamu memakiku."Putri menatap Kaivan dengan tatapan sendu.


"Kenapa memeluk ku !!! Salah mu sendiri melakukan hal gila."tatapan maut Kaivan layangkan kepada Putri.


"Biasanya kamu tidak masalah aku memeluk seperti itu."


Kaivan lansung pusing melihat tingkah Putri yang terus berusaha mendekatinya.


"we finished a long ago.apa lagi yang kamu inginkan."


"tapi aku masih menginginkan kamu kai.aku...."


"berhenti lah Put.Apa pun yang ada di kepala cantikmu itu berhentilah selagi aku masih bicara baik - baik."Tatapan dingin Kaivan membuat Putri merinding.Pria itu tidak pernah menatapnya seperti ini.


"hanya karena wanita itu kami menatapku sedingin ini Kai." wajah cantiknya. berubah mendung seketika.


sambil melempar sebuah undangan ke meja Kaivan ia berteriak "Aku akan membuatmu menyesal Kaivan Hutama !!" di iringi suara dentuman pintu.

__ADS_1


Kaivan menarik dasi dan membuka kancing kemejanya.Berdebat dengan wanita itu selalu menguras energinya.Ia melirik sebuah undangan pesta ulang tahun yang di gelar beberapa hari lagi.


'dia selalu ingin menjadi pusat perhatian' gumam Kaivan menggelengkan kepalanya.


\=\=\=\=


Ana berlarian ke arah lift setelah mendapatkan panggilan dari resepsionis jika seorang perempuan mencarinya.


Siapa kira-kira yang mencari keberadaannya ke kantor ini? ia tidak memiliki kerabat dekat atau sejenisnya untuk berkunjung.


Saat ia sampai ke lobby kantor seorang wanita yang mengenakan gaun ketat membalut tubuh hingga betis dan di tutupi blazer agar terlihat lebih formal memunggunginya.


Ia melihat ke arah resepsionis dan anggukan yang ia terima sebagai jawabannya.


"Permisi,apa anda yang.....Putri Hutama ?"Ana terbelalak.Iabtidak menyangka seorang Putri Hutama datang ke kantor dan mencarinya.


Bibir merah itu tersenyum sinis sambil memberikan sebuah undangan."Hay...gue cuma mau ngasih ini secara lansung sama Lo.Gue harap Lo datang ke acara gue ."


"hhhmmm...tentu.terima kasih telah mengundangku."Ana bingung harus merespon seperti apa karena terlalu terkejut dengan kedatangan wanita di hadapannya ini.


Tanpa merespon ucapan Ana wanita itu pergi begitu saja.Ana bahkan sampai terperangah dengan tingkahnya.Dasar wanita aneh....


Ana baru kembali keruangan kerjanya saat panggilan dari Kaivan berdering.


"hallo mas.."


"sayang hari ini aku gak bisa jemput,kamu pulang sendiri gak apa - apakan ?"

__ADS_1


"it's oke mas,biasanya aku bisa sendiri kok hehehe."


"iya,aku tau kamu biasanya bisa sendiri.tapi sekarangkan udah ada aku." ujar Kaivan


"iya mas iya,tapi lakuin sesempat kamu aja ya.jangan terlalu di paksakan.aku tau kerjaan mu juga banyak."


"Tenang sayang.kan,aku bosnya."


"iihhh...mentang - mentang jadi bos.gak boleh seenaknya lah."Ana gemas dengan perkataan Kaivan barusan.


"iya sayang... makasih ya udah ngertiin aku."


Ana membayangkan Kaivan pasti tersenyum sambil mengatakan hal itu.


"sama - sama mas Kai.semangat ya kerjanya."


"kamu juga" ucap Kaivan.


Setelah beberapa saat mereka ngobrol via telepon Ana kembali fokus pada pekerjaanya yang terus saja menumpuk minta di timpuk.


\=\=\=\=


holla readersss...


hadehhhh...sadar put,put kalian hanya sepupu.


SE-PU-PU.

__ADS_1


timpuk juga nih pake berkas pekerjaan Ana.


see you next episode


__ADS_2