
"akhirnya...kalian pulang juga."Ibu menyambut heboh saat kedua putrinya menampakkan diri dari balik pagar setelah turun dari taksi.
Baik Anya maupun Ana saling memberi tatapan heran.ibu kenapa???
Setelah masuk rumah dan ibu lansung menghela mereka ke meja makan."cuci tangannya di wastafel belakang aja."ibu memotong Anya yang hendak masuk ke kamar mandi."nanti masakan ibu keburu dingin."tambah aneh !! pikir Anya
Setelah mengisi piring setiap anggota keluarga.Mereka mulai menyantap makan malam yang selalu nikmat ini.
Bapak Heri adalah penggemar nomor satu masakan ibu ida.Pria yang selalu sabar menghadapi istrinya yang cerewet ini selalu menyempatkan makan di rumah.
Hidangan yang selalu menggugah selera seisi rumah ini tanpa terasa telah habis.Mereka kekenyangan karena ibu Ida tidak membiarkan mereka menolak saat ia menambahkan makanan kepiting masing - masing.
Anya menyandar manja pada ayahnya.sementara ibu dan Ana Sadang memotong buah - buahan."gak terasa ya yah,Putri kita sudah dewasa.Sebentar lagi pada berumah tangga."
"Uuhhhukk..."Anya tersedak ludahnya sendiri.
"ibu kenapa yah ? dari tadi bertingkah aneh."Anya berbisik kepada ayahnya.
Ayah yang tengah fokus menonton televisi hanya mengangkat bahunya singkat."dapat tranferan dari ibu RT kali."
"Dapat tranferan kok bahasnya berumah tangga."Anya keki sendiri.Ia tidak siap jika di tanya kapan menikah.
__ADS_1
"Anya kamu kapan berniat untuk berumah tangga."kan...kan...baru juga Anya memikirkannya.
"ibu kenapa sih...kok tiba - tiba bahas begituan."Anya dan ibunya selalu adu urat kalau sudah duduk bersama.Entah mengenai hal apa pun pasti berakhir pertengkaran dan Bapak Heri selaku pelerainya dan menjadi pihak yang mendamaikan.
Ana bagian penonton yang selalu menikmati cara komunikasi orang di rumah ini.Ana tau ibu yang cerewet terhadap anak gadisnya merupakan bentuk cinta walau cara mengungkapkan nya berbeda.
Anya yang keras kepala berbeda dengan Ana yang manut saja itu selalu jadi sasaran Omelan ibu.
"umur kamu sudah hampir kepala 3.Nanti sulit memiliki anak."ibu mulai sesi mengomelnya."dan Ana kamu kapan memperkenalkan calon mantu ibu."
"eeehh...ana juga kena."Ana yang tengah fokus memakan semangka karena di suapi ibu Ida itu salah tingkah.
"Ana aja yang duluan Bu."celetuk Anya sambil terkikik geli.
"kok aku.kamu aja yang duluan."Ana cemberut
"udah..udah gak penting siapa yang lebih dulu.Ibu cuma mengingatkan."wanita paruh baya itu menepuk puncak kepala Ana.
"ibu dan bapak ini udah tua.Sebelum mati kita mau nimang cucu.ya kan pak." Ibu menoleh ke arah Bapak penuh arti.
Bapak mengiyakan dengan mengangguk kepala saja.
__ADS_1
"ya gimana mau nikah.orang jodohnya belum keliatan."Anya nyeletuk begitu saja.
"loh..jadi belum serius dengan yang kamu perkenalkan kemaren itu."
"haaa...Anya ngenalin siapa Bu."seingat Ana,Anya belum memiliki kekasih.
"ibu....."Anya menatap horor kearah ibunya.Bisa bahaya kalau Ana tahu.
"itu cowok pakek kaca mata tapi ganteng loh,An.Sopan juga anaknya.Ibu suka deh."
ana menyipitkan matanya pada Anya yang lansung mengalihkan pandangannya."iihh...begitu ya Bu."ia kembali menerima suapan buah kiwi dari ibu.
Anya bukan tak ingin bercerita pada karibnya itu tapi orang yang menjadi kekasih diam - diamnya saat ini adalah sekretaris Kaivan.Ia takut berpengaruh pada pekerjaan pria itu kalau sampai Ana (otomatis Kaivan) mengetahuinya.
\=\=\=\=
holla readersss...
othor lagi kurang enak badan. jadi ngetiknya di sela - sela pusing dan meler heheheh
see you next episode
__ADS_1