
Mood Kaivan hari ini benar - benar dalam keadaan bagus.Setiap karyawan yang menyapanya ia balas dengan senyuman tipis.Biasanya jangan kan sebuah senyuman,melirik saja dia enggan.
Bahkan Didin sekretarisnya sampai terheran - heran.Kaivan bersiul - siul riang memasuki ruang kerjanya.Kemudian ia tersenyum lagi sambil geleng - geleng kepala.'Apa pak bos kesurupan setan jalanan ?' Didin sambil menggosok tengkuknya,merinding.
Yang orang lain tak tahu Kaivan tengah membayangkan wajah lucu Ana.Gadis itu terlihat marah, kesal,malu,tapi juga gengsi di satu waktu membuat Kaivan benar - benar gemas.
"Apa jadwalku hari ini ?" Kaivan menghempaskan diri di kursi kebesarannya.
"Anda hanya akan berada di kantor dan memeriksa berkas - berkas ini "Dindin menunjuk tumpukan laporan yang 'sedikit' menumpuk di atas meja kerjanya.
"baiklah,kamu bisa keluar." Kaivan berkutat dengan pekerjaannya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam makan siang."Kaivan Hutama,ayo lunch bersama."Suara ketukan pintu dan disusul suara seseorang membuat Kaivan mengangkat kepalanya yang tengah fokus membaca laporan saat itu.
"Putri Hutama tidak ada kah orang lain yang bisa kau ganggu."Kaivan melirik sepupunya itu sekilas.
"Ayo lah Kaivan,kamu sudah lama tidak mengajak ku jalan."Putri mulai bergelayut manja kepada Kaivan."Tidak kah kamu merindukan kebersamaan kita".Putri mengedipkan sebelah matanya.
Kaivan dan Putri sempat memiliki hubungan 'spesial' tanpa sepengetahuan keluarga mereka.
Anak dari adik ayahnya ini begitu menyukai Kaivan semenjak tinggal bersama setelah kematian kedua orang tua Kaivan.
"apakah kekasihmu itu tidak memiliki waktu untukmu."Kaivan berujar sinis.
"oh ayolah kai, kamu tau aku lebih menyukai siapa."Putri yang memiliki kekasih seorang pegawai di kantor kementerian itu hanya memutar bola matanya malas.Kekasihnya itu hanya selingan di saat ia kesepian.
Kaivan bangkit dari tempat duduknya dan mengambil jas beserta kunci mobilnya membuat senyum putri mengembang lebar.
__ADS_1
\=\=\=\=
Kaivan tidak merasa risih karena Putri terus berperilaku manja padanya karena ia sudah terbiasa.Tapi Putri mengartikan lain dengan sikap diam Kaivan padahal hubungan mereka telah lama berakhir.
"Kenapa hanya makan sedikit." Kaivan melirik Putri yang menyudahi makan nya setelah beberapa suapan kecil.
"Aku sedang diet dan untuk mendapatkan tubuh seperti ini aku berusaha keras,Kai." Putri tersenyum sambil membusungkan badannya.
Kaivan jadi teringat Ana yang gila makan tapi badannya tetap bagus.Ana memang tidak selansing Putri,badannya sedikit berisi dengan porsi yang pas membuatnya tampak seksi tanpa ia sadari.Kaivan jadi tersenyum mengingatnya.
Putri tersenyum semakin lebar melihat respon Kaivan.Dia pikir Kaivan senang dengan penampilannya.
Gadget Kaivan bergetar di saku jasnya setelah melihat pesan dari siapa membuat Kaivan tersenyum lagi.Ia baru mengingatnya dan gadis itu sudah mengiriminya pesan.
Kaivan sempat terkejut setelah beberapa pesan Ana mengirimi fotonya tengah makam bersama Putri.Ia dengan Cepat melihat sekeliling,seketika matanya tertuju pada seseorang yang baru keluar dari resto.
Ketika ia mencapai pintu keluar ia melihat Ana mendekati sebuah mobil dan siap memasukinya.Beruntung dengan langkahnya yang lebar ia bisa segera meraih tangan gadis itu tepat sebelum Ana memegang pintu mobil itu.
"Apa ini bisa di artikan kalau kamu cemburu ?" Ana tampak terkejut melihat Kaivan sudah berada di hadapannya.
Setelah beberapa saat Ana bisa menguasai keterkejutannya."ini hanya kebetulan,mas" Ia tersenyum.
"Kaivan ." Seseorang memanggil Kaivan dari belakang.
Mereka melihat ke sumber suara.Seseorang yang memakai setelan kantor dengan rok span dibatas lutut dan kemeja satin yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya.
" dia siapa ?" Ucapnya sambil melirik tangan Kaivan yang masih memegang tangan Ana.
__ADS_1
"ini Ana kekasihku dan dia sepupuku, Putri ." Kaivan memperkenalkan mereka.
Putri lansung melihat Ana dari atas sampai ke bawah dengan tatapan menilai.Ana yang hari ini mengenakan celana panjang putih dengan inner dan blazer berwarna mauve yang terlihat manis saat ia gunakan.Ana yang rambutnya di gerai hari ini melihat tatapan tidak suka Sepupu Kaivan itu padanya.
Ana mengulurkan tangannya"mantan lebih tepatnya."ucapnya sambil tersenyum.
Putri membalas jabatan tangan Ana dengan ogah - ogahan.
"sayang,aku kan udah bilang."Kaivan kembali meraih tangan Ana.
" Udah ya mas,aku mau balik ke kantor lagi." Ana melepaskan genggaman Kaivan.
"aku antar ya ?"Kaivan berusaha membujuk.
Ana yang melirik ke arah Putri yang cemberut mendengar ucapan Kaivan itu.
"Aku udah pesan taksi mas,kasian bapaknya nungguin." Ana melirik mobil yang masih menunggunya.
Kaivan tampak tidak rela melepaskan Ana."oke,kabari kalau sudah sampai ke kantor ya."
Ana hanya membalas dengan senyuman lalu masuk ke mobil dan beranjak pergi.
\=\=\=\=
holla readersss...
oh ya...jangan percaya judul di atas ya.
__ADS_1
kadang othor hanya menulis apa yang terlintas di kepala aja hehehheh