
Jam makan siang yang sangat membuat Ana terkejut.Tiba - tiba 2 orang OB mengantarkan bakso seberat 28 kg berbentuk hati ke ruangan Ana dan kawan - kawan.
"Mbak Ana baksonya di tarok di sini atau di pantry aja mbak." 2 orang OB itu menatapnya.
Hening.Ana kehabisan kata - kata."Siapa yang pesan Bakso pak ?"Anya yang lebih dulu bertanya.
"atas nama mbak Ana sendiri,mbak"OB terlihat bingung saat Ana terkejut dengan pesanannya.
SIAPA YANG MESAN BAKSO SEGEDE INI WOY.MANA DUITNYA.....
Ana ingin berteriak tapi hanya bisa ia telan sendiri.
Tak lama seorang resepsionis datang menyusul dengan buket bunga yang lebih besar lagi.
Ana bahkan mangap lebih besar lagi.
"ke pantry aja pak." ia kembali menguasai diri setelah di tatap oleh semua orang.
Resepsionis menyerahkan bunga sambil tersenyum " ulang tahun ya mbak.dari tadi banyak banget dapat kiriman bunga."
Ana tersenyum kaku sambil mengucapkan terima kasih.kali ini buketnya terdiri dari mawar pink dan putih dan semakin besar saja.
nikmati makan siang mu dengan yang lainnya.Karena malam ini kamu akan bersama ku.Love K.
Ana membaca kartu ucapan dari Kaivan lagi.
__ADS_1
"yuhu... makan bakso sampai muntah hari ini." Mila loncat - loncat kegirangan menyusul kepergian OB ke pantry.
Iyan bahkan mengambil stok tisu yang baru."jaga - jaga."lalu ia kabur.
"Ayo an,sebelum bakso Lo di lalerin orang - orang"Anya menarik tangan Ana setelah berhasil meletakan bunga di samping mejanya.
Ana membagi Resepsionis,OB dan beberapa teman - teman yang lainnya
Setelah membagi - bagi bakso yang so big so good itu mereka menyantapnya.
"Beruntung banget sih An.Tiap hari aja kayak gini kantong gue aman."Mila memenuhi mulutnya.
"Iyaa....gue juga.lo penolong saat kantong gue hampir bolong." Iyan sudah menghabiskan mangkok keduanya.
Anya tertawa saja melihat kelakuan teman - temannya."woy gaji Lo dua digit.hidup Lo juga gak Hedon - Hedon amat.di mana letak bolongnya ?"
"gue sih,anak bungsu tapi gue gak mau lah repotin orang tua yang ngebajak sawah di kampung."Mila mencuri minum Iyan kerena minumannya sendiri sudah tandas.
Ana terharu mendengar perjuangan teman - temannya.Hidup orang berbeda - beda jadi tidak usah membandingkan hidupmu dengan orang lain.Hal itulah yang terlintas di benak Ana.
\=\=\=\=
Jam 5 tepat Ana mendapat pesan dari Kaivan bahwa pria itu sudah menunggunya.Setelah pintu lift terbuka Ana melangkah mundur saking terkejutnya.
Kaivan dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya tersenyum sambil membawa bunga yang hampir setinggi Ana.
__ADS_1
BAYANGKAN PENAMPAKANNYA.
Ana berlari dan menarik Kaivan untuk segera keluar gedung karena malu jadi tontonan orang - orang.tapi berlari sekencang apa pun bunga itu tak kan bisa di tutupi.
Kaivan hanya tertawa melihat tingkah Ana.ia membukakan pintu mobil untuk Ana lalu memasukan bunga ke bagian bangku belakang.
"Kenapa bunganya besar banget." Ana menoleh ke belakang di mana bunga itu berada.
"biar kamu lansung liat di mana posisiku." Jawab Kaivan ngasal.
Ia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang tapi tetap menggenggam tangan Ana.
"kita mau kemana mas?"tanya Ana lagi.
"ketempat spesial yang harus kamu ketahui."
"memangnya apa yang harus ku ketahui."
"masa laluku"Jawab "kaivan menjawab singkat.
\=\=\=\=
holla readersss ...
kira - kira kemana Kaivan mengajak Ana yaaa...
__ADS_1
see you next episode