
Sesaat akan sampai di tempat tujuan Ana di buat terperangah lagi karena Disana sudah berdiri teman - temannya.
Mulai dari Anya,Iyan,Mila,dan juga teman - teman Kaivan.Mereka memegang balon bertuliskan HAPPY ENGAGEMENT.
"Ana...selamat bestaii ku."Anya lansung berhamburan memeluknya di ikuti Mila dai Iyan.
"congrats bro."Auriga menepuk sahabat karibnya dengan erat.
"thank's "Kaivan tersenyum lebar.
"selamat"seseorang di sebelah Auriga terlihat canggung.
"makasih,panggil Kaivan saja."seakan mengerti kecanggungan wanita yang terlihat tengah hamil itu.Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Selamat Kai"Jericho memeluknya erat.
"Thank's Jer,Lo kapan?"jawab Kaivan dengan senyum tengil nya.
Jericho memutar bola matanya malas."udah ada yang mengatur"lalu segera kabur ke arah meja berisi minuman.
__ADS_1
"bos kamu sensi banget ya,Ringgo."Kaivan menjabat tangan asisten Jericho yang selalu menjadi buntut bos nya kemana- mana.Ringgo hanya meringis pelan."selamat atas pertunangannya pak."Lalu ia kabur mengikuti langkah bosnya.
"Selamat pak,akhirnya rencana anda berjalan lancar"Didin menjadi orang terakhir yang menyalami Kaivan.Rencana yang sudah beberapa hari itu di rancang Kaivan dengan banyak bertanya kepada Didin padahal sekretarisnya tersebut juga di repotkan dengan pekerjaan Kaivan.
"makasih Din."Kaivan menjabat tangan sekretarisnya itu dengan erat."kamu selalu bisa saya andalkan."
Ana yang tengah asik mengobrol seru dengan teman - temannya.Yang ternyata dari pagi tadi sudah berada di sini karena memang sudah di rencanakan Kaivan.
"pantas Lo ngilang,padahal kita udah janjian."Ana cemberut.
"hehehe gue di ajak kerjasama sampai lupa ada janji sama Lo."Anya meringis.Ia benar - benar lupa punya janji bareng Ana.semua karena Didin yang menghubunginya untuk jalan - jalan ke pulau seribu dan merencanakan pesta kejutan ini.
"eehh gila cincin Lo,Segede bawang Bombay tau gak."Mila yang sulit berkesiap dari tadi menatap jari manis Ana dengan penuh binar.
"Lo pikir berlian mainan hadiah dalam kerupuk gopekan."Anya menyalak.Ia mengeluarkan gadgetnya dan memperlihatkan sesuatu kepada kedua temannya itu."lihat pakai dua biji mata kalian itu."
Iyan yang tengah minum lansung menyemburkan air yang belum sempat ia telan.Sedangkan Mila menutup mulutnya untuk meredam teriakannya.
"mampus..butuh seumur hidup kerja bagai kuda ini.supaya dapat cincin yang sama"
__ADS_1
"sekarang tau kan seberapa Sultan itu orang"Anya kembali menyimpan gadgetnya.Ia sudah lebih dulu terkejut seperti teman - temannya.
"Mak....mau yang kayak pak Kaivan satu Mak."Iyan pura - pura menangis dan menyender kebahu Mila yang mengelus kepalanya seperti seorang ibu."itu mustahil nak,yang kayak gitu sudah di ambil Ana."
Lalu mereka tertawa bersama - sama dengan drama kedua orang tersebut.
"Lo beruntung banget An"Anya menatap Ana yang terlihat sekali bahagianya"Lo pantas mendapatkan kebahagian setelah apa yang udah Lo alami."
Ana tersenyum riang.Dia sudah cukup lama menangis saat Kaivan melamarnya tadi sekarang ia hanya akan tersenyum saja."makasih nya,semoga Lo juga cepat dapat kebahagian yang sama."Ana menoleh ke arah rombongan pria,dimana keberadaan Didin yang terlihat duduk di dekat Kaivan.
"masa Anya doang,kita juga mau"Mila cemberut
Ana tertawa dan menarik bibir Mila yang sudah maju lima sentimeter itu."semoga semua teman - teman gue juga dapat kebahagian yang sama."
Dan mereka berpelukan layaknya Teletubbies.
\=\=\=\=
holla readerss...
__ADS_1
batuk ini menyiksaku...... huhuhu
see you next epidose