
Kaivan dan Ana benar - benar tak menyangka kalau Putri benar - benar akan melaksanakan pertunangan.
Kabar itu pertama kali Ana terima saat sebuah e-mail masuk ke dalam kotak masuknya dan sebuah undangan dengan desain mewah berada di sana.
Pesta itu di gelar di salah satu hotel pada Jum'at malam pukul delapan malam,dengan dresscode topeng.
Bertepatan dengan itu gadgetnya bergetar menampilkan nama sang tunangan.Membuat Ana lansung menjawab panggilan tersebut.
"halo,sayang"sapa Kaivan"kamu sudah terima undangan pesta pertunangan Putri?"
"udah mas."Ana menatap layar komputer yang menampilkan catatan yang harus ia isi untuk mengabari kehadirannya atau tidak.
"Mas,datang?"
"kamu mau datang gak ?"tanya Kaivan balik
"hhmm..aku ikut mas aja."
"sebenarnya ,mas malas."Jawab Kaivan,Ia benar - benar ingin menghindari Putri Hutama karena ia merasa ada yang aneh saja."Tapi ....rasanya aku harus menghormati paman dengan datang kesana.Walaupun sebenarnya mas lebih memilih berduaan sama kamu aja."
Ana tertawa mendengar penuturan Kaivan tersebut."ya udah,ayo datang saja."
"oke,nanti aku jemput biar kita cari gaun untukmu bareng."
__ADS_1
"aku tunggu."
"siap,istriku."Jawab Kaivan dengan merdu.Membuat pipi Ana tanpa sadar memerah malu karena ini pertama kali memanggilnya seperti itu.
Setelah sambungan terputus,Ana menatap layar komputernya.Semoga Putri benar - benar sudah melupakan Kaivan.
\=\=\=\=
Ana menggenggam clutch nya erat.Ia sedikit gamang dan Kaivan yang duduk di sebelahnya tau akan hal itu.
"mau pulang aja?"tawar Kaivan.Ia sendiri sebenarnya malas berada di acara ini kalau saja tak mengingat harus menghormati pamannya.
Ana menggeleng pelan.Ia sudah terlanjur berada di sini lagi pula Kaivan berada di sisinya.
Tiba di ballroom,dekorasi yang di dominasi warna gold lansung menyambut penglihatan Ana.Pasti persiapannya sudah berbulan - bulan pikir ana.
"Dekorasinya bagus,ya mas?"Ana menerima uluran mojito dari salah seorang pelayan."pasti pakai EO paling bagus."
"kamu mau acara seperti ini juga ?"Tanya Kaivan sambil merangkul pinggang wanitanya.
Ana menggelengkan kepala.Mau mengundang siapa??pikirnya.
"aku bisa bikin lebih besar dan mewah dari ini."Kaivan menyesap wine yang di tawarkan pelayan.
__ADS_1
Ana menepuk pelan lengan Kaivan."sombong."ujarnya.
Kaivan memberi jarak agar ia menatap kekasihnya itu."mas,serius sayang.Kamu bilang iya dan akan mas wujudkan dalam Minggu ini."
"aku tahu,kamu lebih dari mampu mas.Tapi aku lebih menyukai yang sederhana dan di hadiri oleh orang - orang yang benar - benar aku kenal dan dekat."Ujar Ana mengusap pipi pria yang terlihat lansung menikmati sentuhan ringan itu.
Belum sempat Ana menyentuh meja di mana keluarga Hutama berada.Ia mendengar orang - orang mengomentari gaunnya malam ini.
Gaun satin rancangan Alexander McQueen terbaru itu terlihat sangat pas di tubuh Ana yang tinggi semampai.Warna putih tulang yang jatuh hingga menyapu sedikit lantai tersebut menambah kesan anggun pada dirinya.
Dan jangan lupakan tangan Kaivan yang terus mengelus punggung mulusnya karena gaun tersebut memang terbuka di bagian belakang.
Kaivan ingin sekali menyembunyikan Ana karena dari tadi mata elangnya tanpa sengaja melihat tatapan lapar para pria di tempat tersebut.
Kaivan dengan sengaja mendekatkan wajah mereka dan mengecup singkat pipi Ana.
Ana yang tengah menoleh pada beberapa orang yang sempat menatap iri padanya memekik pelan "Mas..!!"
"hehehe...maaf,aku gak tahan kamu cantik banget malam ini."Kaivan berhasil mengalihkan perhatian Ana dan semakin membuat orang - orang di sekitarnya merasa iri.
\=\=\=\=
holla readerss....
__ADS_1
see you next episode