
Kaivan menatap sekelilingnya,tatapannya jatuh pada Putri yang terlihat bahagia malam ini.Bersama wanita itu sejak mereka kecil membuat Kaivan tahu sebenarnya senyum bahagia yang di tampilkan Putri hanyalah senyum palsu.
"mas,aku ketoilet sebentar ya ."pamit Ana.
"perlu mas temani ?"Kaivan sudah akan berdiri dari meja yang tak jauh dari meja keluarganya itu.
Ana terkekeh dan menggeleng kepala"memangnya aku anak kecil,aku bisa sendiri mas."
Kaivan yang terlihat ragu akhirnya pasrah."ya sudah,cepat kembali."
"kamu terlihat sangat menyayanginya?" Pertanyaan tiba - tiba membuat Kaivan menoleh dari pandangannya dari Ana yang semakin menjauh.
"who doesn't ?" ucapnya sambil tersenyum.Rupanya paman sudah berdiri di dekat meja dan membawa 2 minuman untuk mereka.
Pamannya ikut tersenyum,dia akhirnya senang karena ponakan satu - satunya ini sudah menemukan tambatan hati.
Kaivan memutuskan untuk bertanya hal yang mengusiknya dari tadi.Ia melihat pamannya sedikit murung "apa paman baik - baik saja?"
"dengan pertunangan ini ?"Papa dari perempuan yang bertunangan malam ini bertanya."sebenarnya,i'm not fine with this.tapi apa paman bisa mencegahnya?"
__ADS_1
Kaivan tahu jawabannya,siapa yang bisa mencegah kalau Putri menginginkan sesuatu.Wanita manja itu cukup keras kepala.
"Paman merasa ada sesuatu yang tak beres disini.Putri terlalu mendadak menginginkan pertunangan ini dan sedikit...memaksa."
Kaivan mengerti dengan kekhawatiran pamannya,Putri anak semata wayang yang sangat di cintai pamannya.Ia pasti tidak menginginkan sesuatu yang buruk menimpa atau menyakiti anaknya.
Setelahnya Kaivan berusaha menggiring pembicaraan ke arah lain,selain acara pertunangan saat ini.
"oh ya...bagaimana dengan mu?"Maksud paman dengan rencana lamaran Kaivan.
"she said yes,Sabtu lalu di perairan pulau seribu."Kaivan tersenyum mengingat hat itu.
Acara tukar cincin pun sudah di laksanakan di atas panggung dan sekarang tinggal acara hiburan yang di nikmati tamu undangan.
"Paman naik ke kamar dulu,Kai."Paman Kaivan beranjak dan menepuk bahu Kaivan sekilas.Kaivan mengangguk dan tinggal sendiri di mejanya.
'Kenapa Ana lama sekali'pikirnya sambil memainkan ponsel untuk menghubungi wanitanya itu.Tanpa ia sadari,banyak perempuan yang menatapnya penuh minat dan ingin mendekat.
Lelaki itu hanya bertahan sebentar di mejanya,ia beranjak untuk menyusul Ana.Tapi saat ia akan menuju arah toilet seseorang mencekal tangannya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana Kai ?"Putri ternyata berada di belakangnya "Apa acaranya membosankan sehingga kamu mau pergi."
Kaivan menepis secara halus.Membuat wanita itu berusaha menelan penolakan itu diam - diam.
"gak terlalu,"jawab Kaivan jujur"aku lebih suka menghabiskan waktu bersama kekasihku."
"Kenapa sih kamu suka nyakitin aku,Kai?"Putri menghela nafasnya.
Lelaki itu menatap Putri dengan tak percaya"Put,seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu suka sekali menyakiti dirimu sendiri dengan cara seperti ini ? aku sudah tegaskan berkali - kali kalau kita hanya sepupu dan gak akan pernah bisa bersama.Sadarlah"
"Kita bisa saja bersama lagi....."
"itu lah yang dinamakan pilihan.Adu dua pilihan,Tetap menjadi brengsek dan menyakiti hati paman atau berubah menjadi lebih baik dan mencari yang pantas untuk ku."Kaivan menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.Ia mencoba menahan emosinya dengan tingkah Putri ini.
"Kalau aku saja bisa,kenapa kamu gak ?"
\=\=\=\=
holla readersss...
__ADS_1
see you next episode