
Kaivan mengajak Ana ke rumah lama orang tuanya.Bibi Sophie menyambut Ana dengan senyuman di teras rumah.
"Selamat datang kembali,nona"Ana langsung mendekap bibi Sophie yang di sambut hangat oleh wanita itu.
"terima kasih,bibi"
"mari masuk nona"wanita itu membawa Ana memasuki rumah yang di ikuti Kaivan dari belakang.
Deringan telepon Kaivan mengalihkan perhatian mereka."ya....." Kaivan segera mengangkat panggilan tersebut.
".........."
"tunggu sebentar..."Kaivan menatap bibi Shopie.
"Apa bibi bisa menemaninya sebentar.ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan."
"tentu tuan,kami bisa menghabiskan waktu bersama.benarkan nona?"Ana mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan bibi Shopie.
Kaivan meraih Ana lalu mengecup kening wanitanya"aku tinggal ke ruang kerja sebentar ya."sambil menunjuk ruang di dekat tangga.
"iya mas,aku akan aman bersama bibi Shopie"kekeh Ana melihat bagaimana Kaivan tidak rela melepaskannya.
Setelah mengangguk pria itu beranjak sambil kembali pada teleponnya yang masih terhubung.
__ADS_1
"bagaimana kalau kita menyiapkan makan malam nona."Karena sebentar lagi jam makan malam.
Ana mengangguk antusias dan mereka beranjak menuju dapur.Awalnya bibi Shopie meminta Ana hanya duduk di bar stool tapi wanita itu bersikeras membantu.Jadilah mereka bekerja sama memasak makan malam bersama.
"Makanan apa yang paling Mas Kai sukai ,Bi?
Ana memotong wortel dengan lihai.
"tuan termasuk mempunyai selera yang baik nona.Tapi ia tidak akan bisa menolak segala masakan yang berasal dari seafood."Bibi Shopie terlihat lincah membersihkan udang.
Pantas saja selama ini Kaivan tidak pernah menolak segala jenis makanan yang mereka pesan."Bibi senang akhirnya ada wanita yang di ajak tuan untuk datang kerumah inj.
Ana menaikan alisnya."memangnya selama ini Mas Kaivan tidak ada membawa wanita lain."
"Rumah ini bentuk cinta dan luka bagi tuan.Dan ia tidak akan membagi 2 hal itu kepada orang lain.Termasuk keluarga Hutama yang lain."Bibi Sophie menatap Ana.
"Wanita pertama yang tuan bawa kesini cuma nona.Bahkan lansung mengajak nona ke lantai atas."Yang di maksud bibi Sophie lantai yang dimana terdapat foto kedua orang tuanya berada.
Ana geming sejenak,Apa ia sepenting itu menurut Kaivan?
Lantas bagaimana dengan perjodohan yang di maksud bibi Mariska?
Apa itu hanya akal bulus wanita itu supaya Ana menjauhi Kaivan?
__ADS_1
Mereka asik mengobrol sampai tak terasa masakan sudah tersaji cantik di meja makan.Ana berkacak pinggang menatap hasil masakannya bersama bibi Sophie sudah tertata rapi.
Ia melirik jam dinding dan sudah saatnya makan malam."aku akan memanggil Mas Kai."pamit Ana pada bibi Sophie yang menuangkan air mineral pada gelas.Bibi Sophie tersenyum melihat bagaimana Ana berjalan senang sambil bersenandung kecil.
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya dari layar laptop."Mas...."panggil Ana saat sudah membuka pintu.
"Kemari lah " Kaivan meminta Ana mendekat setelah menutup laptopnya.Lalu memundurkan sedikit kursi kerjanya.Ia menarik Ana hingga wanita itu duduk di pangkuannya.
"MAS..."pekik Ana terkejut dengan tindakan Kaivan.Kaivan terkekeh lalu meletakan kepalanya ke bahu Ana.
"ini ruang kerjamu ?' Ana menatap sekitar.Ruang kerja ini di dominasi warna abu dan sekelilingnya terdapat rak - rak yang di penuhi buku.Ini seperti perpustakaan.
Dan depan meja kerja terdapat sofa panjang dan sebuah meja di samping kiri terdapat pintu kaca besar yang Kaivan buka sedikit menampilkan sebuah taman kecil.
Jika Ana tinggal di sini.ruangan ini akan menjadi tempat yang sering Ana kunjungi.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku di mobil tadi." Bisik Kaivan
\=\=\=\=
holla readersss...
see you next episode
__ADS_1