
"Jadi,sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan Kaivan ?"Paman Petra yang beberapa saat lalu mengenalkan diri kepada Ana meletakan tangannya di atas meja setelah semua orang selesai makan.
Di rumah ini ternyata ada peraturan menikmati makanan itu penting jadi tidak ada pembahasan sebelum semua orang selesai dengan makanan masing - masing.
Ana melirik Kaivan sesaat karena pria itu menggenggam tangannya "baru sebulan ini paman,tapi kami saling mengenal sudah 2 tahun belakangan."
Paman Ana mengangguk-anggukkan kepalanya sejenak,pria itu melihat ke arah Ana dengan tatapan menilai "Kamu dari keluarga mana?" bukan paman Petra yang bertanya melain wanita yang duduk di hadapan Kaivan yang menatapnya tidak suka secara terang - terangan.
Kaivan seperti tidak memperdulikan orang - orang sekitarnya karena ia sibuk memainkan jari Ana di genggamannya.
Ana menatap dua orang wanita yang duduk di hadapannya dengan sedikit gugup,pasalnya ibu dan anak itu secara terang - terangan memberikan tatapan permusuhan.
"Saya hanya gadis desa yang mengadu nasib di kota besar ini Tante,bukan dari keluarga terpandang lainnya."
Wanita itu tersenyum mengejek begitu juga dengan wanita sebelahnya."oh ternyata hanya gadis desa.Sepertinya Kaivan sudah bosan dengan para model sehingga ingin mencoba mainan dari kalangan lain."
"Mariska !!" teguran itu datang dari Paman Petra.
"Memangnya kenapa dengan latar belakangnya.Yang bersamanya saya bukan kamu."Kaivan menjawab tenang membuat Ana yang tadinya menunduk segera menatapnya.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum tipis."Jika dari kalangan yang sama setidaknya itu menguntungkan perusahaan."
"Tau apa kamu dengan perusahaan saya,yang kamu tahu hanya belanja dan arisan gak jelas itu."Kaivan menatapnya tajam.
Melihat situasi yang mulai memanas itu dan ana merasa tidak nyaman di tatap orang - orang di hadapannya ia segera beranjak. "permisi,saya ke toilet dulu."
Ia di antar seorang pelayan berbelok ke sebelah tangga besar.Sebenarnya Ana tidak memiliki kepentingan mendesak tapi ia membutuhkan jarak dahulu.Ia mencuci muka dan menatap dirinya.Apa ia tidak pantas bersama Kaivan?
Ana menarik nafasnya dan mengeluarkannya perlahan 'tenang Ana selagi Kaivan memilihmu entah itu jadi mainan atau memang ia memiliki rasa kamu harus tetap kuat,jangan mau di hina lagi' Ana bergumam mencoba menguatkan hatinya.
Kehidupannya yang cukup keras selama ini membentuk dirinya yang keras juga.tapi,selama ini Ana lebih memilih menghindar karena jika ia sudah melawan berarti sabarnya sudah habis.
Ana mengepalkan tangannya.Sepupu licik Kaivan itu mulai menunjukan ke tidak sukaannya secara terang - terangan.Bagaiman Kaivan bisa dekat dengannya dulu.
Ana hampir sampai ke ruang makan saat suara tante Kaivan menghentikan langkahnya.
"bermain lah sepuas mu dulu Kai,jika sudah bosan tinggalkan dia dan nikahi yang pantas untukmu."
"Mariska,jangan memancing Kaivan.dia sudah dewasa untuk menentukan jalan hidupnya."Paman Kaivan mencoba menengahi
__ADS_1
Sedangkan Kaivan dia seperti tidak terganggu dengan apa yang di ucapkan tantenya.
Ana melangkah mendekat dan Kaivan berdiri menatapnya sambil tersenyum.
"saya rasa acara makan malamnya sudah selesai,lebih baik kamu pergi sekarang."
Tanpa membiarkan Ana duduk kembali,Kaivan menarik tangan gadis itu untuk segera pergi.
"selamat malam paman,selamat malam Tante." Ana sedikit menunduk hormat sebelum ia benar - benar pergi.
Paman Petra seperti hendak bersuara tapi ia tahan Karena Kaivan membawa Ana lansung pergi.
\=\=\=\=
holla readersss...
emang agak Laen ibu dan anak itu ya.
see you next episode
__ADS_1