OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Putri dan Obsesinya


__ADS_3

Setelah acara lamaran yang hanya di hadiri teman - temannya.Kaivan menjalani hari - hari seperti biasa.Soal kapan mereka akan menikah Kaivan meminta sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan beberapa masalah kerjaan baru mereka akan merundingkan kapan waktu yang tepat untuk menikah.


Kaivan menatap jendela kantornya dan mendapati Kangin Jakarta sudah berwarna jingga dan violet berpadu dengan sempurna.


Sadar sebentar lagi Ana akan pulang dari kantornya.Ia mengambil ponsel dan segera menghubungi tunangannya.


"sayang..makan malam di luar yuk ?"ucap Kaivan setelah panggilannya di jawab oleh Ana.Akhir - akhir ini ia cukup sibuk sehingga ia sudah jarang menjemput Ana dan mengajak perempuan itu makan malam.


Maka dari itu saat malam ini pekerjaannya tidak terlalu banyak,ia ingin mengajak Ana bersantai sejenak.


"boleh,mau ketemuan lansung di tempatnya?"tanya Ana menawarkan opsi tercepat mereka bertemu.


"boleh...supirku mungkin sudah di depan kantormu?" Kaivan merapikan berkas - berkas yang berserakan di atas mejanya.


"oke mas,,see you three."Ana mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.Kaivan menghela nafas sejenak.Ia sudah rindu dengan wanitanya.


Ketukan pintu menginterupsi kegiatan pria itu."masuk" teriak Kaivan.

__ADS_1


"hai..Kai "sapaan tersebut membuat Kaivan mendongak dari kegiatannya.


"hhmm ya...ada keperluan apa."ujarnya pada Putri Hutama yang berdiri di tengah ruangannya.


"kamu mau pulang?"tanya wanita itu."bisa bicara sebentar."


Kaivan melirik jam tangannya,sebenarnya ia harus berangkat sekarang kalau tidak ingin Ana menunggunya."baiklah.."akhirnya duduk di sofa di sofa dan mempersilakan wanita itu untuk duduk.


"apa papa sudah bilang tentang pertunangan ku."Putri terlihat menyelidiki ekspresi Kaivan.ia berharap Kaivan akan terkejut.


Nyatanya hanya kekecewaan yang ia dapat.Kaivan dengan wajah datarnya mengangguk santai.


Pria itu terlihat menggandeng seorang wanita menuju lift hotel.entah apa yang di perbuat pria tersebut.


"Apa kamu akan meninggalkan kekasihmu itu"Putri Hutama menatap lekat Kaivan"kalau aku bilang tidak yakin dan kembali menjalin hubungan kita."Jujur ia masih mengharapkan laki - laki yang sebenarnya 'terlarang'ini.


Tapi saat rasa cinta itu tumbuh untuk seseorang.siapa yang bisa mengendalikan diri?

__ADS_1


Kaivan lansung menatap tajam wanita di hadapannya ini.entah sudah berapa kali ia harus menjelaskan kalau di antara dia dan Putri tidak akan pernah ada kita.


"Jadi kapan acara pertunangan mu?"Kaivan mengalihkan pembicaraan dengan cepat.waktunya terlalu berharga untuk membahas hal ini lagi.


Putri menatap Kaivan dengan sendu namun sesaat kemudian wajahnya berubah menjadi riak kemarahan."kamu akan menyesal telah memilih wanita yang gak jelas asal - usulnya itu,Kai."Ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan Kaivan.


Ia ingin mencoba menggoyahkan Kaivan untuk terakhir kalinya sebelum ia benar - benar memutuskan untuk bertunangan dengan kekasihnya.Tapi ternyata Kaivan bahkan tidak menatapnya dengan benar.


Hilang sudah rasa peduli Kaivan pada wanita ini.Kaivan beranjak dan bersiap untuk pergi.Obsesi Putri padanya itu sudah sepantasnya dihentikan.


Jika memang bertunangan dengan kekasihnya itu bisa membuat Putri melepaskannya.Terserah saja Kaivan sudah tidak peduli.Yang Kaivan pedulikan hanya kesehatan paman seandainya beliau tahu apa saja kejahatan yang di lakukan istri dan anaknya ini terhadap Kaivan dan perusahaan.


\=\=\=\=


holla readersss


kadang obsesi itu sulit di hentikan ya...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2