
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.Saat ini Ana menuju salah satu hotel yang terletak di kawasan Sudirman,Jakarta.Tempat acara Anya yang di selenggarakan esok harinya.
Jarak pernikahan Anya hanya tepat satu bulan setelah pernikahan Ana dan Kaivan.Sahabatnya itu tak ingin mengulur waktu begitu lama karena faktor umur dan yang jelas,...... karena sudah ngebet sama sekretaris Kaivan itu.
Langit mulai terlihat menguning.Cahaya pantulan matahari juga terasa hangat menerpa wajah Ana lewat jendela mobil yang tengah ia naiki.
Ana sudah mengirimi Kaivan pesan kalau ia akan menginap di hotel dan turut membantu Anya dari awal acara hingga acara selesai.
Dan syukur saja Kaivan memberikan izin walau pun jawaban pesannya membuat Ana tersenyum geli.
Suaminya itu memang paling bisa membuatnya merona walau dengan kalimat sederhana.
Katanya 'aku bakalan kangen banget gak ketemu kamu semalaman'.
Begitulah kalimat yang dikirim Kaivan padanya.Suaminya itu sedang sibuk - sibuknya setelah acara pernikahan mereka di tambah sekarang sekretarisnya sedang cuti menikah membuat Kaivan bekerja Extra.
Setelah menikah dan hidup sebagai suami istri hati mereka seakan terhubung dengan erat.Seperti simbiosis mutualisme,mereka sama - sama saling membutuhkan.
__ADS_1
Kaivan adalah tipe sempurna bagi Ana yang masih banyak kekurangan.Karena Ana dapat merasakan betapa tulusnya Kaivan mencintainya.
Ana telah sampai di hotel yang dituju.Setelah mobilnya pergi Ana memasuki hotel.Tak begitu sulit bagi Ana menemukan ballroom tempat acara Anya di selenggarakan karena Ana pernah ke hotel ini juga sebelumnya.
Ana berdecak kagum ketika langkah kakinya memasuki ballroom.Ruangan itu benar - benar telah di sulap menjadi sangat cantik.Bunga - bunga telah di susun rapi di sepanjang pelaminan yang di dominasi warna putih.Beberapa pekerja tampak tengah memasang kain pada meja - meja para tamu yang sudah di susun.
Ana mengedarkan pandangannya mencari sosok Anya yang katanya tengah memantau beberapa pekerja yang tengah menyelesaikan proses dekorasi di pelaminan saat ia kirim pesan tadi.
"Mendingan lo istirahat deh nya.Biar mereka aja yang kerja."Saran Ana ketika melihat wajah lelah Anya saat ia menghampiri wanita itu.
"by the way..apa yang bisa gue bantu? tapi gue lihat persiapannya sudah hampir selesai."
Anya mengulum senyum dan memandang Ana dengan mata yang berbinar."Tugas Lo bakalan yang jadi paling mulia di sini."
Ana menyipitkan kedua matanya "Perasaan gue lansung gak enak dengar Lo bilang gitu."
"Gak usah curiga,sayangku."Anya membawa Ana ke sebuah kamar hotel.
__ADS_1
"Ini kamar pengantin Lo?" Sebuah kamar yang telah di hiasi dengan sempurna.
Anya mengangguk senang.Ia menyeret Anya masuk ke kamarnya.Anya pun mengambil sesuatu di dalam laci.Lalu meletakan sesuatu di tangan Ana.
"Bantu gue menyusun kelopak mawar ini membentuk love ya."Ucap Anya sambil nyengir kuda dengan permintaan absurdnya itu.
Ana menatap benda di telapak tangannya lalu menggelengkan kepala seolah tak percaya Anya sepicisan ini."iya deh.apa sih yang gak buat Lo."
Tapi bukannya menyusun Ana malah melempar kelopak mawar tersebut pada Anya yang di sambut pekikan wanita itu karena terkejut.Alhasil keduanya malah perang kelopak mawar,bukan menyusun menjadi love seperti yang di rencanakan sejak awal.
Dengan nafas terengah-engah setelah saling lempar sekitar setengah jam mereka saling tatap lalu tertawa keras.Sudah lama mereka tidak bertingkah konyol seperti ini.
\=\=\=\=
Holla readersss...
see you next episode
__ADS_1