OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Sebelum Badai Datang


__ADS_3

Ana melirik Kaivan yang tengah berkutat dengan laptop dan kertas - kertas yang berserakan di atas meja.Pria itu terlihat serius dan sesekali menelpon seseorang melalui ponselnya.


Ana yang merasa bosan menekan tombol televisi dan menampilkan berita penangkapan seorang pejabat di kementerian Pariwisata oleh KPK terkait kasus korupsi.


"Bukannya itu tempat kerjanya tunangan Putri Hutama ?"Gumam Ana pada dirinya sendiri yang cukup di dengar Kaivan.


"iya..itu atasannya Axel yang di tahan."Jawab Kaivan dengan mata masih fokus pada layar laptopnya.


"kok kamu bisa tahu mas."tanya Ana bingung.Kaivan berada di sisinya terus menerus dan tidak menonton berita apapun.


Kaivan hanya mengangkat bahunya santai.Ana kembali fokus pada pemberitaan yang berganti pada berita cuaca.


Ketukan pintu dan di iringi deritan yang di hasilkan pintu terbuka sama - sama mengalihkan kegiatan Ana dan Kaivan.Dokter Pandu yang di temani seorang suster yang telah merawat Ana beberapa hari ini.


"Selamat pagi Pak Kaivan,Bu Dayana."


Dokter Pandu yang terlihat Tampan dan Masih muda itu tersenyum manis"Bagaimana kabarnya,pagi ini bu?"


"Saya baik dok "Jawab Ana dengan ramah membuat Kaivan mengernyitkan keningnya.Ia segera berdiri di samping ranjang Ana.


"Hhmm.. bagus.Kemungkinan besok sudah di perbolehkan pulang ya."


Ana akhirnya bernafas lega karena ia sudah sangat bosan berada di ruangan besar namun sepi ini.

__ADS_1


Setelah melakukan periksaan rutin dokter tersebut segera mengundurkan diri.


"Dokternya ganteng ya,mas ?"tanya Ana polos.Kaivan menatap Ana dengan tak percaya.


"aku lebih ganteng dan...lebih kaya."Jawab Kaivan


Ana tertawa pelan mendengar jawaban Kaivan tersebut "kamu cemburu ?"


Kaivan menatap Ana dengan senyum sinis "cemburu hanya untuk orang yang tidak percaya diri,sayang."


Ana tertawa lagi "iya deh...aku cuma muji dokternya.Bukan membandingkannya dengan mas.Lagi pula aku tidak suka yang lebih muda."


Kaivan mengecup singkat bibir Ana "i know." Jawabnya sebelum beranjak kembali ke sofa di mana laptopnya berada.


Putri Hutama sangat terkejut dengan pemberitaan pagi ini.Ia masih bersenang - senang dengan pria itu kemarin malam di tangkap KPK pagi ini terkait kasus korupsi.


"Sialan...."Makinya lalu membanting gadget keluaran terbaru itu ke lantai.Ia sudah berkali - kali menghubungi Axel Wiranata 'tunangannya' namun pria itu mengabaikan panggilannya.


Selama ini ia memang menjalin hubungan dengan Bayu Gunandito karena pria itu memiliki kekuasaan dengan jabatannya.Putri juga mendapatkan apapun keinginannya dengan mudah.Bahkan setelah ia di pecat dari perusahaan Kaivan.


Putri memegang area perut yang terasa nyeri.Ia juga berkeringat tapi juga mengalami demam.


Mungkin ini hanya kelelahan pikirnya lagi.

__ADS_1


ketukan pintu membuat ia menoleh dan mendapati ibunya berdiri dengan nampan di tangannya.


"kok handphone nya di banting."Tanya wanita itu.ia memungut telepon yang tergeletak di lantai setelah meletakan nampan berisi makanan di atas nakas.


"bagaimana demam mu?apa perlu kita ke dokter?"


"gak usah ma.aku hanya kelelahan."


"ayo makan dulu."Wanita itu duduk di tepi ranjang dan mencoba menyuapi anaknya.


"Nanti saja ma,aku tidak berselera."Jawab Putri dengan wajah memelas.Ia benar - benar tidak berselera makan saat ini.


"hhmm...ya udah.mama keluar dulu.kalau butuh sesuatu panggil mama saja."


Putri hanya mengangguk lalu berusaha memejamkan matanya.Setelah mendengar pintu kembali tertutup ia membuka mata dan menatap langit - langit kamarnya.


"Semoga pria itu tidak pernah menyebut namaku."


\=\=\=\=


holla reader


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2