OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Keanehan Ana


__ADS_3

Pagi ini Kaivan benar - benar pusing.Bukan...pekerjaannya memang selalu memusingkan tapi selalu bisa ia hadapai.Tapi ini istrinya bertingkah aneh hingga membuatnya pusing.


Ana sangat sensitif akhir - akhir ini.Wanita itu tiba - tiba menangis saat menonton televisi atau hanya melihat anak kucing yang berjalan sendirian di depan pagar rumah mereka.


Kaivan bahkan mengabaikan Didin yang menyapanya.Sekretarisnya itu telah kembali dari bulan madu dan kembali bekerja setelah cuti satu Minggu.


"Selamat pagi,pak."Sapa Didin kembali.Mengulangi pengucapan yang di abaikan Kaivan tadi.


"Selamat pagi.Aahh kamu sudah kembali."Kaivan tampak lega.Ia bisa sedikit bersantai karena Didin bisa membantunya kembali.


Kaivan memiliki beberapa sekretaris yang lain.Tapi ia lebih menyukai kerja Didin dan yang jelas ia laki - laki sehingga Kaivan lebih nyaman berdiskusi dari pada sekretaris perempuan.


"Iya pak.Saya juga kembali bekerja per hari ini."


"hhmm..baiklah."Kaivan duduk di kursi kerjanya dan melonggarkan sedikit ikatan dasi nya.


"coba kamu temui letta dan minta hasil meeting kemarin untuk kembali saya tinjau."Kaivan menatap tumpukan pekerjaan yang harus ia kerjakan hari ini.


Didin menganggukan kepala mengerti.Setelah berbicara beberapa hal mengenai jadwal Kaivan hari ini,ia segera undur diri untuk mengerjakan pekerjaan yang juga sudah menumpuk.

__ADS_1


\=\=\=\=


Didin melirik atasannya dari rear-view mirror selama perjalanan pulang mereka.Di samping Kaivan tergeletak martabak dengan keju berlimpah permintaan istrinya.Bukan masalah martabaknya tapi martabak tersebut harus di gulung dengan garpu dan harus sebelah tangan.


Kaivan sampai keliling Jakarta mencari tukang martabak yang mau memenuhi keinginan istrinya tersebut.


"istriku kenapa sih?kenapa permintaannya sangat aneh."Gumam Kaivan pelan tapi cukup keras sehingga di dengar Didin.


Dua jam kemudian mereka telah sampai di halaman rumah Kaivan dan lelaki itu lansung turun dari mobil bahkan sebelum mesinnya di matikan.


"sayang....mas pulang."panggilnya ketika membuka pintu.


Suara televisi samar - samar di ruang tengah menandakan keberadaan Ana.


"mas...kamu udah pulang."


"sayang....kok nangis.kamu kenapa?"Kaivan lansung membersihkan air mata di wajah sang istri lalu mendekapnya.


"a...aku..juga..gak ngerti...rasanya..sedih..aja.."Ana menjawab dengan sesegukan.Ia masih menangis walau tak sederas tadi.

__ADS_1


"martabak pesanan ku mana?"Ana bertanya dengan hidung memerah.


Kaivan jadi terkekeh melihat wajah istrinya yang terlihat menggemaskan.Kaivan mengulurkan martabak yang tadi sempat ia letakan di atas meja.


Wajah Ana kembali tersenyum dengan gembira.Wanita itu mengambil tempat yang nyaman dan mulai melahap martabaknya.


Ia sangat menikmati rasa manis dan asin berpadu di dalam mulutnya.Ana makan martabaknya dengan suka cita seakan - akan tangisannya beberapa saat yang lalu tidak berarti apapun.


Melihat istrinya sudah kembali seperti semula Kaivan berpamitan ke kamar mereka untuk membersihkan diri.Ia merasa sedikit risih karena baru pulang kerja.


Ia sudah terbiasa pulang dari mana atau setelah melakukan apapun lansung membersihkan diri.Jadi ketika bermanja-manja dengan sang istri terasa nyaman.


Ketika ia masuk ke kamar mandi ia mendapati sebuah kotak berwarna coklat gold di dekat wastafel.


tumben sekali istrinya meletakan barang tidak pada tempatnya.Ana termasuk orang yang rapi,ia akan mengomel jika mendapati sesuatu tidak pada tempatnya.


Kaivan sempat mengabaikan kotak tersebut tapi rasa penasarannya lebih tinggi.Ia membuka kotak dan mendapati sebuah benda dengan garis dua berwarna merah di dalamnya.


\=\=\=\=

__ADS_1


holla readerss...


see you next episode


__ADS_2