OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Selalu Bersyukur dari semua hal yang terjadi


__ADS_3

"Mas kenapa aku gak di perbolehkan kembali ke apartment ku ?"Ana masih cemberut setelah menyadari kalau ia berada di penthousenya Kaivan.


"Bukannya lebih baik kamu belajar tinggal di sini ?"


"Tapi kan kita belum...."


"Hanya di tunda sampai kamu benar - benar pulih."Jawab Kaivan sambil menarik kan kursi meja makan dan mendudukkan Ana Disana.


"Mas mau kamu berada di dekat mas,dan memantau kondisi kamu."


"tapi aku benar-benar udah sehat kok."Ujar Ana masih tidak terima.


Bukan tanpa alasan Kaivan lansung meminta Ana untuk tinggal bersamanya.Ia tidak ingin ada hal buruk yang terjadi pada wanitanya itu.


Mungkin Putri Hutama sudah mendapatkan karmanya tapi untuk Mariska,ia belum bisa menebak rencana wanita itu.


Ia sempat mendapat kabar dari pamannya kalau Putri saat ini berada Malaysia untuk mendapat perawatan setelah di nyatakan positif HIV dan itu membuat pamannya terpukul.


Kaivan juga memilih menunda pernikahan karena situasi yang masih kacau akibat perbuatan Putri.Selain kesehatan Ana tentu saja.

__ADS_1


"kali ini nurut sama mas ya."ujar Kaivan dengan lembut.Dan Ana selalu sulit menolak kalau sudah seperti itu.


Akhirnya Ana menganggukkan kepala nya perlahan.


Seseorang datang dan menyajikan makanan.


"Mulai sekarang bibi Sarah akan membantu disini."jelas Kaivan."ia akan datang setiap Senin hingga Jum'at tapi hanya sampai sore saja.ia akan kembali ke rumah orang tuaku."


Ana yang memang heran karena biasanya Kaivan hanya akan memanggil orang untuk membersihkan penthouse satu atau dua kali seminggu."hallo bibi sarah.saya Ana."


Wanita itu mengeluarkan pena dan buku lalu menuliskan sesuatu.(salam kenal non Ana.senang non Ana sudah sembuh)


"Bibi Sarah ini 'spesial'.Ia tidak bisa bicara sejak kecil tapi ia bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik."tutur Kaivan mulai memakan makan siangnya.


"tapi..aku tidak pernah melihatnya di rumah selain bibi Sophie"ucap Ana yang masih menatap kemana arah perginya bibi Sarah.


"bibi Sarah sedikit 'penyendiri'.setelah ia menyelesaikan seluruh pekerjaannya ia akan kembali ke kamarnya untuk merajut."Jelas Kaivan.


Ana yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kaivan.Ia tahu Kaivan masih akan melanjutkannya.

__ADS_1


"aku tidak sengaja bertemu bibi Sarah di sebuah restoran seorang diri.Ia di tinggal keluarganya di sana."


"tapi kenapa ?"tanya Ana sedikit melongo mendengar cerita Kaivan.


Kaivan mengangkat bahunya"mungkin anaknya lelah merawat wanita bisu atau pasti ia memiliki alasan untuk melakukan hal tersebut."


"tega sekali "ucap Ana.Ia memang sempat membenci orang tuanya tapi tak pernah terpikir akan melakukan hal tersebut.Bahkan ia yang merasa ' di buang' saat ia kecil dulu.


Kaivan mengangguk mengiyakan"tapi setelah mengenal bibi Sarah,ia bukanlah orang tua yang merepotkan.Ia bisa mengerjakan banyak hal.Dan setelah sekat dengan bibi sophie akhirnya kami mengetahui kalau bibi Sarah sangat suka merajut."


"aku bahkan punya beberapa sweater dari bibi Sarah,sebagai hadiah ulang tahunku."ujar Kaivan bangga.


"oh ya...aku akan belajar merajut dari bibi Sarah"Ana berubah antusian.Ia memang tertarik merajut tapi tak pernah memiliki waktu untuk belajar.


Kaivan tersenyum dan mengangguk.Ia senang Ana tidak mencela kelemahan bibi Sarah dan malah terlihat akan menjadi teman yang baik.


Ia tidak bisa menjudge keluarga yang telah tega meninggalkan bibi Sarah saat itu tanpa mendengarkan penjelasan apapun.Tapi dari semua hal itu Kaivan bersyukur karena bertemu dengan orang - orang baik di sekitarnya.


\=\=\=\=

__ADS_1


holla readers


see you next episode


__ADS_2