OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Pemberian 'calon' mertua


__ADS_3

Kaivan menenteng 2 kantong plastik yang berisi berbagai macam kue kering buatan ibu Ida.Setelah mendapat restu Kaivan lansung akrab dan berkenalan secara benar.


Ibu Ida sampai menangis haru mengetahui Putrinya akan di lamar seorang Pria yang bahkan tak pernah berani dimimpikan oleh ibu manapun.


Bahkan rumah sederhana mereka ini merupakan salah satu properti yang tergabung dengan Hutama Land.Kaivan meminta untuk di rahasiakan dari siapa pun kalau ia datang kesini dan berniat melamar Ana termasuk Anya sekalipun.


Kaivan melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor dengan senyum yang tak luntur dari wajah tampannya.Aahh sebentar lagi wanita itu akan ia lamar.


Sesampainya di kantor dengan menenteng kantong plastik tersebut Kaivan menyapa semua orang dengan senyum ramahnya.dan itu pandangan yang sangat indah bagi karyawan wanita yang berpapasan dengannya.


Sesampainya di depan ruangannya ia memberi satu toples kepada Didin."dari calon ibu mertua."Dengan wajah sumringah.


Didin menaikan sebelah alisnya.Kaivan melirik toples dan isi yang sama di samping komputer Didin hanya isinya saja yang berkurang setengah.


Didin yang mengerti maksud tatapan Kaivan lansung gelagapan."sa-saya beli di minimarket dekat rumah saya,pak."


Kaivan hanya mengangkat bahunya saja.mungkin hanya kebetulan atau memang Didin tidak sengaja membeli produk milik ibunya sahabat Ana.


"oh ya pak,di dalam ada pak Jericho."Didin memberitahu sebelum Kaivan membuka pintu ruang kerjanya.


Jericho terlihat duduk menyandar di sofa ruang kerja Kaivan dengan tablet di tangannya.

__ADS_1


"kapan Lo pulang ?"seingat Kaivan Jericho masih di Paris saat ia menghubungi pria itu.


"baru nyampe.Gue malas harus bolak balik nganterin pesanan lo."Jericho meletakan paper bag kecil berwarna hijau toska pesanan Kaivan.


"thank's ya.udah mau gue repotin"Kaivan meletakan setoples kue nastar di hadapan Jericho."nih...bayaran Lo."


"Sialan...berliannya seharga salah satu mobil sport gue mau Lo bayar pake beginian."Jericho menyambar toples tersebut lalu membuka dan memakan isinya.


Kaivan terkekeh melihat wajah keki Jericho."wow,dapat dari mana?"


"Dari rumah mertua hehehe ."Kaivan membuka paper bag dan melihat pesanannya.Semoga pilihannya cocok dengan Ana.


"wah,pantas lebih mahal dari Lambo gue.Barang langka."Karena dalam hidupnya tak pernah terbayangkan akan memiliki 'mertua'.Jericho masih menikmati nastarnya."bagi satu lagi donk."


"Dasar teman pelit Lo.untung gue masih berbaik hati nyariin pesanan lo."Jericho tersungut -sungut.


Bagaimana tidak ketika ia hendak memasuki pesawat Kaivan meminta mencarikannya barang yang lumayan sulit sehingga ia terpaksa menunda kepulangannya sehari.


"Sesuai lah dengan tender yang Lo dapatin."Kaivan menyilangkan kakinya.Karena ia yang membantu Jericho mendapatkan tender yang cukup besar.


"Dasar teman sialan."Jericho memaki sambil memunguti barang - barangnya."gue pulang."

__ADS_1


Kaivan menganggukkan kepala.Tapi bukan Jericho namanya kalau ia tidak berhasil mendapatkan keinginannya.


Saat Kaivan pikir ia telah beranjak.Ia mendekati kantong plastik dan mengambil satu toples lagi lalu kabur secepat mungkin."JERICHO SIALAN."


Ia mendengar makian Kaivan saat pintu telah tertutup dan diiringi tatapan penasaran Didin.


Jericho mengangkat toples curiannya dan mereka terkekeh hampir bersamaan.


Didin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah pria - pria dewasa itu.Mungkin orang lain akan menganggap mereka pria yang selalu serius dan ambisius tapi di belakang itu mereka masih manusia biasa yang sering menjahili satu sama lainnya hanya saja tak menampakkan ya di depan umum.


Tak lama ketukan sepatu terdengar mendekat.


"Din, kaivan ada di dalam ?"


"Ada pak.mari saya antar."Didin mengetuk pintu Kaivan sedikit gamang.Tumben paman bosnya ini mampir lansung ke kantor.


\=\=\=\=


holla readersss...


waduh...mau apa paman Kaivan ya???

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2