
Waktu berjalan dengan damai selama dua Minggu ini.Ana dan Kaivan selalu menyempatkan berdiskusi mengenai rencana pernikahan mereka.
Bahkan akhir Minggu kemaren mereka sempat ke Bali melihat venue pernikahan.Semua telah mencapai 80 persen.Dan malam ini mereka janjian untuk bertemu di penthouse Kaivan.
Ana di jemput sopir sementara Kaivan sudah berada di tempatnya.Supaya waktu mereka lebih efisien.
Dada Kaivan memcelos saat tiba - tiba seseorang menghubunginya mengabarkan kalau Ana dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Dia Kenapa ?"raung nya masih tak percaya ia di minta datang ke rumah sakit.
Sirene ambulans yang terdengar samar - samar membuatnya sadar kalau ini bukan mimpi.
"saya akan kesana sekarang."
Tergesa.Kaivan mengambil dompet dan jaketnya.Ia mengambil kunci motor, saat ini Jam macet dan Kaivan tidak ingin ia terhambat.
Kaivan menggeber motornya secepat yang ia bisa.kalau perlu terbang sekalian.Apa yang terjadi pada Ana ? mereka sempat berdebat soal Ana yang terus ingin bekerja padahal tinggal 2 Minggu lagi pernikahan mereka.Tidak,Kaivan tidak melarang Ana untuk bekerja.
Ia tahu Ana sudah berjuang keras untuk berada di titik ini.Ia hanya meminta Ana untuk cuti menjelang pernikahan.
__ADS_1
Akhirnya mereka sepakat Ana akan bekerja untuk seminggu ini karena masih ada hal penting yang harus ia kerjakan.Dan sebagai gantinya Kaivan mengirim sopir untuk menjemput dan mengantar kekasihnya itu.Karena ia juga sedang sibuk - sibuknya sebelum cuti pernikahan dan bulan madu.
Kaivan berlarian menuju ruang ICU setelah memarkirkan motornnya.Di sana ia bertemu dengan dua orang polisi yang mengantarkan Ana dan sopirnya ke rumah sakit ini.
"Ada sebuah mobil yang sengaja menabrak kan diri ke mobil yang di tumpangi ibu Ana di perempatan jalan."
"Pelaku tabrak lari itu berhasil kabur dengan keadaan mobil yang cukup parah,sedangkan mobil ibu Ana terseret beberapa meter dan terbalik karena hantaman tabrakan itu cukup keras."
Kaivan lansung menyandarkan punggungnya ke tembok saat mendengar kronologis kecelakaan wanitanya.
"saat ini pihak kepolisian mengejar pelaku,sambil memeriksa rekaman cctv di sekitar TKP dan di mobil ibu Ana."
"Pak Kaivan tenang saja,kami akan berusaha sebaik mungkin."
Kaivan mengangguk kaku.Tak berapa lama para polisi pamit karena harus kembali ke TKP.
Kaivan masih menunggu dokter yang sedang menangani Ana saat ini.Semabari menunggu,Kaivan menghubungi Jericho.Ia tak bisa menunggu hingga hari esok untuk mendapatkan pelakunya.Kaivan tidak sesabar itu.
"what's up,bro ?"
__ADS_1
"Jericho."Kaivan tersadar dari lamunannya saat mendengar sapaan sahabatnya itu."gue di rumah sakit,Ana kecelakaan.lo tau harus apa kan?"Kaivan menekan kata - kata terakhirnya.
Tanpa menjelaskan secara rinci Kaivan tahu kalau sahabatnya itu mengerti apa yang akan di lakukan selanjutnya.Karena Jericho memang ahli di bidang tersebut.
Setelah mengakhiri panggilan pada Jericho,Kaivan mengusap kasar wajahnya.Padahal Beberapa saat yang lalu ia menyiapkan bahan untuk membuatkan pasta untuk Ana.Namun,disinilah ia sekarang.
Menunggu dokter mengabarkan kondisi wanita yang sebentar lagi menjadi istrinya itu.
"Keluarga Bu Dayana dan pak Dimas."
"saya ."Kaivan lansung bangkit berdiri dan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan yang tak boleh ia masuki dari tadi."Bagaimana keadaan sopir dan tunangan saya,dok?"
"untuk pak Dimas,beliau mengalami patah kaki karena terjepit di bagian bawah mobil."Kaivan menarik nafasnya berat mendengar keadaan sopir yang setia padanya itu.
"Dan Bu Dayana........." Dokter terlihat menggelengkan kepala dan Kaivan seakan tidak siap dengan perkataan dokter selanjutnya.
\=\=\=\=\=
Holla readersss
__ADS_1
see you next episode