
Semenjak berkenalan dengan Dino,Anya lebih banyak tersenyum.Ada saja tingkah pria itu yang membuat Anya tersenyum sendiri.Seperti mengirimi ia Vidio gambar tuyul berbaju warna pink dengan backsound lagu Barbie membuat Anya hampir tersedak karena ia sedang makan malam bersama Ana.
Ana yang sedang menikmati makanannya menyodorkan minum "Makan yang benar,nya !"
"iya..iya ."Anya tertawa garing
"aku perhatikan kamu terlihat bahagia sekali akhir - akhir ini.Udah punya curut'' baru ?"Ana menatap Anya dengan tatapan penuh selidik.
"bukan curut.Calon tuyul ."Anya menggelengkan kepalanya
"makin - makin aja lo ya." Ana tidak habis pikir dengan panggilan gebetan Anya yang makin aneh.
"semoga yang ini benaran deh ya."Ana tersenyum turut merasa senang.
"dan semoga Lo belajar membuka hati untuk Kaivan itu." Anya menyindir Ana yang terus saja Danial.
Ana hampir menyemburkan minumannya mendengar serangan Anya.
"sejujurnya gue gemas banget sama Lo An,Apa yang membuat Lo ragu sama dia."Anya sudah lama ingin menanyakan ini."Gue lihat effort dia buat Lo gak main - main loh."
"Gue masih terlalu takut nya,apa lagi kami sempat putus padahal baru memulai." Ana menerawang membayangkan pas kejadian pagi itu.
"gue gak mau ngejudge elo.yang menjalani elo yang tau baik atau buruknya elo.tapi an,apa salahnya Lo mencoba kembali." Anya menatap Ana dengan serius yang sangat 'jarang' ia lakukan
Ana terlihat berpikir beberapa saat.Apa ia harus mencoba??
"Zefanya Putri ?" Suara seseorang mengalikan pembicaraan 'serius' kedua sahabat itu.
__ADS_1
"Dino,kamu disini ?" Anya cukup terkejut melihat sosok Dino yang berdiri di samping mejanya.
Dan Dino cukup terkejut melihat siapa yang bersama Anya saat ini.
Astaga sempit sekali dunia ini.
Melihat kemana tatapan Dino Anya menyadari sahabatnya yang sesaat ia lupakan."oh ya perkenalkan ini sahabat ku Dayana Greesa,panggil saja Ana."
"dan An,ini Dino 'teman gue'." Anya mengedipkan matanya ke arah Ana.
seakan mengerti maksud kedipan Anya,Ana mengulurkan tangannya.
"salam kenal."Ana sedikit canggung karena pria itu menatapnya sedikit intens.
Seperti sadar akan kecanggungan yang terjadi Dino segera tersenyum simpul.
"Maksudnya kamu kenal Ana ?" Anya memastikan
"iya,kan bos saya yang tiap hari ngirim bunga ke Bu Yaya."Anya ternganga sementara Ana melotot mendengar ucapan Dino.
"Duduk dulu,Dino."Anya menarik kursi di sebelahnya
Dino tampak sungkan karena ada Ana duduk di sana.
"Duduk saja Din,gak usah sungkan.Kamu lagi gak buru - buru kan."Ana tersenyum formal
"Jadi kamu Didin nya Kaivan ?"
__ADS_1
"kok terdengar sangat intim ya." Anya tertawa mendengar penuturan Ana.
"Saya sekretarisnya Bu.Bukan Ani - ani nya pak Kaivan." Suara tawa Anya terdengar lagi.
"Bisa panggil saya Ana saja.Saya seperti ibu - ibu yang kerjanya keluar masuk mall dan arisan sepanjang hari."
"maaf Bu,kalau soal itu saya tidak bisa."
Ana hanya menghela nafas.
"kamu sedang apa disini." sambil menghadap ke arah Dino Anya bertanya.
" saya sedang memesan makan malam."
"oh kamu gak lembur lagi?"
"saya sedikit longgar,bos saya sedang perjalanan dinas."Dino melirik kearah Ana yang terus menatapnya intens.
"Boleh saya bertanya sesuatu Din ??"Tiba - tiba Ana memberikan tatapan intimidasi.
\=\=\=\=
holla readerssss....
kira - kira Ana mau tanya apa ya??
see you next episode
__ADS_1