OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Menu Pembuka


__ADS_3

Mereka tengah sarapan bersama.Isabella sudah membuat roti panggang alpukat klasik yang di beri telur rebus dan acar sayur.Juga ada pudding beras dengan yogurt dan berry.


Setelah semalam ia di sajikan meat pie hasil masakan Luana yang begitu lezat.Pagi ini Ana juga bersemangat menikmati sarapannya.


Dengan di antar Charlie dan Isabella.Kaivan dan Ana berpamitan menuju Hillarys Boat Harbour untuk kemudian menuju Rottnest Island.


Rupanya Kaivan telah menyiapkan segala hal dengan baik.Di bandingkan naik Farry Kaivan memilih menggunakan boat khusus untuk mengantar mereka.


mengingat jika menaiki Farry akan berdesakan membuat Kaivan tidak nyaman.sehingga private boat menjadi pilihan terbaik.Bagi Kaivan kenyamanan adalah yang utama.


"bukankah ini berlebihan,mas?"ujar Ana ketika mereka menaiki boat yang sudah mereka sewa.Disana sudah ada seorang nakhoda dan seorang awak sebagai teknisi.


"tidak ada yang berlebihan untuk mu.cukup ucapkan terima kasih nanti,sayang."Jawab Kaivan dengan senyum lebarnya.


Ana mencibir karena ia tahu maksud perkataan suaminya itu.Pasti menjelajah tanpa batas.batas apa?tubuh Ana,lah!!


Bulan madu seperti ini tak pernah terbayang oleh Ana.Ia hanya berpikir mereka hanya akan melakukan sama dengan pasangan bulan madu kebanyakan.


Boat mereka akhirnya bersandar di dermaga Rottnest Island.Pulau yang tak memiliki transportasi lain seperti motor dan mobil.Sepeda menjadi satu - satunya transfortasi di sini.


"this is so beautiful."gumam mereka ketika sudah memasuki kamar yang lansung menghadap pantai,Thomson bay.

__ADS_1


Kaivan memilih hotel Rottnest Resort sebagai tempat mereka menginap selama 3 hari di pulau cantik ini.


"do you like it ?"Kaivan memeluk Ana dari belakang yang tengah berdiri di dekat balkon,menghadap ke pantai.


"sangat.makasih mas."Ana mengecup pipi Kaivan.


"bolehkah mas mendapatkan menu pembuka?"bisik Kaivan.Bibirnya telah menelusuri bahu Ana yang tengah menggunakan dress Sabrina berwarna kuning.


"gak mau sepedaan dulu?"tawar Ana.


"Mas lebih suka kamu yang 'menaiki' mas,dari pada menaiki sepeda."


Ia menoleh kebelakang untuk melihat wajah suaminya yang terlihat seserius menghadapi rapat bersama dewan direksi.Tapi wajahnya sudah memerah menahan gairah.


Ana pernah mendengar seorang yang pendiam memiliki gairah yang lebih besar.Dan terbukti kalau suaminya ini tipe yang tak pernah puas.


Lagi pula saat ini Ana dalam masa suburnya setelah menstruasi sebelum pernikahan kemaren.


"hhmm...sepedaan bisa menunggu sih."Ujarnya yang kemudian merasakan tubuhnya yang sudah melayang di gendong seperti karung beras oleh Kaivan.


"i gonna show you how honeymoon taste."Kaivan menghempaskan Ana pada ranjang bermatras empuk di balut seprai putih.Ana memekik kegirangan akibat tubuhnya terguncang di atas ranjang kayu tersebut.

__ADS_1


"aku sangat menyukai bahu mu."ucap Kaivan sambil mengecup pundak terbuka Ana yang masih menggunakan bajunya.


"aku tahu bahuku memang seksi."Jawab Ana dengan Nafas menderu.Dengan percaya diri ia membanggakan bahunya yang memang seksi itu.


Kaivan menurunkan baju Ana hingga menampakan benda favoritnya.Ternyata istrinya ini tidak mengenakan bra hanya memakai penutup ****** berwarna cream.


Mereka saling tatap sejenak,kemudian Kaivan menyeringai melihat mata Ana yang sayu.


"Selamat menikmati menu pembuka mu,mas."bisik Ana menggoda.


Hasrat Kaivan yang sudah tinggi semakin tak tertahankan mendengar godaan istrinya itu.


"oh,aku tak akan membiarkan berjalan esok hari,sayang."tidak pakai menunggu lama Kaivan memulai permainan yang begitu di damba Ana.


Menu pembuka saja sudah membuatnya gila.Bagamana dengan menu utama dan penutupnya.


\=\=\=\=


holla readers...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2