OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Keinginan Kaivan


__ADS_3

Ana di buat bingung dengan kerandoman Kaivan hari ini.Setelah pagi tadi ia menjemput Ana di apartment pria itu mengajak nya mengelilingi kantornya.Memperlihatkan pada Ana betapa besar dan megahnya gedung yang selama ini menjadi tempat ia bekerja.Memang hari ini kantor libur jadi mereka bebas berkeliling dan berakhir di dalam ruangan kerja pria itu.


Ini pertama kalinya pria itu membawa Ana ke gedung kantornya dan Ana sangat menikmati room tour yang di berikan Kaivan ini.


Ruangan yang sangat tertata rapi dan terlihat mewah dengan kursi kerja Kaivan yang terlihat gagah itu."Mau mencobanya?"tawar Kaivan saat tanpa sengaja ia melihat Ana memperhatikan kursi kerjanya.


Ana menggigit bibir bawahnya."Apakah boleh?"tepatnya ia bergumam.


"tentu saja"Jawab Kaivan sambil menarik kursi dan mempersilakan Ana duduk.


"hhmm nyaman sekali"


"aku memesan khusus pada perusahaan milik keluarga Auriga"Kaivan menyandar di samping meja kerjanya.


"Auriga....yang baru selesai melakukan pesta pernikahan itu?"


Kaivan mengangguk pelan."Keluarganya memiliki perusahaan Furnitur."


"Lalu kenapa dia menjalankan bisnis club' ?"tanya Ana

__ADS_1


"karena ia ingin mandiri,sayang.ia ingin berdiri tanpa bantuan nama besar keluarganya."


Sesuatu terbersit di pikiran Ana."Apa mas juga memiliki keinginan seperti itu?"


Kaivan cukup terkejut dengan pertanyaan Ana barusan.Kaivan tersenyum dan mengangguk pelan."dulu sekali sebelum aku tau kalau sesuatu yang besar telah di persiapkan untukku."


"kalau boleh aku tau...apa keinginan mu dulu mas?"ujar Ana menatap Kaivan intens.


"hhhmmm...aku ingin menjadi tentara angkatan udara."Kaivan terlihat mengingat-ingat.


Ana membelalakkan matanya ."wow..itu keren sekali mas."


Kaivan mengusap kepala Ana."itu sebelum mau mas tau kalau ternyata ada perusahaan yang membutuhkan pemimpinnya segera."


Kaivan menggelengkan kepala."awalnya mas memberontak karena tekad mas sudah bulat, tapi seseorang membuka mata mas hingga kesadaran itu muncul dengan sendirinya."


Ana menatap Kaivan lagi.ia tahu Kaivan belum selesai dengan ceritanya.


"mas di perlihatkan bagaimana para karyawan bekerja keras untuk perusahaan yang pernah di pimpin oleh papa.Keluarga mereka bergantung hidup dari pekerjaan ini.Anak - anak mereka butuh biaya sekolah,mereka juga butuh sesuap nasi untuk bertahan hidup."Kaivan menarik nafasnya sesaat.

__ADS_1


"jadi mas putuskan untuk belajar dengan giat supaya jadi pemimpin perusahaan ini dengan baik.tak apa jika mas mengubur mimpi mas,supaya mimpi - mimpi anak yang lainnya bisa tercapai.lagi pula pada akhirnya mas menikmati pekerjaan ini."


"kamu hebat mas,aku beruntung bisa bersama pria sehebat ini."Puji Ana tulus.


Kaivan memalingkan wajahnya.Ia merasakan panas menjalari pipinya.


"hhhmmm...sayang,ngomong manis itu jatah mas loh."jangan sampai Ana bicara semanis ini lagi bisa - bisa Kaivan serangan jantung saking bahagianya.


Ana terkekeh geli melihat Kaivan yang salah tingkah di buatnya.Kaivan melihat jam di pergelangan tangannya lalu mengulurkan tangan "ayo...kita makan siang dulu."


Mereka beranjak dan meninggalkan gedung perkantoran Kaivan tersebut.Pria itu membawa Ana kesebuah restaurant terkenal karena teh tawarnya saja bisa mencapai ratusan ribu.


Ana belum pernah memasuki resto ini karena ia melihat parkiran mobilnya saja sudah membuatnya insecure.Ia yang menganut 'angkutan umum' itu lebih memilih tempat yang lebih friendly dengannya.


Beruntung lah hari ini Kaivan berbaik hati mengajaknya kesini menggunakan kuda besi berwarna merahnya.


\=\=\=\=


holla readersss

__ADS_1


sabar....setelah ini ya hehehhe


see you next episode


__ADS_2