OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
meminta izin


__ADS_3

Kaivan menatap rumah seseorang yang selama ini ia selidiki.Setelah mengetuk pintu ia mendengar suara teriakan dari dalam rumah.


"Ada perlu apa ya?"Tanya seorang wanita masih menggunakan celemek dan sedikit tepung di wajahnya.


"Bapak ada Bu,saya Kaivan."Wanita itu menatap Kaivan yang masing menggunakan stelan kerja.Sengaja waktu makan siang ini ia gunakan untuk mampir kerumah ini.


wanita itu mengangguk "Silahkan masuk dulu."membukakan pintu agak lebar.


"Bapak ada yang nyariin nih."Wanita itu berteriak lagi membuat Kaivan terkejut."silahkan duduk ya."


Ia berlalu ke arah belakang dengan terburu - buru.Tak lama seorang pria paruh baya yang terlihat masih gagah datang mendekat.Kaivan berdiri dan menyalami pria itu.


"Perkenalkan pak,saya Kaivan Hutama."


Pria itu menatap Kaivan sesaat.Sedikit heran karena kedatangan tamu dengan penampilan parlente.


"Silahkan duduk." pria itu duduk tak jauh dari Kaivan"ada keperluan apa nak Kaivan kemari."


"saya ingin mendiskusikan sesuatu pak."Kaivan duduk tegak."saya ingin meminta Putri bapak Untu saya lamar."


Suara gelas jatuh terdengar tak jauh dari mereka.wanita yang membukakan pintu untuk Kaivan tadi berdiri di sana dengan mulut ternganga.

__ADS_1


"IBU..."pria itu mengelus dadanya."untung Bapak gak punya riwayat jantung."


"hehehe maaf pak,ibu juga kaget."wanita itu memungut pecahan gelas dan segera kembali ke belakang.


Pria itu kembali menghadap pada Kaivan.Meneliti lebih cermat lagi pria di hadapannya ini.Siapakah pria ini yang berani melamar putrinya.


Tapi pria yang beberapa waktu lalu mengenalkan diri sebagai teman dekat Putrinya,adalah pria yang berbeda.Pria memakai kaca mata dan terlihat lebih muda.Pria ini terlihat lebih dewasa tapi tetap terlihat tampan dan memiliki aura yang kuat.


"Tapi Putri saya sudah memperkenalkan pria lain"Kaivan terkejut dengan perkataan Bapak itu.


"Putri kami yang mana??"Wanita itu muncul dengan 2 cangkir teh dan sepiring kue."kami memiliki 2 putri."wanita itu seakan membaca keterkejutan Kaivan dan kepolosan suaminya yang melupakan 1 putri mereka.


Mata sepasang suami istri itu terbelalak.Ana mereka ingin di lamar pria ini.


"Ana bercerita kalau ia sudah menganggap bapak dan ibu sebagai orang tuanya.Jadi saya datang kesini."Kaivan menjelaskan alasannya.


Bapak berdehem menetralkan keterkejutannya.Sementara wanita tadi berpindah duduk ke sampingnya.


"Apa kamu serius ingin melamar Ana."wanita itu bertanya antusias.Kaivan mengangguk yakin.


"Ibu....bisa tinggalkan kami."sang bapak berubah serius.

__ADS_1


wanita itu tersenyum menepuk bahu Kaivan dan berlalu pergi.


"Jika Ana berkata demi kian."Pria itu mendekatkan cangkir teh ke arah Kaivan."Maka bapak memiliki hak untuk bertanya padamu."


"silahkan pak."Jujur saja Kaivan sangat gugup karena ini pertama kalinya ia berniat melamar anak orang walau pun bukan orang tua kandungnya.


"jadi nak Kaivan,apa yang bisa kamu berikan kepada putriku."Ketika Kaivan hendak menjawab pria itu lansung menggeleng membuat Kaivan ciut kembali.


"Bukan,bukan harta yang saya pertanyakan.Melihat dari penampilanmu kamu bukan dari kalangan orang sembarangan atau kalangan setingkat di atas kami."Kaivan meneguk air liurnya sendiri.


"yang saya ingin tanyakan apa yang bisa kamu berikan,mengingat Putri saya itu sangat spesial.Kamu tahukan alasannya merantau ke Jakarta seorang diri dengan hanya bermodalkan ijazah dan tekatnya yang sekuat baja."


Kaivan mengangguk.mengingat pembicaraannya dengan Ana pada malam itu sebelum ia mengantar Ana pulang ke apartment nya.


\=\=\=\=


holla readerss...


nanti kita flashback sebentar ya ...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2