
Ana masih saja cemberut saat melihat Kaivan baru keluar kamar mandi tepat pada pukul 6 sore.
"mas sih...gagal deh kita liat sunset di atas boat di tengah lautan."Ana terus menggerutu yang hanya di balas cengengesan oleh Kaivan.
Ini sudah terlalu sore untuk melihat sunset dengan boat yang mereka sewa tadi.Semua karena Kaivan yang kebablasan.Karena gak cukup menikmati menu pembukanya tadi,pria itu jadi minta nambah lagi.
yah..karena mood Ana juga sedang bagus dan hormon sedang tinggi - tingginya.Dia mau - mau saja.
Kaivan sudah memberikan alasan kalau ia akan lebih lama di putaran kedua atau ketiga.Bukannya mempercepat permainan saat Ana protes karena sudah sore,malahan laki - laki itu semakin lama mencapai klimaksnya.
Mau di minta lepasin cepat - cepat saja,kasian juga, rasanya pasti berbeda.Apa laki - laki ini tidak lelah ? Ana saja sudah merasa pegal membuka kakinya lebar - lebar selama lebih kurang tiga jam.
Belum lagi laki - laki itu tertidur pulas setelah bertukar peluh dengannya.Semakin cemberut saja Ana di buatnya.
"maafin ya,mas kalau udah sama kamu sulit ngontrol diri."Ucapnya sambil mengusap tengkuk.Tapi Ana tau,Kaivan merasa bersalah dan meminta maaf dengan tulus
"kita makan di restoran hotel aja ya hari ini."Kai menggenggam tangan Ana dan mendekatkan ke bibirnya untuk di kecup.
__ADS_1
manis banget kan,pasti banyak cewek jadi korbannya.
"Buruan pakai baju."Akhirnya,kata itu yang meluncur di bibir Ana.
Kaivan tersenyum,ia mengecup punggung tangan Ana sebelum membongkar kopernya sendiri.
Ana menggeleng - gelengkan kepala melihat tingkah suaminya itu.Sambil mematut wajahnya di cermin.Ia telah bersiap bahkan saat Kaivan masih berada di alam mimpinya.
"Kita kapan pulang dari sini,mas."Ana menatap Kaivan yang tengah mengenakan kaus polo berkerah nya.
"belum juga sehari,sayang.Kamu gak tau ya,mas berencana memperpanjang.Ledek Kaivan yang mendapat hadiah cubitan di perut kekarnya.
"kasian Didin,atau kasian kamu yang kewalahan menghadapi aku." Kaivan menaik turunkan alisnya.
Ana lansung menegakkan badan dan mengangkat dagunya sedikit."maaf ya,aku tidak kewalahan."Katanya yang tidak terima di ledek Kaivan.
Kaivan tertawa terbahak - bahak."Sekarang aja jumawa.Tadi Mas buruan,Mas pegal,Mas.....Aduh.kok di pukul sih?Mas kan cuma ingatin kamu sama kekalahan kamu tadi."Ucapnya melihat pipi Ana yang sudah memerah itu.
__ADS_1
"iihh...kok dibahas sih."
Ana kembali ke maje rias untuk memoles lipstik yang menjadi bagian akhir riasanny nya.Kaivan duduk di ujung ranjang memperhatikannya dengan senyuman yang masih lebar.
"kamu cantik banget kalau lagi malu gitu."Ujarnya tiba - tiba.
"gak usah gombal.Gak bakal mempan untuk minta jatah lagi."Ana jual mahal.
"benaran nih."pancing Kaivan.Ia tidak yakin dengan jawaban Ana.
"Mas,,aku lapar.Kalau kamu nyerang aku tapi perut aku belum di isi,gimana?aku bisa pingsan Loh."Ana segera berdiri dan beranjak ke arah pintu kamar.
Kaivan tertawa lagi,ia meraih tangan Ana untuk di genggam.Wanitanya ini kalau sudah lapar bisa berubah jadi singa dan bila sudah kekenyangan akan berubah jadi kucing yang manis.
"oke...kamu bisa memakan apapun yang kamu inginkan."Kaivan mendekatkan dirinya pada Ana dan sedikit menunduk."Asal jatahnya mas aman."bisiknya.
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss...
see you next episode