OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Suatu pertanda


__ADS_3

"Kok mas ngikutin aku?" Ana menatap Kaivan yang terlihat salah tingkah.


"aku gak maksud ngikutin,aku gak sengaja liat kamu tadi." Kaivan menggaruk tengkuknya.


Ana memicingkan matanya menatap Kaivan curiga.Akhirnya Kaivan bercerita yang sebenarnya membuat Ana hanya bisa ternganga.


"jadi...dari awal mas udah ngikutin aku !"


"maaf,kan aku bilang gak sengaja."Kaivan cengengesan saja.


Ana hanya menggeleng - geleng kan kepalanya.Ia lalu memasuki supermarket karena ingin membeli beberapa kebutuhan dan Kaivan seperti anak ayam mengikuti kemana langkah kaki Ana.


"kenapa gak menghubungi aku ?' Ana mulai memasukan barang apa yang sudah ia catat di notes gadgetnya.


"Apa kamu tidak melihat panggilan dan pesanku ?"Kaivan mendorong troli terus mengikuti.


Ana terlihat menimbang sayuran pakcoy atau wortel yang akan dia masukan ke troli.


"Bagaimana kalau ke 2 nya?" Kaivan memberi saran.


Akhirnya Ana memasukan wortel dan kembali berjalan."aku baru liat tadi pas di taksi.gak,aku gak mau buang - buang bahan makanan."

__ADS_1


saat Ana tengah sibuk memilih,Kaivan memasukan berbagai jenis Snack dan coklat.


Ana melirik tajam Kaivan dan ia hanya beralasan menginginkan apa yang ia masukan.


Di kasir pun Kaivan merampas kartu Ana dan menyodorkan kartunya untuk digunakan.


Ana menghela nafas perlahan.Apa pria yang menenteng plastik belanjaannya ini benar - benar bos sebuah perusahaan besar.Tingkahnya setiap bersama Ana 'jarang' ada yang berwibawa.


Tapi pria ini selalu membuat Ana merasa di hargai dan di istimewa kan dengan semua perlakuannya.


Tiba - tiba Kaivan menggenggam tangan Ana lalu tersenyum hangat.


Matanya menatap jalanan yang lengang tapi genggaman tangannya menguat.


"gak ada yang tau susahnya kita buat nyembuhin diri sendiri,seberapa berat kita menjalaninya,seberapa banyak air mata yang terkuras tapi ingat,setelah itu kita harus membuka lembaran baru."


"aku juga dalam proses itu,memang gak mudah tapi aku berusaha.Ayo berjuang bersama.Kamu boleh capek,tapi jangan menyerah ya.Datang padaku dan aku juga sebaliknya."


Hening menyelimuti mereka.Ana tidak menyadari air matanya jatuh.Setelah sekian tahun ia berlari dari masa lalu tanpa menceritakan apa yang ia rasakan kepada orang lain.


Kaivan seperti menyadari apa yang ada di hatinya selama ini tanpa ada ia menjelaskannya.

__ADS_1


Sebenarnya Kaivan sudah menyadari ada sesuatu di diri Ana karena perempuan itu sangat jauh berbeda dari semua wanita yang ia temui selama ini.


Kaivan yang memiliki hal yang sama memiliki kepekaan yang cukup kuat.


Ana menangis cukup keras tanpa bisa ia tahan lagi.Ia mengeluarkan yang selama ini berusaha ia tahan mati-matian.


Kaivan hanya diam tanpa berusaha menenangkan karena ia tahu Ana butuh mengeluarkan beban di hatinya.


Hari ini Kaivan mengamati Ana dalam diam dari awal ia mengikuti wanita itu.Beberapa kali Ana melirik ke arah keluarga yang sedang menikmati kebersamaan mereka lalu menghela nafas seperti memendam sesuatu.


Kaivan yakin sebenarnya Ana gadis yang ceria dan terbuka.karena suatu hal ia menjadi sedikit tertutup,memilih banyak diam dan mengamati saja.


Sama hal nya dengan Kaivan yang berubah menjadi tidak tersentuh saat orang mulai memperlihatkan ketertarikan lebih padanya.


\=\=\=\=


holla readersss...


terlihat tidak apa - apa dan baik - baik saja bukan berarti seseorang tidak memiliki beban kan.


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2