
"ini benaran kita gak akan kemana - mana sampai nanti sore?"
"Iya ."Jawab Kaivan mengangguk mantap laku kembali mendusel - dusel pada Ana.Saat ini mereka masih berbaring dan menonton televisi Setelah bertempur keringat.
Saat mandi tadi pagi Ana menjawab kalau ia sudah siap untuk memiliki anak setelah tiga bulan pasca kehilangan mereka.Jadilah Kaivan dengan semangat melaksanakan kegiatan yang membuat mereka lupa daratan.
Ana mendengus saja.Kaivan dan janji busuknya.Mana janji untuk jalan - jalannya.Semua hanya wacana.
Kaivan terkekeh melihat raut wajah sang istri yang mulai bete."Nanti sore kita akan di jemput untuk naik Pinisi.Karena besok jadwal kita padat jadi mas memutuskan hari ini kita istirahat dulu."Jelasnya.
Mata Ana lansung berbinar naik pinisi berarti mereka akan sailing dan akan berkunjung ke pantai - pantai di sekitarnya.
"kamu mau ngemil sesuatu gak ?"Tanya Kaivan membuyarkan lamunan Ana dari destinasi yang lansung terlintas di pikirannya.
"masih kenyang,kan baru siap makan siang mas."Ana menatap Kaivan yang kembali fokus menonton televisi."Mas mau ngemil sesuatu?".
"belum tahu,tapi pengen."Jawab Kaivan tak yakin.
"gimana sih mas ?"Ana menggeleng - geleng melihat tingkah suaminya itu.
Pria yang masih toples dan berbaring dengan tangannya bermain - main di tubuh Ana."Mau ngemilin kami sekali lagi boleh gak?"
__ADS_1
"Mas....kok pakai acara nanya sih."Pipi Ana lansung blush saat mendengar pertanyaan Kaivan itu.
Kaivan terkekeh lalu tangannya mulai mencari - cari benda kesukaannya membuat Ana tertegun seketika.
"boleh gak?"
"pakek acara di tanya."Jawab Ana yang mulai merem melek di buatnya.
\=\=\=\=\=
Mereka menaiki sebuah pinisi yang lumayan besar itu.Tidak hanya mereka tapi ada beberapa pasangan lain.
Jadilah mereka berkumpul dan berkenalan dengan pasangan yang sedang honeymoon lainnya.Setelah berkenalan dan briefing rute perjalanan,Kaivan dan Ana di minta untuk istirahat dan akan berkumpul lagi saat makan malam tiba.Mereka menempati kamar utama dengan balkon dan jacuzzi.
"wow...this seems unreal."Komentar Ana saat melihat pemandangan di hadapannya.Ia tak pernah membayangkan akan merasakan pengalaman ini.
Sailing di labuan bajo adalah impiannya,walau tak tau kapan akan mewujudkannya.Ia pernah berandai - andai bersama Anya akan ke tempat ini suatu hari nanti.Saat tabungan mereka sebagai budak korporat sudah banyak.
Tapi lihatlah,saat ini ia berdiri di salah satu kapal pinisi yang sedang mengarungi perairan labuan bajo bersama sang suami.Hidup sungguh tidak bisa di tebak ya?
Andai saja ia tak mengalami hal itu mungkin saat ini kebahagiannya lengkap sudah.Andai ia lebih berhati - hati dan menghindari pembicaraan malam itu.mungkin.....
__ADS_1
"sayang..."Pelukan dari belakang yang di lakukan Kaivan membuat Ana tersadar dari lamunannya.
"are you happy?" bisik Kaivan di telinganya.
"i'm trying ."Jawab Ana sambil tersenyum.Ia terus berusaha dan mencoba.Ia tak ingin Kaivan sedih melihat ia yang masih berkubang dengan kesedihannya.Ikhlas Ana,ikhlas.
"keep trying with me."Jawab Kaivan menyemangati istrinya."gak mudah,tapi kita pasti bisa."
Kaivan tahu Ana masih suka menyembunyikan kesedihannya.Sehinggga sebisa mungkin Kaivan selalu berusaha menyemangati Ana dan menghiburnya.
Ana mengiyakan kata - kata Kaivan.
Walaupun berat ia terus mencoba untuk tersenyum setiap harinya.
Kesedihan ini pasti akan hilang sedikit demi sedikit,asal ia benar - benar berusaha.
\=\=\=\=
holla readerss....
see you next episode.
__ADS_1