
Setelah pernikahan Ana yang ternyata menjadi hari paling tak terlupakan oleh Anya.Karena tepat di hari itu pria yang sudah bersamanya beberapa bulan ini melamarnya di hadapan semua orang.
Tentu saja Anya mengatakan iya.Karena ia tidak punya alasan untuk mengatakan tidak dari pria yang tepat dan worth it seperti Dino.
Masalah masa pengenalan mereka yang singkat hanya masalah waktu.Bahkan orang yang sudah menikah saja masih terus saling mengenal hingga mereka tua nanti.
Karena pernikahan mereka akan di gelar tepat sebulan setelah pernikahan Ana.Jadi lah mereka sangat sibuk mengurus pernikahan di sela - sela waktu bekerja.
Seperti saat ini keduanya baru selesai dari kantor pihak WO yang menghandle acara besar mereka nanti,kini tengah makan malam di sebuah restaurant setelah beberapa hari tidak bertemu.
Makan malam mereka lancar dan menyenangkan seperti biasa.Anya yang banyak tertawa karena Didin berusaha melempar joke ala bapak - bapak namun juga mendengus karena ada juga yang garing.
Di sisi lain,Didin sengaja mengatakan lelucon - lelucon yang ia ketahui supaya Anya tidak membahas tentang persiapan pernikahan mereka.Ia tahu Anya butuh rileks sejenak.
"babe,aku...."
"Anya kan?"
Didin menatap tajam orang yang baru saja memotong perkataannya.Seorang laki - laki yang tak lebih tinggi darinya.Menggunakan kemeja berwarna biru dengan mata berbinar menatap calon istrinya.
"Siapa ya ?"tanya Didin dengan rasa tak suka yang tidak ia sembunyikan.
__ADS_1
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Didin,pria itu masih menatap Anya yang hari ini mengenakan asymmetric Hem dress berwarna putih yang juga menatapnya.
"Andre ya?"
"iya,aku andre.lama gak ketemu."sambil mengulurkan tangannya.
"iya.terakhir ketemu saat aku tampar kamu di toko baju pas kamu jalan sama selingkuhan mu itu kan."Tanpa memperdulikan uluran tangan dan raut wajah Andre yang menahan malu karena ternyata Anya mengingat kejadian itu.
Dan kekesalan Didin menguap begitu saja dan berusaha menahan tawa yang sebenarnya bisa di dengar oleh Andre.
"Apa kabar,Andre?"tanya Anya sambil membersihkan ujung mulutnya dengan tisu.
"Baik"jawab Andre sambil tersenyum canggung"Kamu?"
Barulah Andre menatap pada Didin yang menatapnya datar tanpa ekspresi.Keduanya saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing - masing.
"Kapan resminya ?"Tanya Andre sambil meneliti penampilan Didin malam ini.Pria itu tampak gagah dengan setelah jas berwarna navy.
"Tunggu aja undangannya,alamatmu masing yang lamakan."Jawab Anya tersenyum simpul.Mengabaikan muka masam Andre yang sebenarnya hanya basa - basi.
"datang ya,bawa pasanganmu dan angpao yang banyak."Ucapnya lagi sambil tertawa.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama bagi Andre yang berencana memikat Anya yang terlihat semakin cantik dari terakhir mereka bertemu,mengubur niatnya lalu kembali kemeja di mana teman - temannya berada.
\=\=\=\=
"So...."Tanya Didin saat mobil yang di kendarai ya menuju rumah Anya."Dia mantan kamu yang sempat melamar kamu sebelum aku."
Anya mengangguk sambil memakan mcflurrynya.Ia tiba - tiba menginginkan es krim McD itu saat di jalan pulang tadi.
"aku pikir dia setampan apa sampai berani menyelingkuhi mu dan berani menyapamu kembali,babe."
Anya tertawa mendengar penuturan calon suaminya"Gak lah, gantengan kamu kok,Bub.Dan dia brengsek banget."
"Apa kamu sempat berpikir untuk memaafkan dia?kan kalian juga sempat tunangan."Tanya Didin penasaran.
"Gak,dalam hubungan aku bisa memaafkan apapun tapi tidak untuk perselingkuhan."
Didin mengangguk mengerti,perselingkuhan adalah hal yang fatal dalam sebuah hubungan.Bukan hanya bagi perempuan,bagi laki - laki pun sama menyakitkannya.
\=\=\=\=
holla readers...
__ADS_1
see you next episode.