OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Abaikan saja


__ADS_3

Kaivan tak mengajak Ana untuk membicarakan pertemuannya dengan Mariska tadi siang.Ia berusaha menghindari topik tersebut dengan menanyakan progres belajar merajut Ana dengan bibi Sarah. yang di sambut antusias wanita itu.Ia berencana membuat syal.


Ana juga tidak membuka pembicaraan tentang kejadian tadi siang.Ia terus menceritakan kegiatannya sambil merajut di sofa kamar dengan Kaivan yang setia mendengar walau harus memangku laptopnya.


Kaivan termotivasi mengerjakan pekerjaannya sebaik mungkin agar Mariska tidak punya alasan untuk menjodohkannya dengan wanita lain lagi.


Setelah cukup lama diam dengan kegiatan masing - masing Kaivan meletakan laptop di atas meja lalu meminta Ana mendekat dengan menepuk sisinya yang sedikit berjarak.


"sini ." undang Kaivan


Ana meletakan peralatan rajut nya dan bersandar di dada pria yang selalu membuat ia nyaman itu.


"apa yang di bicarakan wanita itu padamu?"tanya Kaivan pelan.Pria itu mendekap dan sekali - kali mengecup pelipis Ana.


Ana menceritakan apa saja yang di jabarkan Mariska tadi siang tanpa mengurangi atau menambah apa pun.


Kaivan menahan diri untuk tak mengumpat dengan semua macam umpatan yang ia ketahui.Sebenarnya,ia tak mengerti kenapa pamannya sangat mencintai wanita itu.Apakah lamanya tidak mengetahui latar belakang wanita itu ?atau pamannya sudah di butakan dengan cintanya?

__ADS_1


"Selama ini Hutama Land masih berdiri gagah di atas kakinya sendiri walau setiap perizinan pemerintah tidak lah mudah."Kaivan menjelaskan pada Ana setelah menyelesaikan ceritanya.


"menurutku,alasannya sangat tak masuk akal.Walaupun Keluarga Kusuma menduduki pemerintahan,Hutama Land pasti mempunyai jalannya sendiri untuk mendapat perizinan.Perusahan kita sudah banyak melakukan pembangunan apartment,perkantoran dan perumahan.Bahkan aku sedang mendapat tender pembangunan hotel."


"aku yakin,pasti keluarga Kusuma menginginkan sesuatu dengan membiarkan Anaknya mendekati keluarga Hutama.Dan Mariska menyambut baik hal itu."


Kaivan sedikit memberi jarak di antara mereka untuk menatap wajah Ana yang selalu bisa meneduhkan nya."kamu percaya mas kan?"


Kaivan sedikit was - was saat Ana tak kunjung menjawabnya.Tiba - tiba wanita itu meraih leher untuk mendekatkan wajah mereka.Ia mengecup bibir singkat bibir Tunangannya itu.


"that's my girl."Kaivan tersenyum senang dan mengecup pipi Ana berkali - kali dengan cepat."ayo kita tidur.aku ngantuk."


Kaivan mengajak Ana menaiki ranjang mereka.Setelah memutuskan Ana tinggal bersamanya mereka memang tidur seranjang dan tak melakukan apa pun salin tidur berpelukan.


Ana menurut dan mematikan lampu utama hingga menyisakan lampu tidur.Kaivan yang berbaring, menyambut Ana dalam pelukannya sehingga membuat wanita itu tidur beralasan lengannya.


"good night, sayang."

__ADS_1


\=\=\=\=


Kaivan tak pernah lagi menunjukan batang hidungnya setelah memperingati Mariska terakhir kali.Jika pamannya meminta ia datang,ia akan memberikan alasan menyiapkan pernikahan yang tertunda.


Ia hanya akan mendatangi tempat kerja pamannya untuk melihat kondisi atau hanya sekedar cerita - cerita ringan.


Ana pun tidak pernah menyinggung tentang hal tersebut.Ia hanya akan sakit hati setiap berhadapan dengan Mariska yang sampai saat ini terlihat masih tidak bisa menerimanya berada di sisi Kaivan.


Ia pun tak ingin Kaivan bertemu dengan wanita yang di jodohkan dengannya jika bertandang ke rumah paman prianya.Ana tidak segila itu.


Ana sibuk merajut untuk mengisi kebosanan karena ia masih cuti yang entah sampai kapan.Kaivan mengatur segalanya agar ia fokus pada kesehatan yang harus benar - benar pulih paskah kecelakaan yang sempat ia alami.


\=\=\=\=


holla readerss...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2