OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Mabuk adalah kesialanku


__ADS_3

Kaivan baru mendarat dari Australia setelah 5 hari melakukan perjalanan dinasnya.Kemudian ia lansung ke club' Auriga karena pria itu sudah berisik sekali 'seperti pacar posesif' menghubunginya.


Ia berjalan masuk ke ruang VIP yang sudah di tempati oleh sahabat - sahabatnya.


"aah akhirnya brother ku muncul ke permukaan."Auriga menyambut Kaivan dramatis.


"emangnya gue ikan." ujar Kaivan keki.Ia menjatuhkan tubuhnya ke single sofa sambil memejamkan mata memegang pangkal hidungnya.


Sebenarnya dia luar biasa lelah.Lelah karena pekerjaan,lelah karena tuntutan pamannya,lelah memikirkan bagaimana caranya menjelaskan situasinya kepada Ana.Apa gadis itu marah karena Kaivan menghindarinya?


Kaivan juga lelah dengan perasaannya.Biasanya ia lansung membenci orang - orang yang menyinggung tentang kedua orang tuanya.Dengan Ana bukan nya membenci gadis itu tapi Kaivan lebih merasa bersalah karena menghilang begitu saja.Ada apa dengan Kaivan??


aah bicara tentang gadis itu membuat Kaivan merindukannya.


Jericho menyodorkan gelas tinggi berisi cairan merah kepada Kaivan." Lo keliatan lelah banget bro."


Kaivan menerima dengan menghela nafas."gue baru mendarat dan ni orang,udah heboh minta ngumpul."sambil menunjuk Auriga.


Auriga hanya cengengesan sambil menatap tabletnya."Sebenarnya ada yang mau gue tunjukkan"sambil meletakan tabletnya di hadapan kedua sahabatnya.


"Menurut Lo siapa wanita yang memberikan amplop itu kepada salah satu sekretaris pegawai Lo?"


"sialan...." Kaivan menggeram melihat Vidio di tablet itu."kapan Lo mengetahui hal ini."Tanya Jericho.


"gue gak sengaja melihat mereka 'ngobrol' di sudut club'."Auriga mengusap dagunya yang di tumbuhi bulu halus.


"mau ngajak bermain wanita sialan itu.Padahal udah gue peringati."Kaivan mengepalkan tangannya.


tiba - tiba gadget Kaivan berdering dan menampilkan nama Ana.

__ADS_1


"hello,oh hai."


"…......."


"kenapa,she's get to drunk ?"


"........."


"oke, i will be there."Kaivan menutup telepon.


"sorry gue harus cabut, thank's infonya bro."Sambil menepuk bahu Auriga Kaivan beranjak pergi.


\=\=\=\=


Ana terbangun dari tidurnya dengan kepala berdenyut nyeri.Aahhh alkohol sialan.


Ana melihat kekanan dan kekiri mencoba mencari petunjuk.


sebuah kamar bernuansa abu dengan sperai putih samar - samar Ana mencium aroma maskulin yang sepertinya ia kenali.


Tidak mungkin kan...ia melirik ke arah samping dan terkesiap melihat Kaivan tidur memunggunginya.


Astaga apa yang terjadi saat ia mabuk semalam.


Ia tidak bisa mengingat sama sekali tiap ia mabuk.


Ana kembali pura - pura tidur saat Kaivan membalikan badan dan melingkarkan tangannya ke perut Ana.


"good morning." suara beriton itu menyapa Indra pendengaran Ana."aku tau kamu udah bangun."

__ADS_1


"apa aku merepotkan mu semalam."Ana perlahan membuka matanya.


"gak sama sekali."ucap Kaivan.Hanya ia menggendong Ana dari bar ke mobil dan dari mobil ke penthouse miliknya sambil Ana menangis tersedu - sedu tanpa mengucapkan satu kata pun.


"syukurlah."jawab Ana singkat


"aku minta maaf karena menghilang beberapa hari ini."Kaivan duduk lalu menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.


"Aku melakukan perjalanan dinas ke Australia dan sedang memikirkan sesuatu."


Ana mengamati Kaivan dalam diamnya.


"Apa aku melakukan kesalahan ?"


ia menggeleng "saat ini aku belum bisa menceritakannya.tapi aku memerlukan sedikit waktu untuk diriku sendiri,dan menyelesaikan beberapa hal." ia menatap Ana dengan intens.


Ana hanya diam mendengarkan penuturan Kaivan.


"Bisakah kamu menungguku sebentar lagi ?"Kaivan menatapnya penuh harap.


"aku gak kemana - mana mas,tapi aku tak ingin menunggu mu."Ana tak ingin menaruh harapan karena ia tau Kaivan sosok yang sulit ia jangkau.Bersamanya dalam beberapa bulan ini pun Ana merasa mimpi.


Mimpi indah yang saat ia terbangun hanya kenyataan lah yang benar - benar harus ia hadapi.


\=\=\=\=


Holla readers....


salam sayang dari othor yang suka molor hehehehe

__ADS_1


__ADS_2