OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Cukup percaya padaku


__ADS_3

Ana menegang sejenak.Apa ia katakan saja pada Kaivan.Tadi ia memang bisa mengelak tapi saat ini pria itu tengah memeluknya dari belakang dan masih meletakan kepalanya di bahu Ana.


"itu....bibi Mariska menunjukan sesuatu padaku."


Kaivan menatap Ana seakan bertanya.apa???


Ana menggigit bibir bawahnya karena ia tak siap dengan respon Kaivan.Apa pria itu akan membenarkan yang dikatakan bibi Mariska?


"Bi-bibi Mariska menunjukan foto."Ana menarik nafas sejenak."foto calon istri mu?"


Alis Kaivan menukik tajam.Foto siapa????


Ana menutup matanya sejenak.ia benar - benar tidak siap."Apakah cantik ?"jawab Kaivan santai.


Ana membuka matanya perlahan.Senyum jelas terbit di wajah tampan pria yang sedang menatapnya itu.


"Apakah ia bisa makan banyak ??" tanya Kaivan lagi


"Apakah ia selucu ini ??"Kaivan mencubit pipi Ana.


"Mas....aku serius"

__ADS_1


"Apa aku terlihat becanda,sayang."Kaivan menggeser Ana duduk menyamping agar ia lebih leluasa menatap wanitanya ini.


"Kalau dia tidak selucu kamu,tidak bisa makan sebanyak kamu dan tidak mirip denganmu.Aku tidak akan menerimanya."


Ana memegang kedua pipinya."Apa aku makan sebanyak itu ?"tanya Ana polos.


Kaivan tersenyum dan mengangguk."dan itu yang paling aku suka darimu."


"kamu aneh mas."Ana memalingkan wajahnya yang memerah.


"dan kamu menyukai pria aneh ini." Kaivan mencium tangan Ana yang ia raih untuk di genggam.


"lihat aku"pinta Kaivan.Ana menatap pria itu yang berubah ke mode serius.


"Apapun yang wanita itu katakan padamu tidak perlu kamu pedulikan.cukup kamu percaya padaku."


Ana seakan terhipnotis dengan tatapan mata pria itu.mata indah yang selalu menatapnya dengan tatapan kasih sayang.


Ana mengangguk perlahan dan Kaivan mendekatkan wajah mereka.


merengkuh benda kenyal berwarna merah muda alami itu.Ana menyambut bibir Kaivan dengan mata terpejam menikmati setiap perlakuan pria itu.

__ADS_1


Kaivan mendudukkan Ana di atas meja kerjanya dengan ia berada di antara kaki wanita itu.Bibir mereka masih saling menjelajah hingga tanpa bisa Ana tahan ia melenguh pelan...


Setelah puas dengan petualangan mereka menyudahi dengan kening saling menempel dan nafas yang sedikit terengah.Kaivan mengusap bibir Ana dengan ibu jarinya.Bibir itu sedikit bengkak akibat dari perbuatannya.


"kita harus kemeja makan sekarang mas."Ana masih menghirup udara yang sempat di curi oleh Kaivan tadi."nanti makanannya dingin".


Kaivan mengangguk pelan.Lalu membantu Ana turun dan berjalan keluar menuju meja makan.


Bibi Sophie terlihat memotong buah - buahan dengan senyum penuh arti.Ia melihat bagaimana penampilan Ana yang tidak Serapi tadi dan bibir bawah sedikit bengkak.Aah tuannya yang ia asuh dari kecil sudah sangat dewasa.


Setelah Kaivan duduk di kursi kepala keluarga Ana mengambil duduk di samping kanan dengan sigap membantu mengambilkan makanan untuk pria itu.


Lalu mereka mulai makan bertiga dengan saling mengobrol santai.Bibi Shopie menatap haru kedua manusia di hadapannya ini.Sudah lama sekali rumah ini tidak ada terdengar canda tawa.


Ana yang memamerkan hasil masakannya bersama bibi Sophie kepada Kaivan.Membuat pria itu minta nambah yang ke dua kalinya.Kaivan yang terlihat sangat senang karena Ana begitu bersemangat mengambilkan lauk - pauk untuknya.


aahh...bagaimana mungkin Kaivan menukar kebahagiaan ini dengan wanita yang di jodohkan bibi liciknya itu.Dan entah apa lagi yang di rencanakan wanita itu.


\=\=\=\=


holla readerss...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2