OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Our Home


__ADS_3

Siang ini Kaivan membawa Ana kerumah orang tuanya.Ia yang hari ini memang sengaja libur mengganti janji yang tidak bisa ia penuhi kemaren.


Ana yang menatap rumah klasik berlantai 3 tersebut.Ini sudah kesekian kalinya ia berada di rumah yang memiliki pilar - pilar tinggi dan besar itu.


Kaivan mendorong pintu dan mempersilahkan Ana masuk.Ana yang awalnya biasa saja lansung terdiam.Rumah ini seakan baru selesai di buat dengan beberapa furniture baru.


"welcome home,sayang."Bisik Kaivan yang berdiri di belakang Ana.


"haa..maksudnya?"Ana yang tidak mengerti atau memang sedang terkesima dengan hasil renovasi rumah ini.


"Mulai sekarang kita akan tinggal di sini sampai kita tua nanti."Jawab Kaivan sambil menggenggam tangan Ana.


"Kapan kamu renovasinya mas?"Ana masih memperhatikan beberapa bagian yang terlihat baru.


"hhmm..mungkin sebulan sebelum pernikahan kita.gak banyak yang mas ubah kok.hanya beberapa bagian dan tambahan lift di samping tangga."tunjuk Kaivan pada pintu yang memang seperti lift.


Bibi Shopie datang membawakan minuman untuk kedua majikannya."Selamat datang nyonya muda."ucap wanita itu ramah.


"Akhirnya rumah ini kembali hidup setelah belasan tahun sepi."Ana bisa merasakan keharuan yang di rasakan Bibi Sophie.Pasti lah wanita tua itu merasa kesepian menempati rumah sebesar ini tanpa ada orang yang bisa ia layani.

__ADS_1


"Bibi,aku akan menemani mu mulai sekarang."Jawab Ana dengan keharuan yang sama.Ia juga bersyukur Kaivan mau kembali ke rumah peninggalan orang tua nya ini.


Setelah room tour singkat yang membuat Ana berdecak kagum,apa lagi kamar mereka di lantai dua yang awalnya sudah besar sekarang lebih besar lagi bahkan lengkap dengan walk-in closed yang juga besar dan sudah terisi baju mereka berdua.


Ana benar - benar hanya membawa dirinya ke rumah yang memang siap untuk ia tempati detik itu juga.


\=\=\=\=\=


Hari ini Ana kembali bekerja setelah rentetan cutinya.Mulai dari kecelakaan,menikah,dan bulan madu.Ia sempat khawatir akan mendapatkan masalah setelah cuti yang cukup lama tapi Kaivan meyakinkan ia tidak akan mendapatkan masalah apapun.


"Selamat pagi,istri sultan."sapa Anya yang lansung menggandeng tangannya di pintu masuk


"Melihat mobil yang ngantar Lo pagi ini.Gue rasa Pak Kaivan bisa saingan dengan sultan Brunai."Anya menekan tombol lift lalu menyandar manja pada Ana.


Ana yang mendengar perkataan Anya hanya bisa menggeleng saja.Suaminya itu memang kaya raya tapi ia tidak ingin di juluki sultan seperti itu.Ia hanya seorang perempuan biasa yang beruntung di nikahi Kaivan.


Denting lift membuat mereka memasuki kotak besi tersebut.Ana melirik Tote bag yang di bawa Anya.


"Lo bawa apa?banyak banget."

__ADS_1


"gaun Bridesmaids buat Lo sama Mila."Anya menyodorkan satu Tote bag pada Ana.Di sana terdapat sebuah gaun satin berwarna hijau Armi.


"kapan Lo ambil cuti? acaranya kan 2 Minggu lagi."Ana melangkah keluar lift di ikuti Anya.


"Minggu ini gue udah ambil cuti.Tenang aja lah.semua udah beres."Anya melangkah mendahului Ana."Lo harus datang paling awal ya.Gue mau Lo yang Nemani gue."


Ana tersenyum dan mengangguk.Ia juga ingin berada di sisi sahabat sekaligus saudarinya ini di hari terbahagianya.


"iya..iya..gue juga udah izin sama mas Kaivan."


"good.......MILAAAA."teriakan Anya saat melihat Mila yang sudah memegang cangkir kopinya.


Wanita itu lansung meninggalkan Ana dan menyodorkan Tote bag satunya lagi pada Mila.


\=\=\=\=


holla readers...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2