OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Dia pergi sebelum sempat bertemu


__ADS_3

Setelah menangis histeris dalam waktu cukup lama.Ana kembali tertidur akibat kelelahan.


Anak mereka tidak terselamatkan,akibat benturan yang cukup keras.Saat ini Ana sedang bed rest setelah di lakukan beberapa tindakan untuk membersihkan rahimnya.


Kaivan sudah beberapa kali bolak - balik kamar mandi,menangis tapi juga berusaha tegar di depan semua orang terutama Ana.


Ia juga kehilangan,tapi melihat Ana yang seperti kehilangan separuh nyawanya lah yang membuat Kaivan benar - benar sedih dan menangis dalam diam.


"nak kai,"tepukan di bahunya membuyarkan lamunan Kaivan.Ada Ibu Ida tengah menatapnya dengan sedih.


"kamu ke kantin rumah sakit dulu sana sama Bapak.Cari sarapan atau setidaknya kopi."Pinta ibu Ida yang juga terlihat sangat sedih.


Kaivan terlihat kuyu,pucat dan kelelahan sangat berbeda dengan penampilannya sehari - hari.


"Kamu harus sehat supaya bisa menjaga Ana.Nanti Ana sedih kalau kamu ikutan sakit."


Setelah berpikir beberapa saat,akhirnya Kaivan mengangguk.Ia melepaskan tangannya yang dari tadi terus menggenggam tangan Ana.


Ana mengalami abortus insipiens yang mengharuskan ia menjalin prosedur kuretase supaya pendarahan bisa di hentikan dan komplikasi bisa terhindarkan.


Prosedur tersebut sudah di lakukan sejak semalam.Saat ini Ana hanya harus istirahat dan menunggu keputusan dokter selanjutnya.

__ADS_1


Sejak semalam Kaivan tidak meninggalkan Ana sedikit pun.Ia bahkan lupa kapan terakhir makan.


"Kai titip Ana dulu ya Bu,Ibu mau titip sesuatu ?"Jawab Kaivan dengan suara serak.Entah kapan ia minum?


"iya.ibu akan di sini sampai kamu kembali."Ibu Ida tersenyum menenangkan."Ibu sudah sarapan kok.Minuman juga masih ada."


Kaivan mengangguk dan beranjak keluar.Saat berada di luar kamar VIP yang di tempati Ana,langkahnya tertahan.Ia menoleh pada pintu yang tertutup.


Anak yang mereka nantikan justru meninggalkan mereka di usia kandungan yang menginjak tiga bulan.Ana sangat sedih hingga sempat histeris saat sudah sadarkan diri tadi.


"Ayo Kai."Ajakan Bapak Heri membuat Kaivan tersadar kembali.Ia berusaha tersenyum walau mungkin terlihat aneh.


\=\=\=\=


"Sebenarnya Kai,Anya itu harusnya anak kedua."Lanjutnya lagi.


Ucapan Bapak Heri membuat Kaivan menoleh "maksudnya,pak."Entah karena lelah atau terlalu sedih Kaivan sedikit sulit mencerna perkataan Bapak Heri.


Pria paruh baya itu menatap taman dengan tatapan menerawang."Dulu Ibu sempat hamil 3 tahun sebelum hamil Anya."


"Kami yang cukup terkejut karena baru menikah dan lansung di karunia anak.Ibu sempat mengeluh karena ia masih ingin menikmati pacaran setelah menikah."Jelas Bapak Heri.

__ADS_1


Ia sangat mengingat kejadian itu.Ia yang notaben sebagai kepala keluarga harus berusaha keras meyakinkan dan membuat istrinya menerima kehamilan yang tak di prediksi itu.


Tapi setelah di jalani bahkan saat USG anak pertama mereka seorang laki - laki.Mereka mulai menyayangi dan mungkin mulai menerima kalau mereka sudah di percaya untuk memiliki anak pada saat itu.


Tatapan Bapak Heri berubah sendu saat mengingat Moment itu.Ia yang juga merasa memiliki andil besar atas keguguran sang istri yang ternyata sangat stres apa lagi ia selalu meninggalkannya sendiri untuk bekerja.


Kaivan mendengarkan cerita tersebut dalam diam sambil sesekali menyeruput kopinya.


"Butuh waktu cukup lama sampai ibu bisa berdamai dengan dirinya sendiri,walau ia bisa tertawa seperti biasa setelah seminggu kehilangan anak kami."Ujar Bapak Heri menoleh kearah Kaivan.


"Tapi Bapak tau dalam hati Ibu,dia tidak sedang baik - baik saja.Kemudian kami berdua mencoba bangkit bersama agar tak berlarut - larut dalam kesedihan."


Kaivan bisa merasakan nafasnya tercekat saat mendengar cerita yang baru pertama kali ia dengar.


"Jadi Bapak harap,sebagai seseorang tempat bersandar bagi Ana,kamu harus memiliki kesabaran dan membuatnya bisa berdamai dengan dirinya sendiri."Ujar Bapak Heri.


"Karena Tuhan pasti sedang mempersiapkan yang terbaik di waktu yang tepat.Jadi kalian harus selalu percaya dan terus bahagia."


\=\=\=\=


holla readerss..

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2