OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Ular tetap lah ular walau ia berganti kulit


__ADS_3

Saat ia memasuki ruangan kerjanya,Anya lansung menyodorkan salad buah dalam tupperware warna hijau yang cukup besar.


"Ini titipan Ibu,pesannya semoga Ana semangat kembali dan makan yang banyak seperti biasa."ucap Anya dengan senyum lebarnya.


Belum sempat Ana merespon pemberian Anya,Mila meletakan dua batang coklat di atas Tupperware yang di dekap Ana.


"gak sengaja Nemu di minimarket dekat kosan."Ujarnya lalu duduk di meja kerja nya.


Ana sampai melongo melihat tingkah teman - temannya ini.Ia tahu kalau mereka perhatian dan khawatir padanya.tapi...


"good mouwning everyone..."


Aahh..ratu drama mereka telah tiba.


"Ana,darling...nih tolong bantu cicipi hasil kerja keras gue pagi ini."Katanya sambil memberikan sebuah kantong plastik dengan jari kelingking melentik tinggi.


"hei..aku baik - baik saja.we're okay."sambil meletakan pemberian semua orang di atas meja.


Walau hatinya masih terasa berat,Ana mencoba untuk bangkit.Karena banyak orang - orang terdekat yang begitu menyayangi dan selalu mensupport nya.


"Pagi,dengan ibu Ana."Seorang OB datang dengan buket bunga yang cukup besar.Terdiri dari mawar putih dan Krisan putih di tambah baby breathe sebagai pemanis.

__ADS_1


"Terima kasih,pak"Ucap Ana setelah menerima buket dan membuka kartu ucapan yang terselip di sana.


'Jika rasa sayang itu bisa di lihat,mungkin kamu akan tahu kalau aku lebih menyayangimu dari pada diriku sendiri'


i love you sayang,semangat kerjanya hari ini ya.


Love,KH


Senyumnya lansung mengembang saat membaca tulisan suami yang sangat rapi itu.


"Sweet banget"Desah Mila yang diam - diam ikut membaca."Kapan aku bisa dapatin yang kayak gitu ya?Pak Kaivan gak punya adik ya?"


"Dia anak tunggal "Jawab Ana sambil tertawa geli.


"Heeh..kalau seandainya pak Kaivan punya adik,gue bakalan rela bersaing sama Lo."Seru Iyan yang mendapat cibiran dari Anya.


Ana hanya menggeleng kepala meninggalkan dua manusia yang masih memperebutkan adik Kaivan yang bahkan tidak pernah ada keberadaannya.


Dayana Greesa : makasih bunganya mas.i love you more and more


Ana mengirim pesan pada Kaivan.Suaminya itu mungkin masih meeting.Jadi belum sempat membalas pesannya lansung.

__ADS_1


\=\=\=\=


"Mas,Kamu tahu tentang paman yang akan menceraikan bibi Mariska?"


Kaivan tak lansung menjawab.Ia tahu karena menjadi orang pertama yang di hubungi pamannya ketika keputusan sudah bulat dan gugatan sudah di layangkan ke pengadilan agama.


'Maafkan paman yang di butakan cinta tanpa mengenal lebih dalam lagi sosok yang paman cintai.Dan paman akan menyelesaikan semua hal yang telah di mulai oleh Mariska.'Kata Paman Petra saat memberitahunya.


"Tahu." Jawab Kaivan akhirnya."Dan wanita itu akan mempertanggung jawabkan semua kejahatan yang ia lakukan selama ini."


"aku...."Ana tak lansung bicara karena ragu.Namun melihat Kaivan yang menunggunya Ana melanjutkan."aku takut ada andil aku dengan keputusan itu."


"Karena kejadian itu."Jawab Kaivan sambil mengepalkan tangannya.Yang Ana tak ketahui setelah memastikan kondisinya telah stabil saat di rumah sakit.Kaivan menemui Mariska dan hampir membunuh wanita itu kalau tidak di cegah pamannya.


"Itu bukan salah kamu,dia dengan sengaja mencelakai kamu.Ular walau pun berganti kulit tetap lah ular,yang berganti hanya luarnya saja dalamnya tetap sama."Ucap Kaivan


"Memang kita kehilangan calon anak kita akibat kejadian itu.Tapi sayang...."Kaivan menghadap ke arah Ana dan menggenggam tangannya."Secara tak lansung Asmara telah membantu menegakkan keadilan atas kepergian kakek dan neneknya."


Ya hal itu benar adanya.Karena kejadian itu Mariska diadili dengan pasal berlapis atas semua perbuatan jahatnya.Dan dengan kekuasaannya,Kaivan memastikan wanita itu di penjara pada waktu yang cukup lama.


\=\=\=\=

__ADS_1


Holla readers...


see you next episode


__ADS_2