OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Bagai air penghilang dahaga


__ADS_3

Karena lelah dengan pertanyaan sama selaku di dengarnya dari sang Bunda.Semnetara Didin tak memiliki waktu untuk mencari pasangan.


Malam itu ia mencoba menggunakan aplikasi mencari jodoh,bukan benar - benar berniat mencari jodoh Disana.Tapi hanya iseng - iseng berhadiah,pikirnya.


Setelah melengkapi bio dan mengisi foto ia mulai berselancar di dalam aplikasi.Semuanya terlihat standar saja,tak ada yang menarik perhatiannya.


Sampai pada foto seorang wanita yang terlihat manis dengan lesung pipi sebelah kirinya,tapi bukan itu yang membuat Didin tertarik.Melainkan bio nya yang ingin memelihara tuyul.Alih - alih mencari teman kencan.


Didin tertawa Di buatnya.Ia mengklik bagian pesan dan mulai mengajaknya kenalan.Tak di sangka wanita itu membalas pesannya cukup cepat,sepertinya ia juga tengah berselancar di aplikasi itu.


Mulai di sanalah ia mengenal Zefanya Putri,seorang staff Marketing di perusahaan Fun Food Makmur.Dan ternyata obrolan mereka nyambung dan asik sekali.


Setelah mengenal cukup lama mereka memutuskan saling bertemu dan ada satu fakta yang membuatnya semakin menarik.


Mereka sempat saling tabrak,lebih tepatnya Didin menabraknya di sebuah restaurant saat pria itu tiba - tiba mengalami sakit perut.


Dan yang lebih mencengangkannya lagi,Ternyata Bosnya menyukai sahabat dan rekan kerja Anya.Dunia sempit sekali ya.


\=\=\=\=


Hari ini Didin di tugaskan oleh Kaivan menjemput orang tua Anya untuk berangkat ke Bali dalam rangka pernikahan bosnya itu.

__ADS_1


Didin menatap rumah sederhana itu dengan menghela nafas,selalu merasa gugup setiap bertatap muka dengan Bapak Heri,bapaknya Anya.


Setelah mengetuk beberapa kali,Bapak Heri sendiri yang membukakan pintu.


"Duduk dulu,nak Dino.Ibu masih dandan."Ucap Pak Heri sambil duduk di salah satu kursi.


"Semua sudah siap pak?"


"Sudah,tinggal menunggu Anya pulang dari rumah Ana saja."


Didin memperhatikan sekitar,di salah satu sudut rumah terdapat dua koper dengan ukuran berbeda.


"Sebenarnya,saya memiliki tujuan lain selain menjemput bapak dan ibu ke sini."Didin mulai menyampaikan maksud dan tujuannya.


Di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian dengan model simpel tapi sangat cantik.Sangat pas cocok menggambarkan sosok Ana.


"Kamu melamar bapak?"Tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Eeh...bukan pak bukan."Jelas bukan itu maksud Didin."saya mau melamar Anya."


Bapak Heri yang tadinya santai lansung duduk tegap."Secepat itu? saya tidak akan mengizinkan kalau kamu hanya ingin mempermainkan anak saya."

__ADS_1


Didin meraup udah sebanyak yang ia bisa sebelum mengatakan hal sudah ia pikirkan beberapa hari ini.


"Saya benar - benar menginginkan Anya menjadi pendamping,teman hidup saya,pak."Jawab Didin yakin.Ia seperti sudah menemukan yang selama ini ia cari.


"Apa yang membuatmu yakin,kalau Anya lah orangnya ?"


"Saya menemukan sosok yang selama ini saya cari,pak.Bapak pasti pernah mendengar istilah carilah pasangan yang bisa di ajak bicara tanpa mengenal waktu karena dalam sebuah hubungan itu di isi dengan komunikasi.Saya menemukannya di diri Anya."Didin menarik nafasnya sejenak.Ini lebih mendebarkan dari pada menghadapi Kaivan yang 'tantrum' saat saingan perusahaan mereka memenangkan tender yang di incarnya.


"Anya itu bagai Air yang menghilangkan dahaga saya,pak.Bahkan bunda saya sangat menyukainya."


Bapak Heri diam sejenak,membuat Didin yang terlihat tenang di luar itu nyatanya sedang ketar - ketir di dalamnya.


"Baiklah,setelah pernikahan Ana ini.Datang lah lagi kesini bersama keluargamu.Dan mintalah ia dengan sebenar - benarnya."Jawaban itu membuat Didin sedikit bernafas lega.


"Tapi jika kamu tidak menginginkannya suatu hari nanti,kembalikan ia kepada saya dengan cara sebaik mungkin seperti kamu memintanya kepada saya saat ini.Karena saya selalu mengusahakan kebahagiaan untuknya."


Bukan maksud Bapak Heri lamaran Didin ini tidak benar.Ia hanya ingin lamaran formal dengan cincin yang di serahkan kepada Anya.Bukan cincin yang di serahkan kepada dirinya,yang benar saja.


\=\=\=\=


holla readers...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2