OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Menemui Karmanya Sendiri


__ADS_3

Kaivan memasuki rumah Hutama dengan langkah tegapnya.


"Mas Kaivan.."Sapa seorang asisten rumah tangga yang kebetulan membukakan pintu untuknya.


"Paman ada di rumah ?"


"Bapak sedang berada di luar kota mas."Jawabnya pelan


"Kalau Mariska?"Tanya Kaivan lagi sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah.


"ibu sedang keluar.katanya ada keperluan mendadak."


"hhhmm...Putri?"


"Non Putri ada di kamar.sedang tidak enak badan katanya."


Alis Kaivan terangkat mendengar penuturan asisten rumah tangga pamannya ini.Tidak biasanya Putri berada di rumah.wanita itu termasuk anak yang lebih suka berada di luar.


"hhhmm..saya akan menemuinya."


"Mau di minum apa mas.nanti saya antar ke atas."


"gak perlu bi...saya hanya sebentar."Kaivan segera beranjak menuju lantai dua dimana kamar Putri Hutama berada.

__ADS_1


Pria itu mengetuk pintu pelan sebelum membukanya.Putri Hutama berbaring masih menggunakan piyamanya.


Wanita itu terlihat melamun dan tidak sadar Kaivan telah berdiri di hadapannya.


"Bagaimana keadaanmu?"Tanya Kaivan yang membuat Putri terkejut saat menyadari keberadaannya.


"apa peduliku?"Seru Putri sengit.


Kaivan tersenyum sinis."sebenarnya aku sudah tidak peduli.Tapi mengingat apa yang telah kamu lakukan kepada Calon Istri ku."Ia menatap Putri tajam"aku ingin melihat sendiri bagaimana kamu menghadapi neraka mu."


"Apa maksudmu? aku tidak melakukan apa pun."Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya.Putri sedikit gemetar karena tatapan intimidasi Kaivan.Ia takut Kaivan mengetahui perbuatannya.


Kaivan menyeringai lagi.Kaivan melemparkan foto - foto kebersamaan Putri Dan Bayu Gunandito di sebuah hotel.Dengan Pose yang terlihat 'mesra' membuat mata Putri melotot seketika.


"Dan aku yang sudah mengirim bukti kasus yang menjerat Pria tua mu saat ini."Jelas Kaivan.


"aku tidak mengerti maksudmu.Foto ini tidak bisa membenarkan apa pun.Bisa saja hasil editan."ucap Putri kembali melempar Foto itu kelantai.


Kaivan tertawa yang sebenarnya terdengar mengerikan di telinga Putri."Baik lah kalau itu masih kurang menurutmu."Sambil mengeluarkan Bukti keterlibatan Putri dalam Kasus yang menjerat Bayu Gunandito.


Putri menggeleng dengan berurai air mata.Ia lupa jika yang di hadapannya ini adalah Kaivan Hutama.Pria ini bisa melakukan apa saja dengan kekuasaannya.


"tolong jangan libatkan aku Kai."Putri memohon dengan berurai air mata.semoga bisa meluluhkan hati Kaivan yang membantunya supaya tidak terjerat hukum.

__ADS_1


"seharusnya kamu pikirkan itu sebelum mencoba melukai Ana.aku masih bisa diam saat kamu hanya menyakitinya melalui kata.tapi ini sudah melewati batas sabar ku."Kaivan mencoba mengatur emosi dengan menarik nafasnya perlahan.


"kamu hampir membuat aku kehilangan wanita yang aku cintai.sialan"Maki Kaivan


Putri menggeleng lagi."aku tidak bermaksud mencelakainya.aa...aku hanya ingin memberinya pelajaran."


Kaivan tertawa sumbang.Pelajaran katanya??


"tunggu lah hukuman mu Put.tidak ada yang bisa membantumu kali ini.termasuk ibu tersayang."Kaivan segera beranjak sebelum emosinya meledak dan membuatnya gelap mata.


Saat sudah sampai ke ambang pintu Kaivan kembali berbalik dan menatap Putri yang masih menangis.


"sebaiknya segera periksakan dirimu.Aku dengar Bayu Gunandito mengidap HIV AIDS dan sudah ada korbannya sebelum kamu."


Kaivan menutup pintu dan mendengar suara teriakan frustasi Putri tepat sebelum pintu kamar itu tertutup rapat.


Tidak perlu Kaivan mengotori tangannya untuk membalas perbuatan Putri.Karena wanita itu sedang menemui karmanya sendiri.


\=\=\=\=


holla readerss...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2