OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Kamu Di Pilih Karena Kamu Istimewa


__ADS_3

"Yakin mau potong segitu?"Tanya Anya untuk kesekian kalinya.Ana mengangguk yakin.Ia hanya ingin tampil beda dan keluar dari zona nyamannya.


Ia yang selama ini tampil dengan rambut panjang tiba - tiba kepikiran untuk memangkas hingga sebahu mumpung mereka lagi di salon.


Anya yang tadi sepulang kerja tiba - tiba ingin merapikan kuku mengajaknya ke sebuah salon.Jadilah mereka di sini dengan Anya mani - pedicure dan Ana yang berniat memotong rambut.


"Gimana? udah gak merasa mual - mual lagi?"Tanya Ana setelah meminta seorang karyawan salon memotong rambutnya.


"Sekarang sih udah mendingan,kadang - kadang aja di jam 4 pagi."Anya meringis mengingat bagaimana mual menderanya setiap pagi di jam yang sama.


Ana ingin tertawa melihat wajah tersiksa Anya yang biasanya pecicilan itu saat mual.Tapi ia juga kasihan,pasti tidak enak rasanya.Syukur di kehamilan sebelumnya ia tidak merasakan hal seperti itu.


Aahh Ana jadi mengingat hal - hal itu lagi.Ia menghela nafas sejenak.Gak,kamu gak boleh sedih.Batinnya menguatkan dirinya sendiri.


"mbak,mau di bikin poni apa gak.model tipis kayak poni artis Korea itu kayaknya cocok deh di wajah mbak."Seru karyawan yang membuat lamunan Ana buyar.


"Boleh tuh mas,coba aja An.Gue yakin Lo akan terlihat lebih fresh."


"Buah kali ah."Jawab Ana terkekeh tapi ia tetap mengangguk,mengiyakan saran sang karyawan.


\=\=\=\=

__ADS_1


Kaivan bersandar di mobilnya di temani oleh Dino.Kali ini bukan sebagai atasan dan bosnya.Melainkan sebagai seorang suami yang menjemput istri masing - masing di didepan sebuah salon.


Kaivan melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya,seharusnya sebentar lagi kedua wanita itu keluar.Ia sudah mengabari sang istri yang katanya lima menit lagi akan selesai.


"Mas ?"


Kaivan menegakan tubuhnya dan tersenyum ke arah Ana.tapi sejenak pria itu mengerutkan keningnya.istrinya berubah.....


"how do i look?"


"Wow bangs really suit you."Jawab Kaivan.istrinya yang cantik terlihat semakin cantik dengan penampilan barunya.


Ya Tuhan..dia Manusia atau malaikat.Kenapa bisa secantik ini.Mereka memasuki mobil masing - masing.


"oh..tadi Bapak dan Ibu ngajakin kita makan malam.kamu mau kan?"


"Mau banget."Seru Ana dengan semangat,mana mungkin menolak masakan Ibu Ida.


Karena macet,hampir satu jam mereka sampai di kediaman ibu Ida dan bapak Heri.Harum cinamon roll memenuhi seisi rumah.


"hhmm..wangi banget,Bu."Puji Ana saat melihat ibu Ida berdiri di depan oven,untuk melihat pastry-nya yang mulai mengembang.

__ADS_1


"wah...anaknya ibu sudah datang,loh...."ibu Ida terkejut melihat penampilan baru Ana.Meresa dirinya di perhatikan,otomatis Ana berputar sambil tertawa memamerkan rambut barunya.


"cocok gak Bu?"Tanyanya pada wanita yang masih berdiri menatapnya.


Dengan tawa jenaka ini Ida berkata."Anak ibu mah cantik,mau kayak gimana pun tetap cantik."


"iihh..ibu.udah kayak bapak - bapak yang anaknya artis dangdut itu."Ana tertawa dan lansung teringat kata - kata yang sempat viral itu.


"Gimana sayang,kamu sehat?"


Ana menatap ibu Ida yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri untuk mengerti apa yang di maksudnya.


"Udah Bu."


"fisik dan mental?"


Ana mengangguk pelan.Ibu Ida mendekati Ana dan memeluk wanita itu dengan lembut."Anak ibu ini kuat,ibu tahu itu.kamu di pilih tuhan menjalani ini semua karena kamu istimewa.Bahagiamu akan tiba di waktu yang tepat nak.dan janji sama ibu jika merasa tidak baik - baik saja jangan di pendam sendiri."bisiknya pelan.


\=\=\=\=


holla readerss...

__ADS_1


see you next episode


__ADS_2