
Ana terbangun saat sesuatu menyilaukan matanya.Ternyata matahari sudah menampakkan diri dari balik jendela kaca yang gordennya sudah terbuka sedikit lebar.
Ia sedikit terkesiap karena bangun bukan di atas ranjangnya.melainkan sebuah kamar yang luas dan di dominasi warna putih dan abu.Ana seperti mengenal aroma khas seseorang di selimut yang ia gunakan.
Suara pintu yang terbuka menyadarkan Ana dari lamunannya."sudah bangun ternyata."Kaivan berdiri di sana dengan wajah penuh keringat.
"Apa ada yang sakit,sayang?" ia mendekat memastikan kekasihnya itu baik - baik saja.
"memangnya aku kenapa ?"seingat Ana semalam ia berada di pesta pertunangan Putri dan ia berdiri di pinggir ballroom saat seseorang menutup...... Ana melebarkan matanya.
"mas,,semalam aku..." Ana menatap Kaivan yang tersenyum "iya..semalam kamu di culik."Pria itu bergerak ke arah jendela membuka lebih besar lagi gorden yang menutupi jendela kaca besar itu.
"tapi beruntung aku cepat menemukanmu."Ana melihat pemandangan di hadapannya."sekarang kamu berada di penthouse ku."
"kenapa aku di culik ?"Ana bingung dengan motif penculiknya.ia bukan seorang artis atau memiliki sesuatu yang menguntungkan orang lain.Ia hanya wanita biasa.
"Putri Hutama "Kaivan menjeda perkataannya "Dia merencanakan penculikan mu."
Kaivan membuka baju karena ia baru selesai ngegym untuk mengalihkan pikirannya.Ana yang melihat pemandangan yang membuat air liur siapa saja menetes saat menatap tubuh indah itu gelagapan sampai ia lupa keterkejutan atas siapa yang menculiknya.
__ADS_1
"mas...kok buka baju di sini sih.."Ana mengalihkan pandangannya ke tempat lain.Ia takut khilaf dan berakhir menerkam Kaivan.
Kaivan yang tersadar kalau Ana salah tingkah tertawa renyah."kenapa,kamu sudah pernah melihat yang lebih dari ini."
"itu kan dulu "elak Ana yang wajahnya sudah Semerah tomat saat di ingatkan tentang itu.
"sekarang juga boleh."ujar Kaivan yang masih asik menggoda Ana.
"iihhh..gak.Nikahin aku dulu baru boleh."
"ya udah,mau nikah hari ini."Tawar Kaivan yang membuat mata Ana melotot.
"mandi sana."usir Ana yang di balas tawa oleh Kaivan sebelum pria itu menghilang di balik pintu kamar mandi.
Anya yang menghubunginya "ANA...."sebuah teriakan yang lansung tertangkap Indra pendengarannya.
"iya,kenapa sih teriak - teriak."Ana berdiri dan menatap penampilannya yang sudah berganti menjadi kaus Kaivan yang kebesaran di tubuhnya.Siapa yang mengganti bajunya ?Apa Kaivan? aahhh...sudah pasti pria itu pikir Ana.
"Lo baik - baik aja ? kata Didin kamu di culik ?"
__ADS_1
"oh itu,aku baik - baik saja.Mas Kaivan menolong ku."
"syukur lah...kok bisa di culik sih."
Ana ingin menjawab hal itu merupakan bentuk obsesi seorang Putri Hutama.Sepupu yang pernah menjalin hubungan dengan pria yang menjadi calon suaminya.
Tapi Ana memilih menghela nafasnya "orang kaya juga bukan" jawabnya pendek.
"Apa mungkin Pak Kaivan punya musuh,dan memilih membalas dendam melalui Lo."Anya mengemukakan pendapatnya.Biasanya orang - orang kaya apa lagi yang memiliki bisnis besar pasti memiliki musuh atau pesaing bisnis yang saling ingin menjatuhkan.
"Lo berpikir terlalu jauh.i'm totally fine."Ana tak ingin membuat Anya khawatir apa lagi sampai terdengar oleh bapak dan ibu.
"ya udah,gue mau lanjut nonton drakor lagi kalau begitu."Setelahnya sambungan telepon terputus.
Ana memainkan ponselnya sesaat sebelum ia melotot melihat sebuah portal berita.
'seorang taipan melakukan aksi kejar - kejaran menggunakan 30 mobil pengawal sekaligus.berikut faktanya.'
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss...
see you next episode