
Anya menatap buket bunga yang di genggam Didin saat menjemputnya di kantor.Mereka berencana dinner di luar.
"Kenapa membawakan ku bunga?" Walau menggerutu Anya tetap menerima pemberian sang suami.
Didin membukakan pintu mobil agar Anya mudah memasukinya.Ia yang notabennya pendiam mendapati istri yang hobi bercerita semua hal tentang apapun yang terlintas di pikirannya.
"Hanya ingin,saat membeli bunga untuk Bu Ana tadi.Bunga ini mengingatkan ku padamu."Jawabnya setelah memasang sabuk pengaman.
Kendaraan yang di kemudikan Didin ikut merayap di jalan raya yang tidak pernah sepi.Pria itu terlihat sangat ahli dalam memutar setir.
Anya menatap buket astrantia dengan warna pink kemerah - merahan itu dengan tatapan bingung.Sejujurnya ia tak mengerti fungsi dalam pemberian bunga.Di bandingkan Bunga menurutnya lebih baik bibitnya agar ia bisa menanam halaman rumah.
Bukannya tidak suka,ia hanya bingung memperlakukan bunga itu.Sangat di sayangkan benda cantik itu di potong dan di berikan kepada orang lain.Setelahnya hanya akan layu dan berakhir di buang.
__ADS_1
"Kamu tahu artinya,babe?" Pertanyaan Didin menyadarkan Anya dari lamunannya.
Ia menggeleng dan meletakan bunga itu ke jok belakang,takut merusak kelopaknya jika terus ia dekap.
"Bunga itu melambangkan keberanian,kekuatan dan perlindungan bagi seseorang yang menyentuhnya.Bagiku semua itu kamu."Didin menoleh sekilas lalu kembali fokus ke depan.
"Aku ??"tunjuk Anya pada dirinya sendiri.Dimana letak berani dan kuatnya seorang Zefanya Putri ini,pikirnya.
"Kamu melindungi semua orang yang kamu sayang dan memberikan suport terbaikmu.Kamu berani melawan dan membela jika ada yang tertindas di hadapanmu.Dan yang terpenting dari semua itu...kamu sangat kuat menghadapi aku yang banyak kurangnya ini."Jelas Didin panjang lebar.
Bukan dalam konteks iri hati hingga membuat seseorang gelap mata,hanya saja pasti di setiap orang memiliki rasa insecure terhadap orang yang memiliki kelebihan darinya.dan Didin merasakan itu.
Walau ia tahu kalau di dalam kehidupan rumah tangga Ana dan Kaivan juga memiliki kekurangan.Mereka tidak memiliki apa yang Didin dan Anya miliki.
__ADS_1
"Mas...sudah aku bilang.Aku mencintai kamu dengan apa adanya kamu.Bahkan walau orang lain mencela dan mencibir,aku akan tetap memilihmu."Anya mengusap bahu sang suami.Mencoba membagi energi positif padanya.
"Kamu tahu mas,bahkan orang - orang yang memiliki segala hal pasti punya kekurangan.entah itu kebebasan dalam memilih atau menentukan jalan hidup ada juga yang tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua mereka."Tutur Anya lagi.
"Kita hanya perlu bersyukur,bahkan kehidupan yang seperti kita ini di dambakan orang lain."Penjelasan Anya mendapat anggukan oleh Didin.
Wanitanya ini adalah wanita terhebat yang pernah ia tamui.Di balik sikapnya yang bar - bar terdapat hati yang baik dan lembut.
Bicara soal Anya yang pemberani,Didin tidak membual ia pernah menyaksikan sendiri bagaimana hebatnya Anya menghajar seorang pria yang melakukan pelecehan di dalam angkutan umum.
Didin yang saat itu tidak membawa mobil dan Anya mengusulkan mereka menggunakan bus saja.Di sanalah Didin menyaksikan Anya dengan wajah garang menendang ************ seorang pria yang meraba - raba bagian belakang wanita saat bus penuh dan sempit.
\=\=\=\=
__ADS_1
Holla readers...
see you next episode